Joey Jordison Tutup Usia
Joey Jordison meninggal di usia 46. (Foto: Loudwire)
BERITA duka kembali menghampiri dunia permusikan, khususnya di skena musik metal. Joey Jordison, salah satu pendiri sekaligus eks-drummer dari unit metal Slipknot, menghembuskan napas terakhirnya di usia ke-46.
Kabar ini dikonfirmasi oleh perwakilan dari keluarganya, bahwa Joey jordison meninggal dunia ‘dalam tidur tenangnya’ pada Senin (26/7) waktu AS. Namun penyebab kematian masih belum dikonfirmasi, seperti dilansir dari laman Rolling Stone.
Baca juga:
Voice of Baceprot akan Rilis Mini Album ‘The Other Side of Metalism’
“Kematian Joey telah meninggalkan kami dengan hati yang kosong dan perasaan duka yang tak terlukiskan. Kabar ini menjadi pukulan bagi mereka yang mengena Joey, memahami kecerdasannya, kepribadiannya yang lebut, hati yang besar, dan kecintaannya pada semua hal tentang keluarga dan musik,” tulis pernyataan dari perwakilan keluarga Jordison.
“Kami telah meminta kepada teman, penggemar, dan media untuk menghormati kebutuhan kami akan privasi dan ketenangan di saat yang sangat sulit ini,” ungkap pihak keluarga seraya mengonfirmasi untuk mengadakan upacara pemakanan secara pribadi.
Lahir dengan nama lengkap Nathan Jonas ‘Joey’ Jordison pada 26 April 1975 di Des Moines, Iowa, USA. Joey merupakan salah satu pendiri, bahkan orang yang menyarankan nama Slipknot, karena sebelumnya band tersebut bernama Pale Ones dan Meld.
Selama perjalanannya bersama Slipknot, Joey telah bermain di beberapa cd demo dan album debut unofficial bertajuk Mate. Feed. Kill. Repeat pada 1996. Ia telah menghasilkan empat studio album bersama Slipknot, termasuk di antaranya Slipknot (1999), IOWA (2001), Vol. 3: (The Subliminal Verses) (2004), dan All Hope Is Gone (2008).
Baca juga:
Album Tribute ‘The Metallica Blacklist’ Hadirkan 53 Musisi Lintas Genre
View this post on Instagram
Perjalanannya bersama Slipknot berakhir pada Desember 2013. Ia diberhentikan saat band bersiap untuk merekam album 5: The Grey Chapter, album pertama Slipknot sejak kematian bassis Paul Gray pada 2010. Album kelima tersebut juga didedikasikan untuk mendiang Paul Gray.
Selama kariernya sebagai drummer, Joey dikenal dengan gaya bermainnya yang cepat dan presisi terutama dalam permainan double pedalnya.
Pada 2010 ia terpilih sebagai drummer terbaik di dunia versi majalah Rhythm Magazine. Joey menerima 37 persen suara, mengungguli kandidat lainnya, seperti Mike Portnoy dan Neil Peart dari Rush.
Pada 2016 dalam acara Metal Hammer Golden Gods Awards, ia mengungkapkan penyakit saraf yang menyebabkan perpisahannya bersama Slipknot. “Aku benar-benar sakit dengan penyakit mengerikan yang disebut ‘mielitis transversa’. Aku tidak bsia bermain lagi. Itu adalah bentuk ‘multiple sclerosis’ yang tidak aku harapkan,” ucap Joey. (far)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Dunia Musik Indonesia Berduka, Vokalis Element Lucky Widja Tutup Usia karena Sakit
Lirik Lagu 'Close to You/Jauh' dari Reality Club, Punya Makna Mendalam soal Rasa Gelisah
Ameena Hadirkan Lagu Baru 'Cipak Cipuk', Gandeng BaLiTa dan Tampilkan Azura
Arvian Dwi Tuangkan Kisah Cinta Tak Terbalas lewat 'Hatimu Milik Dia', Simak Lirik Lagunya
Febinda Tito Rilis Album 'Terbentur, Terbentur, Terbentur', Kisah Bertahan dari Kegagalan
Lewat Album 'taste', PYC Hadirkan Perjalanan tentang Cinta dan Ketergantungan Emosi
Single Baru no na 'work' Padukan Energi Pop Global dan Ritme Indonesia
Lirik "Big Girls Don’t Cry” dari Fergie, Lagu Kritik Sosial Dibalut Kisah Patah Hati
Primitive Monkey Noose Hadirkan Single 'Panen Raya', Suarakan Identitas Agraris dan Maritim Indonesia
Vadesta Rilis 'Aku Tetep Bali', Kisah Keteguhan Hati untuk Bertahan demi Cinta