Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Merawat Ingat

JPO Sarinah, Jembatan Penyebrangan Pertama di Jakarta

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 21 April 2022
JPO Sarinah, Jembatan Penyebrangan Pertama di Jakarta

Jembatan penyeberangan orang (JPO) di depan gedung Sarinah. (Foto: Twitter/adriansyahyasin)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HARI ini 54 tahun silam, jembatan penyeberangan orang (JPO) pertama di Jakarta berdiri di depan pusat perbelanjaan Sarinah. Diresmikan oleh Gubernur Jakarta periode 1966-1977, Ali Sadikin, jembatan tersebut menjadi solusi pejalan kaki untuk menyebrang di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta.

Sebelum adanya JPO, pemerintah Jakarta saat itu menyediakan fasilitas umum untuk pejalan kaki menyeberang, seperti zebra cross dan flicker lights. Alih-alih membantu pejalan kaki, perilaku berkendara masyarakat Jakarta berkata sebaliknya. Kala itu, pengendara mobil atau motor masih kurang mempedulikan pejalan kaki. Sering kali pejalan kaki jadi korban kecelakaan di persimpangan jalan besar Jakarta.

Baca juga:

Benyamin Sueb, Legenda Betawi yang Tak Tergantikan

JPO Sarinah, Jembatan Penyebrangan Pertama di Jakarta
Seiring perkembangannya, JPO Sarinah kini juga terhubung dengan halte Transjakarta, (Foto: YouTube/Richard Theo Bapontar)

Melihat kondisi tersebut, ahli transportasi mengajukan dua usulan untuk menggantikan zebra cross. Yakni terowongan bawah tanah atau jembatan penyeberangan. Dengan segala pertimbangan, akhirnya Ali Sadikin memilih jembatan penyeberangan sebagai solusi terbaik untuk diwujudkan.

Jembatan penyeberangan di depan Sarinah itu pun dibangun dan rampung pada 21 April 1968. Saat diresmikan, Ali Sadikin menamakannya ‘Jembatan Kartini’, karena bertepatan dengan hari kelahiran pahlawan nasional, R.A. Kartini.

Jembatan Kartini atau JPO Sarinah, memiliki panjang 15 meter dan tinggi 8 meter. Jika dilihat dari atas, bentuknya seperti huruf ‘H’ dengan dua tangga di masing-masing sisi jalan. Menggunakan bahan baku baja, saat itu pembangunan jembatan penyeberangan Sarinah memakan biaya sebesar Rp 2,3 juta.

Ratusan orang mencoba jembatan penyeberangan pertama di Jakarta itu saat dibuka. JPO Sarinah menjadi salah satu simbol perkembangan pesat Jakarta sebagai kota metropolitan, sekaligus perilaku tertib warganya.

“Semoga warga kota akan menjadi warga yang baik dengan mematuhi peraturan-peraturan, serta menggunakan jembatan itu dengan baik pula,” kata Ali Sadikin yang dimuat pada harian Kompas, 22 April 1968. (ADP)

Baca Juga:

Jalan Tol Jagorawi, Jalan Tol Tertua di Indonesia

#Merawat Ingat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Bagikan