Natal

Kastengel Renyah dan Ngeju buat Natal, ini Triknya

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 16 Desember 2018
Kastengel Renyah dan Ngeju buat Natal, ini Triknya

Kastengel mudah dibuat, bahkan bagi pemasak pemula. (foto: Instagram @resep.masakan.kue.full)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BERBAGAI jenis kue kering menjadi hidangan wajib saat hari raya. Baik saat Idul Fitri maupun Natal, beraneka kue kering enak selalu tersaji.

Salah satu kue kering yang jadi favorit saat Natal ialah kue keju atau kastengel. Kue asal Belanda ini memang punya tekstur renyah dengan rasa keju nan gurih. Tidak mengherankan semua orang menyukainya.

Kastengel termasuk kue kering yang mudah dibuat di rumah, bahkan bagi pembuat kue pemula. Selain mudah, bahan-bahan pembuat kastengel juga mudah didapat. Meskipun demikian, untuk menghasilkan kastengel yang renyah yang ngeju banget, dibutukan ketelatenan dan kesabaran dalam membuatnya. Berikut beberapa trik yang bisa kamu terapkan untuk mendapatkan kastengel yang renyang dan ngeju, seperti dikutip dari Resepkoki.


1. Pakai tepung protein rendah

flour
Pakailah terigu protein rendah agar kue renyah. (foto: pixabay/kaboompics)


Kalau kamu berpikir semua tepung terigu sama saja, anggapan kamu salah. Untuk mendapat tekstur kastengel yang lebih renyah, kamu harus memilih tepung terigu dengan kandungan protein rendah.

Tepung terigu protein rendah punya kandungan gluten yang rendah. Dengan begitu, kastengel akan terasa lebih crunchy ketika matang.

Agar tekstur kue lebih ringan, ayak terlebih dahulu tepung sebelum dicampurkan ke adonan. Tepung yang sudah diayak juga akan lebih mudah tercampur dalam adonan.

Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Bagikan