Serangkaian Cuaca Buruk yang Melanda Indonesia di 2017
Petugas tengah mengamati monitor prakiraan cuaca di gedung pusat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jakarta, Rabu, (13/12). (MP/Rizki Fitrianto)
MerahPutih.com - Menjelang akhir tahun 2017, cuaca buruk kerap melanda beberapa wilayah di Indonesia. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Merahputih.com, serangkaian cuaca buruk bahkan mulai membayangi sebagian Indonesia sejak awal Januari hingga Desember.
Berdasarkan keterangan Kepala Bidang Layanan Informasi Cuaca Ana Oktavia Setiowati, ada dua fenomena yang terjadi di sepanjang tahun 2017; siklon tropis Cempaka dan Dahlia.
"Untuk siklon Cempaka mulai 27-29 November, sedangkan Dahlia 29 November-4 Desember. Tahun sebelumnya tidak ada sama sekali. Jadi, itu tidak bisa ditentukan setiap tahun akan terjadi," kata Ana kepada Merahputih.com di Kantor BMKG, Jakarta, Rabu (13/11).
Menurut penjelasan Ana, fenomena tersebut sangat-sangat tergantung kondisi dinamika atmosfer di wilayah Indonesia. Siklon tropis, kata Ana, tumbuh diperairan di sekitar daerah tropis, terutama yang memiliki suhu muka laut yang hangat.
"Tidak serta merta, dalam kondisi normal bisa terjadi. Ada syarat-syarat tertentu yang dapat menyebabkan siklon tropis terjadi," katanya.
Akibat dari kedua fenomena tersebut, beberapa daerah di Indonesia mengalami bencana alam yang cukup parah, seperti yang terjadi di Desa Kebon Agung, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. (Baca: Korban Dampak Badai Cempaka di Yogyakarta Terus Bertambah)
Kemudian, apa saja kejadian atau cuaca buruk yang terjadi di Indonesia selama Januari sampai Oktober? Silakan simak kaleidoskop berikut:
Januari
Cuaca buruk berupa hujan deras disertai angin kencang sempat menghantui ibu kota yang menyebabkan beberapa wilayah Jakarta terendam banjir, seperti yang terjadi di kawasan Gandaria City, Jakarta Selatan, tergenang air setinggi 50-50 sentimeter. (Baca: Sejumlah Wilayah Jakarta Terendam Banjir)
Februari
Hujan deras yang sempat melanda Jakarta pun berlalu. Meski demikian, cuaca buruk terus terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, seperti di Depok, Jawa Barat.
Pada Sabtu (4/2) silam, cuaca buruk berupa angin kencang terjadi. Bahkan sampai merenggut nyawa suami-istri. Angin kencang yang melanda Depok, membuat beberapa pohon tumbang di jalan lingkar UI.
Nahas, suami-istri yang melintas kawasan tersebut tertimpa. (Baca: Pasutri Tewas Tertimpa Pohon di Lingkar UI Depok)
Maret
Fenomena langka terjadi di Jakarta pada Selasa (28/3) pagi. Pasalnya, hujan deras terjadi tetapi disertai dengan bongkahan-bongkahan es sebesar ibu jari.
Bahkan, peristiwa tersebut sempat direkam oleh salah seorang warganet, yang kemudian menjadi viral di media sosial. (Baca: Hujan Es Turun di Sebagian Wilayah Jakarta)
Berdasarkan dari data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hal tersebut merupakan dampak dari siklon tropis Blance yang berada di perairan sebelah barat Darwin, Australia. Dampak dari siklon tersebut kondisi cuaca ekstrem terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.
April
Hujan deras disertai angin kencang terus terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Berdasarkan data yang dihimpun, cuaca buruk terjadi di Desa Pinang Sebatang Barat, Kecamatan Tualan, Kabupaten Siak.
Akibat dari itu, beberapa petani mengalami gagal panen dan kerugian yang cukup besar. (Baca: Cuaca Buruk, Petani Siak Terancam Gagal Panen)
Mei
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi perubahan cuaca mendadak yang kemungkinan terjadi pada Kamis (4/5) sore.
Berdasarkan data MerahPutih.com, peralihan musim, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang akan terjadi hingga pertengahan Mei 2017. (Baca: BMKG Imbau Masyarakat Waspada Perubahan Cuaca)
Juni
Sempat terjadi banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah di Provinsi Sulawasi Tengah. Pihak BMKG pun segera mengeluarkan peringatan dini cuaca agar menjadi perhatian masyarakat. (Baca: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Waspadai Cuaca Ekstrem)
Juli
Meski sebagian besar wilayah di Jakarta dinyatakan cerah berawan. Namun, BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang di wilayah Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (14/7) sore. (Baca: Prakiraan Cuaca Hari ini, Bogor Dilanda Hujan Badai dan Petir)
Agustus
Memasuki pertengahan bulan, BMKG Sulawesi Utara mengeluarkan peringatan dini dan meminta masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem.
Adapun wilayah yang berpotensi dilanda cuaca buruk tersebut antara lain Kota Manado, Tomohon, Kotamobagu, Kabupaten Minahasa, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Minahasa Utara, Bolaang Mongondow, dan Bolaang Mongondow Utara. (Baca: BMKG Sulut Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem)
September
Cuaca buruk juga kembali terjadi di sebagian wilayah Sumatera Barat. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, tercatat bencana longsor terjadi di lereng bukit di Korong Kubu Alahan Kuranji, Nagari Sungai Sirah Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging.
Lalu longsor juga menimpa badan jalan di Korong Lampajang, Nagari Kuranji Hilir Kecamatan Sungai Limau yang menghubungkan dengan Kecamatan Sungai Geringging. (Baca: BPBD: Cuaca Buruk Timbulkan Enam Bencana Alam di Padang Pariaman)
Oktober
seorang penari tradisional Pulau Bawean tiba-tiba jatuh pingsan saat menampilkan kebolehannya di depan wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf di Lapangan Alun-alun Bawean, Gresik, Jawa Timur, Minggu (29/10).
Selain penari tersebut, sebelumnya tiga peserta lain juga mengalami hal yang sama. Mereka tiba-tiba pingsan. Hal tersebut disebabkan oleh cuaca panas yang tak seperti biasa. (Baca: Empat Peserta Festival Bawean Pingsan Akibat Cuaca Ekstrem). (*)