MerahPutih.com - Tim Nasional (Timnas) Spanyol dan Portugal sama-sama mengoleksi poin 4 dari hasil imbang dan satu kemenangan yang mereka raih masing-masing. Namun, FIFA menempatkan Spanyol sebagai pemuncak sementara Grup B Piala Dunia 2018.
Ternyata ada dasar hitung-itungannya kenapa Spanyol bisa mengungguli Portugal sebagai pemuncak klasemen. Penasaran seperti apa? Berikut penjabarannya dikutip Antara dari laman resmi FIFA.
FIFA menentukan urutan klasemen di Piala Dunia 2018 pertama-tama berdasarkan: poin total, selisih gol, dan agresivitas gol. Merujuk kriteria itu, Spanyol dan Portugal mengoleksi 4 poin dari satu kemenangan dan satu hasil imbang, total poin yang sama juga dimiliki oleh Portugal. Selisih dan agresivitas gol keduanya juga sama kuat empat kali memasukkan dan tiga kali kegolan.
Artinya, dari tiga faktor penentu posisi klasemen baik poin, selisih gol maupun agresivitas gol, kedua tim sama kuat. Jika dua tim atau lebih masih setara dari perhitungan ketiga faktor itu, maka urutan akan ditentukan sebagai berikut :
1. Jumlah poin terbanyak dalam laga head-to-head tim terlibat
2. Selisih gol dalam laga head-to-head tim terlibat
3. Jumlah gol terbanyak dalam laga head-to-head tim terlibat
4. Poin fair play dengan rincian kartu kuning (-1), kartu kuning kedua yang berujung kartu merah (-3), kartu merah langsung (-4), kartu kuning dan kartu merah langsung (-5)
5. Undian
Poin 1 sampai 3, Spanyol dan Portugal juga sama karena saat bertemu di laga pertama mereka berbagi skor 3-3. Lantas di laga berikutnya kedua tim sama-sama menang 1-0. Untuk itu, FIFA merujuk masuk ke poin ke-4, tentang fair play.

Akhirnya, FIFA menempatkan Spanyol sebagai pemuncak klasemen karena Tim Matador unggul dalam hal poin fair play, yang dihitung berdasarkan jumlah kartu merah dan kartu kuning yang diterima oleh sebuah tim.
Spanyol, dari dua laga yang sudah dijalani baru menerima satu kartu kuning yakni atas nama gelandang Barcelona Sergio Busquets dalam laga pertama kontra Portugal.
Sedangkan Portugal sudah menerima dua kartu kuning, yakni atas nama bek Sporting Lisbon, Bruno Fernandes, di laga melawan Spanyol dan satu lagi untuk gelandang Leicester City, Adrien Silva, dalam pertandingan kontra Maroko. (*)