Merahputih.com - Kemenangan dramatis skuad Garuda di final ASEAN Cup 2026 ternyata menyimpan cerita kelam, di mana bek andalan Justin Hubner diancam pembunuhan oleh oknum suporter negara rival.
Alih-alih gentar menghadapi teror media sosial terhadap keluarganya, pemain bernomor punggung 23 ini justru menjadikan tekanan tersebut sebagai bahan bakar ekstra untuk membawa Timnas Indonesia juara mengalahkan Thailand.
Baca juga:
Karma Instan! Timnas Indonesia Juara, Justin Hubner Langsung Bungkam Kesombongan Pemain Vietnam
Momen puncak final ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) memang bukan sekadar adu taktik, melainkan juga ajang ujian mental yang luar biasa berat.
Sebelum laga penentuan Indonesia vs Thailand bergulir, ancaman pembunuhan Justin Hubner mengalir deras dari netizen negara tetangga, khususnya Malaysia dan Vietnam.
Parahnya lagi, intimidasi ini terang-terangan menyerang ranah personal sang pemain lewat media sosial selama turnamen berlangsung.
Balas Dendam Paling Elegan: Angkat Trofi!

Bukannya down atau kehilangan fokus, palang pintu klub Fortuna Sittard yang kini berusia 23 tahun itu memilih cara paling berkelas untuk membungkam mulut para haters. Menjadi kampiun lewat babak adu penalti dengan skor akhir 4-2 dirasa sebagai balasan paling sempurna dan menohok.
Ada satu hal yang ingin saya sampaikan. Setelah semua ini, ada orang-orang dari negara seperti Malaysia dan Vietnam yang banyak bicara di medsos. Mereka banyak memberikan ancaman pembunuhan kepada keluarga saya,
ucap Justin.
Alih-alih membalas lewat ketikan di dunia maya, Hubner membuktikan mentalitas juaranya di atas rumput hijau. Ia merasa torehan trofi adalah bahasa pembuktian yang tidak bisa dibantah oleh siapa pun.
"Satu-satunya hal yang bisa kami lakukan adalah menang dan menunjukkan kepada mereka siapa raja yang sebenarnya. Dan saya pikir, kami sudah menunjukkannya hari ini," tegasnya.
"Saya pikir negara-negara tersebut sekarang harus berhenti berbicara, karena ini Indonesia, you know," tutupnya dengan gaya santai.
Drama Rollercoaster di Laga Penentuan
Jalan menuju gelar juara ini tentu tidak mulus dan penuh drama yang bikin suporter senam jantung. Bermain imbang 2-2 di waktu normal hingga babak perpanjangan waktu (extra time) benar-benar menguras emosi.
Indonesia sebenarnya sukses mencuri keunggulan lebih dulu di menit ke-84 lewat tendangan bebas Dean James yang berbelok arah (deflected), tepat setelah bek Thailand, Nicholas Mickelson, diganjar kartu merah.
Anehnya, meski melawan 10 pemain, gawang Garuda justru kecolongan tiga menit berselang lewat sontekan Iklas Sanron yang memaksa laga berlanjut ke babak tambahan.
Baca juga:
Di masa extra time, gol Peeradol Chamratsamee di menit 111 nyaris membungkam seisi SUGBK. Untungnya, mental pantang menyerah anak-anak asuhan pelatih terbayar lunas berkat gol penyelamat Elkan Baggott empat menit kemudian, yang sukses menyeret laga ke babak adu penalti.
Bagi Justin Hubner sendiri, malam itu adalah penutup manis yang sempurna. Tampil sebagai starter tak tergantikan di empat laga sepanjang turnamen, menyumbang satu gol serta satu assist saat membantai Bangladesh 9-2, catatan 22 penampilannya sejak debut pada Januari 2024 kini sah dihiasi dengan mahkota juara yang membanggakan.