KA Batara Kresna Tertemper Mobil, PT KAI Daop Yogyakarta Tutup 14 Perlintasan Liar
KA Batara Kresna tertemper mobil di di palang pintu liar Kampung Clangap, Nguter Sukoharjo. (Merahputih.com/Ismail)
Merahputih.com - KA Batara Kresna relasi Purwosari Solo-Wonogiri tertemper mobil Toyota Rush putih berplat nomor AD 1070 ZK di palang pintu liar Kampung Clangap, Nguter Sukoharjo.
Akibat kejadian tersebut dua orang penumpang mobil selamat hanya mengalami luka ringan dirawat rumah sakit.
Manager Humas Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih meminta degan kejadian ini masyarakat agar selalu waspada, berhati-hati, disiplin mematuhi rambu-rambu yang ada dan tidak membuat perlintasan liar.
“Pelanggaran di perlintasan sebidang dan jalur KA dapat membahayakan keselamatan, baik keselamatan para petugas kereta api, penumpang KA maupun pengguna jalan itu sendiri,” kata Feni, Minggu (16/11).
Baca juga:
Kapasitas Terus Penuh, PT KAI Pesan 23 KRL Anyar dari China dan PT INKA
Ia mengatakan, kejadian itu terjadi saat KA Batara Kresna dari Solo menuju ke Wonogiri. Tiba-tiba di petak palang tak terjaga mobil muncul hingga tabrakan tak terhindarkan.
“KA 514 Batara Kresna relasi Purwosari-Wonogiri tertemper mobil di perlintasan liar kilometer 16+4 petak jalan antara Sukoharjo-Pasar Nguter. Penemper kemudian dievakuasi ke RS Nirmala Sukoharjo dan ditangani pihak setempat,” katanya.
Ia mengatakan, KA Batara Kresna sempat berhenti untuk dilakukan pengecekan rangkaian. Kemudian melanjutkan perjalanan setelah dipastikan tidak ada kerusakan berarti.
PT KAI mengimbau masyarakat pengguna jalan agar tidak membuat perlintasan liar, senantiasa disiplin, fokus dan berhati-hati serta mematuhi rambu-rambu yang ada.

Sementara itu, KAI Daop 6 Yogyakarta mendukung pemerintah dalam menutup perlintasan liar melalui tindakan sigap dengan melaksanakan penutupan perlintasan liar di KM 16+340 petak jalan Sukoharjo –Pasarnguter.
“Penutupan perlintasan liar dilakukan dengan pemasangan palang rel untuk memastikan perlintasan liar tersebut tidak lagi dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Ini demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat,” kata dia.
Ia mencatat, sepanjang periode Januari-November 2025, Daop 6 telah mendukung pemerintah dengan melaksanakan 14 penutupan perlintasan liar yang sebagian besarnya berada di lintas Purwosari-Wonogiri.
“Penutupan perlintasan liar ini merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan keselamatan di jalur kereta api,” ujar Feni.
Perlintasan liar sangat beresiko karena tidak memiliki fasilitas keselamatan atau pengamanan yang memadai. Atas dasar itu, masyarakat diimbau untuk tidak membuat perlintasan liar dan hanya menggunakan perlintasan resmi. (Ismail/Jawa Tengah)
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Arus Balik 2025/2026 Nataru 2026 Mulai Terlihat, 42.478 Penumpang Kereta Tiba di Jakarta
22 Ribu Penumpang Turun di Stasiun Ketapang saat Nataru 2026, Wisata Banyuwangi dan Akses Jawa–Bali Jadi Daya Tarik
Kecelakaan Penerjun, Tim SAR masih Cari Seorang Korban di Perairan Pangandaran
KAI Catat Lonjakan Penumpang Nataru 2026: Okupansi KA Jarak Jauh Tembus 112 Persen, Hampir 3,8 Juta Tiket Terjual
Malam Tahun Baru 2026, KAI Ubah Pola Operasi: 26 Kereta Tambah Berhenti di Jatinegara
Malam Pergantian Tahun, Frekuensi Perjalanan Kereta Ditambah Hingga Pukul 03.00, KAI Jamin Operasional tanpa Gangguan
Padat Penumpang Jelang Tahun Baru, KAI Daop 1 Dorong Perjalanan Ramah Lingkungan
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
KAI Angkut 3,51 Juta Penumpang Selama Nataru 2026, Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit