Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Hibah Dari Italia Bakal Dimodifikasi PT PAL

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 12 Maret 2026
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Hibah Dari Italia Bakal Dimodifikasi PT PAL

Ilustrasi - Angkatan Laut Italia di atas Flight Deck Kapal Induk Italia ITS Cavour C-550 saat port visit di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (17/9/2024). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwars

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Indonesia direncanakan mendapatkan kapal induk pertama yakni Giuseppe Garibaldi secara hibah dari pemerintah Italia.

Kapal buatan galangan asal Italia, Fincantieri itu sebelumnya telah dipakai untuk mendukung kekuatan angkatan laut Italia.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan calon kapal induk TNI AL yakni Giuseppe Garibaldi akan dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan pertahanan Indonesia di galangan kapal dalam negeri yakni PT. Penataran Angkatan Laut (PAL).

"Insyaallah Garibaldi akan datang di Indonesia tahun 2026 tapi kita akan merapikan karena kita punya industri PT PAL mampu untuk merapikan (kapal induk)," kata Sjafrie saat jumpa pers di kantor Kementerian Pertahanan, Kamis (12/3).

Baca juga:

100 Prajurit TNI AL Disiapkan Untuk Jadi Personil Kapal Induk Pertama Indonesia

Sjafrie tidak menjelaskan secara rinci bagian apa saja yang akan dimodifikasi dari kapal induk tersebut. Hanya memastikan pihaknya telah menyiapkan anggaran untuk memodifikasi kapal tersebut di PT. PAL.

"Untuk anggaran tanya sama Dirjen Renhan (Perencanaan Pertahanan) ya. Tapi saya memutuskan, jadi kalau dibilang efisien, efektif, saya siap," jelas dia.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan (Karo Humas Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan

Giuseppe Garibaldi merupakan hibah dari Pemerintah Italia. Anggaran yang disiapkan pemerintah Indonesia dialokasikan untuk kebutuhan retrofit atau penyesuaian agar sesuai kebutuhan operasi TNI AL.

Hingga saat ini, proses negoisasi dan administrasi masih berlangsung antara Kementerian Pertahanan RI dan pihak Italia.

Setelah proses negoisasi dan kelengkapan administrasi selesai, barulah TNI AL akan melakukan penyesuaian teknologi kapal induk agar sesuai dengan kebutuhan TNI.

#Kapal Laut #PT PAL Indonesia #Kemenhan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
57 Korban KM Virgo Transport 8 Masih Hilang, 63 Penyelam Dikerahkan Dalam Pencarian
Pada operasi SAR hari ke-18, ia menyebut unsur laut diperkuat 11 kapal, unsur udara tiga helikopter, dan unsur darat menyiapkan 42 unit ambulans yang siap melaksanakan tugas
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
57 Korban KM Virgo Transport 8 Masih Hilang, 63 Penyelam Dikerahkan Dalam Pencarian
Indonesia
Tragedi KM Virgo Transport Makin Misterius, Data BRIN Tunjukkan Ombak Laut Bersahabat
BRIN merilis analisis ilmiah hilangnya KM Virgo Transport di Laut Jawa. Tinggi gelombang bukan kategori ekstrem hanya 1,5 m. Simak temuan selengkapnya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Tragedi KM Virgo Transport Makin Misterius, Data BRIN Tunjukkan Ombak Laut Bersahabat
Indonesia
5 ABK Kapal Virgo Transport 8 Selamat Berkat Berpegangan ker Tabung LPG Kosong
Selama berada di laut, Akmal menghadapi gelombang besar yang membuat dirinya bersama empat ABK lainnya terus berusaha mempertahankan pegangan sampai pertolongan tiba.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
5 ABK Kapal Virgo Transport 8 Selamat Berkat Berpegangan ker Tabung LPG Kosong
Indonesia
Menhub Bantah Kelebihan Muatan KMP Virgo Transport 8
Kapal Roro Penumpang KMP Virgo Transport 8 dengan bendera Indonesia berukuran 8.540 GT itu dinakhodai oleh Nakhoda Arief Yunianto serta dioperasikan oleh PT Virgo Karya Shipping.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 14 September 2026
Menhub Bantah Kelebihan Muatan KMP Virgo Transport 8
Indonesia
Tragedi Tampomas II hingga KM Virgo 8, Alarm Nyata di Balik Mitos Kuburan Kapal 'Segitiga Bermuda' Masalembo
Masalembo telah lama menjadi momok pelayaran di Indonesia. Perairan antara Laut Jawa, Selat Makassar, dan Laut Flores itu kerap disebut-sebut segitiga bermuda-nya Indonesia.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Tragedi Tampomas II hingga KM Virgo 8, Alarm Nyata di Balik Mitos Kuburan Kapal 'Segitiga Bermuda' Masalembo
Berita Foto
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Terima Kunjungan Menhan China Laksamana Dong Jun
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Menteri Pertahanan China Laksamana Dong Jun di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 21 Agustus 2026
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Terima Kunjungan Menhan China Laksamana Dong Jun
Indonesia
Militer China Perdalam Kerja Sama Dengan Indonesia, Tangkal Ragam Ancaman di Kawasan.
"Hubungan antara Indonesia dan Tiongkok itu berlangsung dengan sangat akrab dan kita akan komitmen untuk meningkatkan kerja sama ini," jelas Sjafrie.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 Agustus 2026
Militer China Perdalam Kerja Sama Dengan Indonesia, Tangkal Ragam Ancaman di Kawasan.
Indonesia
KMP Putri Yasmin Terbakar di Perairan Lombok Barat, 33 Penumpang Dievakuasi
KMP Putri Yasmin terbakar di Perairan Lombok Barat, pada Rabu (12/8) dini hari WITA. Penumpang berhasil dievakuasi.
Soffi Amira - Rabu, 12 Agustus 2026
KMP Putri Yasmin Terbakar di Perairan Lombok Barat, 33 Penumpang Dievakuasi
Indonesia
Indonesia Bakal Jadi Negara Pertama Bangun Kapal Selam Sendiri di ASEAN
Pembangunan kapal selam Scorpene melibatkan putra-putri terbaik Indonesia dengan dukungan dan pendampingan dari Naval Group Prancis.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
Indonesia Bakal Jadi Negara Pertama Bangun Kapal Selam Sendiri di ASEAN
Indonesia
KNKT Kesulitan Investigasi Penyebab Kapal Mutiara Sentosa Jika Bangkai Kapal Tidak Ditemukan
Jika bangkai kapal berada di dasar laut, investigasi harus dilakukan pada kedalaman sekitar 50 meter sehingga membutuhkan perencanaan dan dukungan teknis yang memadai.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Agustus 2026
KNKT Kesulitan Investigasi Penyebab Kapal Mutiara Sentosa Jika Bangkai Kapal Tidak Ditemukan
Bagikan