Merahputih.com - Aroma rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) masih menyisakan sisa perjuangan saat peluit panjang tanda berakhirnya laga kontra Bulgaria berbunyi. Di pinggir lapangan, sosok pria kelahiran Consett, Inggris, tampak menarik napas panjang sembari memandangi papan skor tipis 0-1.
Kekalahan perdana ini menjadi penutup rangkaian FIFA Series 2026 bagi sang juru taktik baru Skuad Garuda sebelum memutuskan menarik diri sejenak dari hiruk-pikuk kamera.
Pelatih timnas Indonesia John Herdman mengungkapkan rencana mengambil istirahat sejenak setelah menyelesaikan dua laga internasional di Jakarta.
Baca juga:
Langkah tersebut menjadi cara terbaik meninjau performa skuad saat mengalahkan Saint Kitts dan Nevis 4-0 serta kekalahan kontra Bulgaria.
"Untuk perbaikan, saya akan meninjau pertandingan dalam dua minggu ke depan. Saat ini saya masih emosional karena kami sangat ingin menang," ujar John Herdman, Selasa (31/3).
Evaluasi Kepala Dingin dan Taktik Lapangan Basket
Keputusan menepi sejenak bertujuan menjaga objektivitas penilaian terhadap kekuatan tim. Mantan pelatih Kanada tersebut enggan berkomentar terlalu jauh dalam kondisi perasaan kurang stabil pasca laga.
"Saya selalu mengatakan, jangan berbicara terlalu banyak saat emosi. Saya perlu mundur sejenak, menilai pertandingan dengan kepala dingin, melihat kekuatan tim terlebih dahulu, hal-hal bisa kami bangun," tambahnya.
Selama persiapan satu minggu, Herdman mencatat kemajuan signifikan terkait fleksibilitas strategi. Pasukan Garuda dinilai mampu menjalankan dua sistem bertahan berbeda hanya dalam waktu singkat. Kemampuan berpindah sistem bertahan dalam dua hari merupakan poin positif guna menjadikan Indonesia tim paling adaptif di Asia saat menghadapi lawan kuat.
Namun, keterbatasan waktu membuat penerapan gaya main belum berjalan maksimal. Guna menyiasati hal tersebut, porsi latihan tambahan dilakukan hingga ke lapangan basket area Gelora Bung Karno demi penguatan pemahaman taktik.
Target Pertajaman Lini Serang Juni Mendatang
Kendala utama terletak pada durasi berkumpul bersama pemain belum ideal. Pengasahan pola serangan serta ketajaman umpan silang menjadi fokus utama pada agenda internasional berikutnya. Minimnya waktu latihan membuat pergerakan di sepertiga akhir lapangan serta timing masuk ke kotak penalti belum berjalan otomatis.
"Kami hanya butuh waktu. Di jeda internasional Juni nanti, saya berharap punya waktu lebih panjang memperkuat pola serangan, pergerakan di sepertiga akhir, timing masuk ke kotak penalti," jelas pelatih berusia 50 tahun itu.
Baca juga:
John Herdman Akan Andalkan Dony Tri Pamungkas dan Beckham Putra di ASEAN Championship 2026
Area penalti lawan sudah sering terjamah, namun penyelesaian akhir tetap menjadi catatan besar bagi staf kepelatihan. John Herdman meyakini kekurangan tersebut akan teratasi melalui sesi latihan lebih panjang pada masa mendatang.
Kualitas umpan silang serta naluri mencetak gol diprediksi meningkat seiring bertambahnya menit bermain di bawah arahannya.

