Kasus Kecelakaan di Tol Solo-Ngawi Turun 20 Persen

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Minggu, 26 Desember 2021
Kasus Kecelakaan di Tol Solo-Ngawi Turun 20 Persen

Kendaraan mulai memadati GT Ngemplak Solo-Ngawi-Semarang Jawa Tengah saat Libur Nataru (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - PT Jasa Marga Solo Ngawi (JSN) selaku pengelola jalan tol Solo-Ngawi mencatat angka kecelakaan di ruas tol Solo-Ngawi tahun ini jauh menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Utama PT JSN, Ari Wibowo mengatakan penurunan angka kasus kecelakaan di jalan tol Solo-Ngawi tahun ini sangat signifikan. Turunnya kasus ini seiring mulai meningkatnya kesadaran akan masyarakat akan pentingnya menjaga keselamatan.

Baca Juga:

Kementerian PUPR Tunggu UU IKN Bangun Jalan Tol di Ibu Kota Baru

"Kasus kecelakan turun 20 persen di ruas jalan tol Solo-Ngawi pada tahun ini," kata Ari, Sabtu (25/12).

Dikatakannya, kebijakan pemberlakuan penyekatan pada masa PPKM juga menjadi faktor jumlah kasus kecelakaan turun cukup tajam. Untuk Nataru ini belum ada kasus kecelakaan.

Manager Area Solo - Ngawi Noer Tjahyo menambahkan, selaku pengelola jalan tol pihaknya sangat concern terhadap keselamatan pengendara dan mengingatkan pada pengengendara agar tetap fokus untuk masmastikanan kendaraannya aman.

"Kecelakaan lalu lintas di ruas tol Trans Jawa khususnya di Solo-Ngawi mayoritas disebabkan faktor human error. Ini jadi catatan bagi pengemudi," kata Tjahyo.

Kendaraan mulai memadati GT Ngemplak Solo-Ngawi-Semarang Jawa Tengah saat Libur Nataru (MP/Ismail)
Kendaraan mulai memadati GT Ngemplak Solo-Ngawi-Semarang Jawa Tengah saat Libur Nataru (MP/Ismail)

Ia mengatakan, langkah untuk mencegah terjadinya kecelakaan di jalan tol dilakukan dengan memasang rambu imbauan lokasi rawan lakalantas, mendirikan posko, dan melakukan sosialisasi di Gerbang Tol (GT).

"Kami menempelkan scotlite pada bagian belakang bak belakang truk. Upaya lain adalah kehadiran unit-unit lalu lintas di lapangan di lokasi-lokasi rawan sebagai bagian dari show of force," katanya.

Ia menambahkan, kasus kecelakaan di ruas jalan tol Solo-Ngawi diantaranya karena menabrak bagian belakang, kemudian kecelakaan tunggal menabrak pembatas. Untuk musim hujan paling banyak terjadi kasus kecelakaan di jalan tol. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Polda Metro Nyatakan Ganjil Genap Jalan Tol saat Nataru Baru Wacana

#Pembangunan Jalan Tol #Kecelakaan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
KA Majapahit Tertemper Pikap, Mobil Ambyar dan Ringsek
Mobil mogok di perlintasan sebidang resmi tak terjaga JPL 155 Km 94+740 petak jalan Kalioso-Salem, Senin (7/9) pukul 23.39 WIB.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
KA Majapahit Tertemper Pikap, Mobil Ambyar dan Ringsek
Indonesia
Diduga Microsleep, Truk Trailer Masuk Jurang di Jembatan Kenteng Boyolali
Truk trailer mengalami kecelakaan hingga masuk ke jurang di Jembatan Kenteng Boyolali.
Soffi Amira - Rabu, 19 Agustus 2026
Diduga Microsleep, Truk Trailer Masuk Jurang di Jembatan Kenteng Boyolali
Indonesia
Pelajar Tewas Karena Jalan Licin, Pramono Perintahkan Satpol PP Tertibkan Pedagang Ikan di Bahu Jalan
Kondisi jalan yang basah di sekitar aktivitas pedagang ikan tidak boleh dibiarkan karena berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Pelajar Tewas Karena Jalan Licin, Pramono Perintahkan Satpol PP Tertibkan Pedagang Ikan di Bahu Jalan
Indonesia
TNI/ Polri Ikut Bantu Operasi SAR Pencarian Kapal Putri Yasmin di Selat Lombok
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Mataram, Kantor SAR Denpasar, KMP PortLink II, KAL Lembar, TNI-AL, Polres Lombok Barat, Polairud Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, kapal yacht, dan SGi Air Bali.
Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
TNI/ Polri Ikut Bantu Operasi SAR Pencarian Kapal Putri Yasmin di Selat Lombok
Indonesia
8 Tewas Dihantam Mobil Balap, DPR Desak Aparat Seret Penyelenggara ke Pengadilan
Insiden ini tidak boleh sekadar dianggap sebagai kecelakaan biasa.
Dwi Astarini - Selasa, 11 Agustus 2026
8 Tewas Dihantam Mobil Balap, DPR Desak Aparat Seret Penyelenggara ke Pengadilan
Indonesia
Pembangunan Tol Jogja-Solo Ruas Prambanan-Purwomartani Tinggal 2 Persen
Sesuai dengan arahan Gubernur DIY, bahwa pembangunan ruas jalan pada koridor Maguwoharjo sampai Jombor akan dilakukan percepatan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
Pembangunan Tol Jogja-Solo Ruas Prambanan-Purwomartani Tinggal 2 Persen
Indonesia
Kecelakaan Kapal Laut Beruntun, DPR Dorong Modernisasi Keselamatan Kapal
Pembenahan tidak cukup hanya dilakukan setelah terjadi insiden, harus diwujudkan melalui modernisasi pengawasan dan peningkatan standar keselamatan pelayaran.
Dwi Astarini - Rabu, 05 Agustus 2026
Kecelakaan Kapal Laut Beruntun, DPR Dorong Modernisasi Keselamatan Kapal
Indonesia
Laka Kapal Terus Berulang, DPR Sebut sebagai Indikator Kerapuhan Keselamatan Pelayaran Nasional
Berulangnya insiden tragis yang merenggut banyak korban jiwa dan korban hilang menjadi sinyal kuat masih lemahnya tata kelola dan sistem keselamatan pelayaran nasional.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Laka Kapal Terus Berulang, DPR Sebut sebagai Indikator Kerapuhan Keselamatan Pelayaran Nasional
Indonesia
DPR Minta KNKT Telusuri Kelayakan Kapal dan Validitas Manifes Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2
KNKT harus memeriksa seluruh aspek keselamatan kapal, mulai dari kondisi teknis, kelengkapan alat keselamatan, hingga prosedur keberangkatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
DPR Minta KNKT Telusuri Kelayakan Kapal dan Validitas Manifes Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2
Indonesia
Pencarian Korban KM Nurul Salsa Diperpanjang, 16 Orang Masih Hilang
Dengan penemuan dua jenazah tersebut, operasi SAR yang semula dijadwalkan berakhir pada hari ketujuh, resmi diperpanjang selama tiga hari ke depan untuk melanjutkan pencarian sisa korban yang tercatat ada 16 orang.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Pencarian Korban KM Nurul Salsa Diperpanjang, 16 Orang Masih Hilang
Bagikan