JPPI Berencana Gugat Permendikbud tentang Full Day School

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 09 Agustus 2017
JPPI Berencana Gugat Permendikbud tentang Full Day School

Warga nahdliyin menandatangani petisi penolakan program "full day school" di depan kantor PCNU Tulungagung, Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (23/7). (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo telah mengintruksikan kepada Mendikbud untuk menunda Pemberlakuan Permendikbud 23/2017 tentang Full Day School (FDS). Namun demikian, gonjang-ganjing tentang kebijakan FDS masih terus berlanjut.

Di lapangan masih ditemukan pemberlakuan Permendikbud tersebut. Hal ini tentu sesuatu yang meresahkan dan membuat gaduh di tengah masyarakat.

Berangkat dari kondisi tersebut, Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) berencana menggugat Permendikbud tentang FDS.

"Iya, JPPI sedang mendiskusikan secara intensif kaitan tentang kontroversi Permendikbud yang mengatur tentang FDS, kami berencana akan menggugat secara hukum kebijakan tersebut, tentu saja kami akan segera melakukan somasi terbuka kepada pihak-pihak yang tetap melakukan implementasi kebijakan FDS yang jelas-jelas telah ditunda keberlakuannya oleh Presiden Jokowi," ujar kuasa hukum JPPI Ridwan Darmawan kepada awak media, Selasa (8/8).

Pria yang juga merupakan Pengurus Pusat Rabitha Ma'had Islami (RMI) atau Asosiasi Pesantren Islam NU ini menyatakan dalam waktu dekat ini akan segera melayangkan somasi.

"Insyaallah dalam minggu ini JPPI akan segera melayangkan somasi tersebut," imbuhnya. (Fdi)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: 'Full Day School' Dianggap Lebih Buruk Dari Kebijakan Kolonial Belanda

#Sistem Pendidikan Indonesia #JPPI
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
Dugaan Pelecehan Seksual di FHUI Jadi Alarm, JPPI Ungkap 233 Kasus Kekerasan sepanjang 2026
Kasus dugaan pelecehan di UI jadi sorotan. JPPI mencatat 233 kasus kekerasan di dunia pendidikan pada awal 2026 dan menyebutnya sebagai fenomena sistemik.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 14 April 2026
Dugaan Pelecehan Seksual di FHUI Jadi Alarm, JPPI Ungkap 233 Kasus Kekerasan sepanjang 2026
Bagikan