MerahPutih.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali berlomba dalam acara Tidung Aquathlon, di Pulau Tidung Kepulauan Seribu, pada Sabtu (5/5).
Perlombaan ini untuk kedua kalinya antara Susi dan Sandiaga. Susi memulai perlombaan dengan paddling menuju pulau Tidung Kecil dan melanjutkannya dengan bersepeda hingga ke Jembatan Cinta. Sedangkan, Sandiaga memulai dengan berenang hingga ke pulau Tidung Kecil dan melanjutkan dengan berlari ke Jembatan Cinta.
Namun, ada yang unik dalam perlombaan ini. Setelah Susi hampir memasukin garis finish, dia malah berbalik arah dan hendak menghampiri Sandiaga yang masih belum sampai.
Bahkan, Susi berusaha membiarkan Wagub DKI lebih dahulu melalui garis finish. Meski demikian, Sandiaga kembali harus menerima kekalahan untuk kedua kalinya dari Susi dalam lomba olahraga air di Tidung Aquathlon 2018 ini.
Wanita asal Pangandaran, Jawa Barat ini mengaku sempat memutuskan untuk mengalah agar Sandiaga senang. "Biar bikin senang Sandi. Yang sebetulnya saya menang. Nanti dia sedih, nangis sama Mama Uno. Tidak boleh," kata Susi di lokasi.
Candaan Sandiaga Kelewatan
Usai perlombaan air, Sandiaga pun memberikan sambutan. Wagub sempat bercanda dengan Susi. Menurut dia, Susi sangatlah cocok bila dampingi ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2019 mendatang.
Mantan Ketua HIPMI ini pun kembali melontarkan candaan bakal menenggelamkan masyarakat bila ada yang tidak setuju dengan ucapannya Susi cocok berdampingan dengan Prabowo di Pilpres.
"Cocok banget nih. Saya kebetulan ditugasin. Yang tidak setuju, akan ditenggelamkan," kata Sandiaga sambil tertawa.
Tak mau kalah dengan Sandiaga, Susi pun memberikan sambutan. Namun, dia tak mau menanggapi perkataan Sandiaga tadi dengan alasan masih menjabat sebagai Menteri jadi tak pantas menjawab pernyataan itu.
"Kami sebagai pemangku pejabat negara, gurauan pak Sandi itu tidak usah di dengar. Saya tidak pikir cawapres, tidak pikir capres. Pikirnya kerja, suka di laut, lautnya terjaga, nelayannya kaya. Itu yang paling penting. Pak Sandi kalau ngeledek kebangetan," jawab Susi. (Asp)