Kasus Corona di Indonesia Bertambah 1.017

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 15 Juni 2020
Kasus Corona di Indonesia Bertambah 1.017

Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. ANTARA/Katriana/ac.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah mengumumkan penambahan pada jumlah pasien yang positif terinfeksi virus corona atau COVID-19 mencapai 39.294 pasien, pada Senin (15/6).

"Penambahan pada pasien positif sebanyak 1.017 kasus," kata Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan Covid-19 Achmad Yurianto di BNPB, Jakarta, Senin (15/ 6).

Baca Juga:

Ahli Epidemiologi: Angka Kasus COVID-19 Melonjak Bukan Berarti Keadaan Semakin Buruk

Yuri mengungkapkan, jumlah penambahan 592 pasien menjadi 15.123 yang sembuh.

"COVID-19 bisa sembuh dan ini memotivasi kita untuk hidup sehat. Kondisinya bagus dan tak dikhawatirkan menular. Mereka sembuh dan punya kekebalan imunitas yang baik," jelas Yurianto.

Jumlah meninggal dunia bertambah 65 rang menjadi 2.198 pasien.

"Kasus kematian ini adalah dari penderita konfirmasi positif COVID-19. Optimisme kita perlukan ," ucapnya.

Jumlah orang dalam pemantauan mencapai 36.744 dan pasien dalam pemantauan mencapai 13.649

Foto Dok - Tim dokter memeriksa awal pasien terkait wabah corona atau COVID-19 di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Jakarta, Sabtu (28/3/2020). (ANTARA/HO/Tim Kesehatan Kogasgabdap Wisma Atlet)
Foto Dok - Tim dokter memeriksa awal pasien terkait wabah corona atau COVID-19 di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Jakarta, Sabtu (28/3/2020). (ANTARA/HO/Tim Kesehatan Kogasgabdap Wisma Atlet)

"Ini bukti masih ada kelompok rentan dan penularan masih terjadi," jelas Yurianto.

Yuri mengingatkan, masyarakat untuk menghindari tempat berkumpul karena memiliki risiko penularan COVID-19. Banyak penularan orang tanpa gejala dan menularkan kepada orang lain.

"Tinggal di rumah adalah jawaban satu satunya yang benar. Tak melakukan perjalanan kemanapun baik itu ke rumah saudara atau ke kampung," jelas Yurianto.

"Kemudian rajin cuci tangan dengan sabun, sudah terbukti ilmiah penggunaan sabun akan hancurkan virus itu," ujarnya.

Dia masyarakat mencegah adanya kerumunan dan penumpukan orang. Selain itu, masyarakat juga diminta tak menyentuh terlalu lama orang yang rentan seperti orang tua dan sakit karena penularan bisa lebih cepat

"Karena lenularan tidak langsung melalui kontak tangan ini sangat besar pengaruhnyam lakukan sering-sering cuci tangan dan hindari terlalu banyak memegang tubuh," jelas Yurianto.

Baca Juga:

Gegara Bus DKI, Penumpukan Penumpang di Stasiun Bogor Berkurang

Menurut dia, jangan sampai ada orang yang tertular karena beban rumah sakit makin berat. Mencegah jangan sampai sakit dan ada orang lain yang sakit.

Ia juga mengingatkan soal adanya ancaman demam berdarah yang bisa terjadi kapa pun.

"Bersihkan rumah, bersihkan sarang nyamuk. Lindungi yang sakit, sehat dan lindungi masayarakat kita. Kita bisa," jelas Yurianto. (Knu)

Baca Juga:

Pemkot Buka Tempat Ibadah, Umat Katolik Solo Tunggu Keputusan Keuskupan Agung Semarang

#Virus Corona #Achmad Yurianto
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan