MerahPutih.com - Kapal tanker raksasa berkapasitas 2 juta barel yang diberi nama Pertamina Prime milik PT Pertamina International Shiping memulai perjalanan dari Galangan Japan Marine, Ariake, Jepan menuju ke Indonesia.
Kapal yang dibangun sejak tahun 2018 tersebut merupakan kapal tanker minyak mentah tipe dek tunggal yang memiliki panjang 330 meter dan draft 21,5 meter.
Baca Juga:
DPR Dorong Evaluasi Sistem Keamanan Kilang Pertamina
Wakil Duta Besar Indonesia untuk Jepang Tri Purnajaya mengatakan, kapal tanker itu dapat berlayar untuk menyalurkan bahan bakar melalui jalur laut. Jika sudah tiba di Indonesia, kapal tanker berjenis very large crude carrier atau VLCC itu akan ditugaskan untuk memenuhi kebutuhan feedstock kilang di Indonesia.
"Jepang dan Indonesia memiliki hubungan kerja sama yang baik sejak lama. Pertamina Prime mampu berlayar untuk menyalurkan energi nasional serta dapat menjadi salah satu perusahaan shipping terbaik,” kata Tri Purnajaya dalam keteranganya, Rabu (31/3).
Direktur Utama Pertamina International Shipping Erry Widiastono memaparkan, sejumlah keunggulan ada di kapal itu di antaranya menggunakan teknologi super stream duct yang membuat kapal memiliki kecepatan 16,9 Knot dan efisien konsumsi bahan bakar sebanyak 20-25 persen dibandingkan kapal sejenis dengan desain lama.
Selain itu, kapal telah memenuhi requirement terminal modern di dunia dan regulasi internasional, yaitu IMO Annex VI Tier III yang berguna untuk pembatasan emisi gas buang Sulfur Oksida (SOx) dan Nitrogen Oksida (NOx).
Ia menegaskan, kapasitas daya angkut yang besar membuat kapal tanker raksasa itu dapat memperkuat jaminan stok dan ketahanan energi nasional, sehingga bisa memberikan manfaat bagi Indonesia.
"Saya yakin kapal ini memiliki performa yang baik dengan mengusung konsep eco-green vessel. Kami berharap Pertamina Prime dapat memberikan kontribusi kepada seluruh aspek kehidupan," kata Director and Senior Management Officer of Japan Marine United Corporation Masaaki Yuzaki. (*)
Baca Juga:
Kilang Balongan Terbakar, DPR Minta Pertamina Amankan Pasokan BBM