Jokowi: Pembukaan Sektor Usaha Harus Penuh Kehati-hatian

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 24 November 2021
Jokowi: Pembukaan Sektor Usaha Harus Penuh Kehati-hatian

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kedua kiri) dan Ketua Umum Gaikindo Yohanes Nangoi (kanan) menerima penjelasan dari President Director B

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kredit perbankan nasional diperkirakan akan tumbuh enam persen sampai delapan persen pada tahun 2022. Kondisi tersebut didukung stabilitas sistem keuangan yang terjaga, kecukupan modal yang tinggi dan likuiditas melimpah.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan, fokus kebijakan BI di 2022 tertuju kepada penurunan lebih lanjut suku bunga kredit perbankan. Sinergi mendorong kredit dan transformasi keuangan merupakan salah satu respons kebijakan BI bersinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam memperkuat pemulihan ekonomi nasional.

Baca Juga:

Bank Indonesia Bikin Himpunan Bisnis Pesantren

Ia mengatakan, penawaran kredit perbankan saat ini sudah relatif kondusif dengan suku bunga yang terus menurun dan likuiditas melimpah.

"Indeks standar peminjaman juga membaik dan sekarang fokus kebijakan kepada peningkatan permintaan kredit dunia usaha," ujarnya.

Ia menjelaskan, setidaknya terdapat sembilan sektor yang siap meningkatkan kredit yakni perkebunan, kimia-farmasi, hortikultura, tanaman pangan, pengolahan tembakau, makanan dan minuman, kayu dan furnitur, kertas, serta pertambangan bijih logam.

Sementara, sektor lainnya masih membutuhkan stimulus untuk meningkatkan kredit seperti insentif pajak, penjaminan kredit dan subsidi bunga, pelonggaran kebijakan makroprudensial BI, hingga perpanjangan restrukturisasi kredit OJK.

Ke depan, Perry menegaskan kelebihan likuiditas di perbankan yang sangat besar pada saat ini akan diturunkan secara bertahap dan sangat hati-hati agar tidak mengganggu kemampuan perbankan dalam penyaluran kredit dan pembelian surat berharga negara (SBN) untuk pembiayaan APBN.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2021 di Jakarta, Rabu (24/11/2021). ANTARA/Agatha Olivia.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2021 di Jakarta, Rabu (24/11/2021). ANTARA/Agatha Olivia.

Presiden Joko Widodo mengingatkan para pelaku industri maupun regulator di sektor keuangan agar tetap optimistis menyongsong 2022, meski harus tetap bertindak secara hati-hati.

"Saya sama dengan Pak Gubernur Bank Indonesia bahwa pada 2022 kita semua harus tetap optimis, tapi tetap dalam posisi kehati-hatian," di Jakarta, Rabu.

Ia menegaskan, pembukaan sektor ekonomi dibuka secara bertahap, tidak perlu tergesa-gesa.

"Kalau peluang dibuka ya dibuka dengan protokol kesehatan, mau ada event-event besar juga silakan tapi didampingi satgas, penuh kehati-hatian karena kita lihat negara-negara lain yang tidak hati-hati muncul gelombang ke-3, gelombang ke-4," katanya.

Presiden Jokowi juga mengakui selama 1,5 tahun pandemi COVID-19 melanda dampaknya sudah menjalar ke berbagai sektor.

"Kita awalnya hanya berpikir urusan kesehatan yaitu menyelesaikan vaksinasi tapi ternyata dampak pandemi ke mana-mana. Tadi disampaikan pak Gubernur BI hampir semua negara ada kelangkaan energi, kelangkaan kontainer, inflasi yang naik, kemudian yang terakhir kenaikan harga produsen yang imbasnya nanti akan masuk ke harga-harga di tingkat konsumen, semuanya tidak diprediksi sebelumnya," jelas Presiden.

Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah, Presiden Jokowi memaparkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2021 adalah 7,07 persen. Namun pada kuartal III-2021 turun menjadi 3,51 persen. (Asp)

Baca Juga:

Begini Dampak PON Bagi Ekonomi Papua Versi Bank Indonesia

#Bank Indonesia #Kredit Bank #BUMN
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rupiah Melemah ke Rp 18.000, Arus Keluar Dana Masih Akan Berlanjut
MSCI mengumumkan untuk membuka konsultasi dengan pelaku pasar mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market (pasar berkembang) ke Standalone Market (pasar mandiri).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Rupiah Melemah ke Rp 18.000, Arus Keluar Dana Masih Akan Berlanjut
Indonesia
Pemerintah Dorong Percepatan Transportasi Bisnis Garuda, Kuatkan Rute Dalam Negeri
Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus memperkuat keberlanjutan bisnis perusahaan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Pemerintah Dorong Percepatan Transportasi Bisnis Garuda, Kuatkan Rute Dalam Negeri
Indonesia
Darmawan Prasodjo Dicopot dari Dirut PLN, Suroso Isnandar Jadi Pengganti Sementara
Suroso Isnandar kini menjadi Dirut baru PLN. Ia menggantikan Darmawan Prasodjo yang dicopot dari jabatannya, Rabu (14/10).
Soffi Amira - Rabu, 14 Oktober 2026
Darmawan Prasodjo Dicopot dari Dirut PLN, Suroso Isnandar Jadi Pengganti Sementara
Indonesia
Menko PM Cak Imin Perintahkan BUMN Lakukan Pemberdayaan, Harus Berikan Manfaat
Keberhasilan perusahaan negara tidak hanya dilihat dari kinerja bisnis, tetapi juga dari kemampuannya membuka kesempatan ekonomi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Menko PM Cak Imin Perintahkan BUMN Lakukan Pemberdayaan, Harus Berikan Manfaat
Indonesia
4 BUMN Karya Digabungkan Jadi Satu di November 2026, Beban Keungan Sudah Sangat Berat
Pada kasus WIKA, beban utang perusahaan tersebut mencapai sekitar Rp 34 triliun yang tak diimbangi kecukupan aset penjamin (underlying assets)
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
 4 BUMN Karya Digabungkan Jadi Satu di November 2026, Beban Keungan Sudah Sangat Berat
Indonesia
HUT ke-28, Bank Mandiri Bagikan Dividen Interum Rp 6,16 Triliun
Pada usia ke-28 ini, perseroan menginginkan pertumbuhan yang terus memberikan hasil yang dirasakan oleh seluruh masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap Bank Mandiri.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
HUT ke-28, Bank Mandiri Bagikan Dividen Interum Rp 6,16 Triliun
Indonesia
Nilai Tukar Rupiah Tertekan Inflasi Global dan Risiko Fiska
Tekanan nilai tukar juga didorong oleh kebutuhan valas importir menjelang akhir triwulan III, serta arus keluar dana dari portofolio aset negara emerging markets di tengah kenaikan imbal hasil (yield) obligasi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Nilai Tukar Rupiah Tertekan Inflasi Global dan Risiko Fiska
Indonesia
67 Juta Orang Indonesia Sudah Pakai QRIS Buat Transaksi
BI menargetkan jumlah pengguna QRIS mencapai 69,32 juta pada akhir tahun ini atau tumbuh sebesar 20,26 persen secara tahunan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
67 Juta Orang Indonesia Sudah Pakai QRIS Buat Transaksi
Indonesia
Utang BLBI Lunas, para Obligor Tetap Dikejar
Tugas penagihan kewajiban itu akan dialihkan kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, melalui Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN).
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Utang BLBI Lunas, para Obligor Tetap Dikejar
Indonesia
Utang BLBI 30 Dekade ke BI Lunas, Kemenkeu Ambil Alih Tugas Satgas Tagih Aset Obligor
Pemerintah resmi melunasi utang BLBI Rp218,3 T ke BI setelah 30 tahun. Hak tagih dan penyitaan aset obligor nakal diambil alih Kemenkeu!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Utang BLBI 30 Dekade ke BI Lunas, Kemenkeu Ambil Alih Tugas Satgas Tagih Aset Obligor
Bagikan