MerahPutih.com - Ratusan Suporter Persis Solo yang tergabung dalam Ultras 1923 mendatangi manajemen Persis Solo saat menggelar audiensi bersama pimpinan kelompok suporter Laskar Sambernyawa di Persis Store, Kamis (26/9) malam.
Kedatangan mereka meminta kejelasan nasib Persis Solo di Liga 1 setelah performa buruk 6 laga awal liga. Dan menuntut pelatih sementara Persis meraih 7 poin pada 5 pertandingan kedepan di Liga 1.
Dalam pertemuan tersebut, hadir perwakilan berbagai kelompok suporter seperti Pasoepati, Garis Keras, Surakartans, dan Ultras 1923.
Dari pihak manajemen, terlihat Media Officer Bryan Barcelona, Direktur Bisnis Persis Solo Arizal Perdana Putra, Karteker Yogie Nugraha, serta Chairul Basalamah yang baru saja kembali didapuk sebagai manajer tim setelah sebelumnya memilih mundur.
“Saya memenuhi tuntutan target para suporter meraih 7 poin pada 5 pertandingan kedepan,” ujar Yogie.
Baca juga:
Dia pun optimistis bisa memenuhi target tersebut. Terlebih, dirinya mengaku suka akan tantangan.
“Saya punya pengalaman di Persija dan Bali United. Saya orangnya suka tantangan dan akan mencoba memberikan hasil terbaik buat Persis,” kata dia
Jika Persis mampu mewujudkan target tersebut, ia meminta pada manajemen dan suporter memuji pemain. Namun, jika target tersebut tak tercapai salahkan pelatih, bukan pemain.
“Kami juga meminta suporter agar tidak mendatangi mess pemain ketika ada masalah soal hasil pertandingan. Kasihan pemain sudah lelah dan butuh istirahat untuk latihan lagi paginya,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Manajemen Persis Solo akhirnya mengambil langkah mengistirahatkan Milomir Seslija setelah hasil buruk Laskar Sambernyawa pada pekan awal Liga 1 musim 2024/2025. Keputusan tersebut diambil dari hasil melakukan emergency meeting manajemen.
Baca juga:
Hasil Lengkap Pekan Keenam Liga 1 2024/2025 dan Klasemen Sementara
Media Officer Persis, Bryan Barcelona, mengatakan pasca menelan kekalahan pada laga kontra Persik Kediri yang berlangsung Senin (23/9) lalu di Stadion Manahan, manajemen Persis bergerak cepat dengan melakukan emergency meeting dan mengambil alih kendali tim untuk merespons situasi yang ada.
“Pertama, manajemen memberikan libur satu hari untuk pemulihan fisik dan mental para penggawa pasca laga,” ujar Bryan, Rabu (25/9).
Keputusan poin kedua, kata dia, berdasarkan catatan performa tim pada laga pekan ke-6 manajemen mengambil keputusan untuk menunjuk Yogie Nugraha sebagai karteker, dengan dukungan penuh dari tim kepelatihan lain bersama Tithan Wulung, Eddy Harto, dan Felipe Chaves.
“Saat ini, manajemen bersama caretaker dan jajaran kepelatihan sedang memfokuskan kondisi tim untuk persiapan laga kontra Semen Padang di Stadion Pakansari,” kata dia. (Ismail/Jawa Tengah)