MerahPutih.com - Kiper Andorra, Jesus Owono, akhirnya angkat bicara mengenai benturan mengerikan yang ia alami dengan penyerang Tenerife, Jesus de Miguel.
Insiden tersebut berujung pada meninggalnya sang pesepak bola di rumah sakit pada Selasa (3/11) lalu.
Saat laga Tenerife vs Andorra, Owono berlari keluar hingga mendekati garis tengah lapangan untuk menghalau bola. Namun, ia justru terlibat dalam tabrakan yang sangat mengerikan dengan lawannya itu.
Baca juga:
Mengenal Jesus Owono, Kiper Andorra yang Terpukul usai Jesus de Miguel Meninggal Dunia
Jesus Owono Sampaikan Duka Mendalam untuk Jesus de Miguel
Jesus De Miguel ambruk di lapangan setelah mengalami benturan fisik yang parah, kemudian dilarikan ke rumah sakit. Namun, kematiannya diumumkan pada Selasa (3/11) pagi waktu setempat.
Ini adalah hari-hari tersulit dalam hidup saya. Saya kesulitan menemukan kata-kata, dan sangat berat bagi saya untuk mencerna segala hal yang telah terjadi. Saya merasakan kepedihan yang mendalam atas kepergian Jesus. Pikiran saya tertuju padanya, keluarganya, dan semua orang yang menyayanginya.
kata Owono
“Saya tahu akan ada banyak hal yang harus diselesaikan, dan saya akan menghadapi apa pun yang terjadi dengan penuh rasa hormat. Namun saat ini, sejujurnya, saya tidak bisa memikirkan hal lain selain Jesús dan duka yang sedang kami alami. Beristirahatlah dengan tenang, Jesus," tambahnya.
Owono mendapatkan kartu merah setelah insiden yang tidak disengaja itu. Ia pun mulai berjalan meninggalkan lapangan.
Baca juga:
Jadwal La Liga Spanyol Akhir Pekan Ini Terancam Ditunda Total Buntut Tragedi Jesus de Miguel
Namun, ia berbalik arah untuk memeriksa kondisi De Miguel, setelah melihat tim medis bergegas masuk ke lapangan.
Rekan setimnya, Lautaro Spatz, menyampaikan pesan melalui media sosial usai pertandingan untuk memberikan penghormatan kepada De Miguel, sekaligus menunjukkan dukungan bagi Owono yang tengah terpukul.
Saya juga ingin menyampaikan beberapa patah kata kepada rekan setim, penjaga gawang, sekaligus teman saya, yang sangat terpukul atas kejadian ini.
tulis Spatz
“Kami yang mengenalnya tahu seperti apa pribadinya. Kami tahu betapa berat penderitaan yang ia rasakan saat ini, dan ia sama sekali tidak memiliki niat untuk mencelakai siapa pun," tambahnya.
Kondisi Jesus De Miguel Sempat Stabil sebelum Meninggal
Pemain yang jatuh tak berdaya itu dibawa keluar lapangan menggunakan tandu. Ia dilaporkan mengalami henti jantung dalam perjalanan menuju rumah sakit, sebelum akhirnya berhasil disadarkan kembali oleh tim paramedis.
Melalui sebuah kabar terbaru pada Senin (2/11), pihak Tenerife menyatakan bahwa kondisi pemain 30 tahun itu stabil, meskipun kondisinya tergolong sangat serius.
Namun, sebuah pengumuman pada Selasa (3/11) mengungkapkan, bahwa kondisi neurologisnya telah memburuk, yang disusul oleh kabar tragis mengenai kematiannya.
Baca juga:
Tragedi Maut di Laga Tenerife vs Andorra, Polisi Spanyol Selidiki Kematian Jesus de Miguel
Pengadilan Spanyol telah membuka penyelidikan atas kematian tersebut. Namun, Owono diperkirakan akan menghadapi larangan beraktivitas dalam jangka waktu lama, alih-alih sanksi pidana.
Kini, terungkap fakta yang menyayat hati bahwa istri Jesus De Miguel, Maria, beserta putri kecil mereka berada di dalam stadion saat kecelakaan mengerikan itu terjadi.
Pasangan tersebut dikaruniai anak pertama, Carla, yang kini berusia satu tahun, pada musim panas lalu. (sof)