MerahPutih.com - Kiper Andorra, Jesus Owono, dilaporkan “berdoa dan menangis” di ruang ganti setelah terlibat dalam insiden benturan dengan penyerang Tenerife, Jesus de Miguel, yang meninggal dunia pada Selasa (3/11) waktu setempat.
Lutut Owono menghantam kepala dan dada De Miguel saat ia berlari keluar dari area gawang untuk menghalau bola lambung di menit akhir pertandingan Segunda Division 2026/27, antara Tenerife dan FC Andorra pada Senin (2/11) lalu.
Beberapa pemain tampak menangis saat Jesus De Miguel terbaring tak bergerak di lapangan, sebelum dilarikan ke rumah sakit.
Baca juga:
Laga Tenerife vs Andorra Berujung Duka, Jesus de Miguel Meninggal usai Benturan Keras di Lapangan
Jesus Owono Terpukul usai Terlibat Insiden yang Tewaskan Jesus de Miguel
Owono pun diganjar kartu merah akibat insiden tersebut, sebelum wasit akhirnya menghentikan pertandingan pada masa tambahan waktu babak kedua.
Marca melaporkan, De Miguel mengalami henti jantung dalam perjalanan menuju rumah sakit dan berhasil disadarkan kembali oleh paramedis.
Striker tersebut dirawat di unit perawatan intensif, dengan kondisi yang digambarkan oleh pihak Tenerife sebagai "stabil dan serius."
Namun, kondisinya memburuk dan ia dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (3/11) pagi waktu setempat.
Baca juga:
9 Tewas dalam Insiden Jet Jatuh di Florida, Ciptakan sebuah Kawah Besar di Tengah Jalan Perumahan
Menurut laporan AS, para pemain Andorra menunjukkan keprihatinan yang mendalam terhadap Owono dalam perjalanan pulang dari Tenerife.
Penjaga gawang asal Guinea Khatulistiwa itu disebut sangat terguncang, setelah ia jatuh tak berdaya di ruang ganti.
Laporan tersebut juga menambahkan, bahwa orang-orang terdekat Owono menggambarkannya sebagai sosok yang penuh perhatian dan sangat baik hati. Ia juga tidak memiliki niat jahat sama sekali.
Sementara itu, akun media sosial Owono telah dinonaktifkan sejak insiden tersebut terjadi.
Insiden Maut Jesus de Miguel dan Jesus Owono Bakal Diselidiki
Jurnalis Ivan Alvarez mengungkapkan kepada radio COPE, bahwa Owono sempat berniat untuk meminta maaf secara langsung kepada keluarga De Miguel sebelum kabar kematiannya tersiar.
Penjaga gawang tersebut diperkirakan akan terhindar dari sanksi pidana. Namun, ia mungkin akan menghadapi sanksi dalam lingkup olahraga.
Pihak pengadilan telah mengonfirmasi, bahwa seorang hakim akan membuka penyelidikan terkait kematian De Miguel.
Sebuah sumber dari pengadilan di Kepulauan Canary mengatakan, insiden antara kedua pemain sepak bola tersebut sebagai "benturan yang tidak disengaja di lapangan permainan."
Setiap kematian yang bukan disebabkan oleh sebab-sebab alami, yang dikategorikan sebagai 'kematian forensik', baik akibat kecelakaan maupun faktor lainnya, secara otomatis memicu penyelidikan yudisial, dan itulah yang terjadi dalam kasus ini.
tulis laporan tersebut
Namun, belum dapat dipastikan apakah pihak keluarga Jesus akan berupaya menempuh jalur hukum pidana terhadap penjaga gawang tersebut.
Owono dikabarkan ingin meminta maaf kepada keluarganya, sebelum memberikan pernyataan apa pun kepada publik.
Baca juga:
Tragedi Maut di Laga Tenerife vs Andorra, Polisi Spanyol Selidiki Kematian Jesus de Miguel
Pasangan Jesus, Maria, dan putri mereka yang berusia satu tahun, Carla, diketahui sedang menyaksikan pertandingan dari tribun saat insiden itu terjadi.
Owono menghabiskan empat tahun di akademi Real Sociedad sebelum berkarier di level senior bersama San Ignacio dan Alaves.
Musim lalu, ia sempat dipinjamkan ke Andorra, kemudian bergabung secara permanen dengan klub tersebut pada musim panas ini.
Pihak Tenerife menyatakan, bahwa mereka merasa sangat terpukul atas kejadian tersebut.
Tidak ada satu pun hal yang dapat mengurangi kesedihan yang mendalam ini.
tulis Tenerife di Instagram
Selain itu, Andorra juga mengungkapkan kesedihan dari kejadian ini. Mereka menulis: “Dengan hati yang hancur, kami ingin menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Jesus de Miguel, kepada seluruh rekan setimnya, teman-temannya, serta kepada CD Tenerife.”
Sementara itu, mantan bek Barcelona, Gerard Pique, yang merupakan pemilik Andorra, mengunggah pesan: “Saya turut berduka dengan segenap jiwa saya. Beristirahatlah dengan tenang, Jesus.” (sof)