Jelang Pemungutan Suara, Banyak Pemilih Belum Terpenuhi Haknya

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 11 April 2019
Jelang Pemungutan Suara, Banyak Pemilih Belum Terpenuhi Haknya

Ilustrasi DPT Pemilu (Foto: kpu.go.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pemenuhan hak pilih bagi warga negara yang memiliki hak pilih dalam pemilu tahun 2019 ini, menjadi sorotan publik. Penyebabnya, sejak awal pembentukan daftar pemilu melalui pembentukan DPT masih menyisakan berbagai permasalahan terkait pemenuhan hak untuk memilih bagi warga negara Indonesia yang meiliki hak pilih.

Ketua Divisi Pemantauan Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Indah Sulastri mengatakan, setidaknya ada dua hal yang perlu diperhatikan terkait hal tersebut.

"Yakni adanya ketentuan Undang-Undang, serta adanya putusan MK terkait hak pilih tadi," kata Indah kepada wartawan di Jakarta, Kamis (11/4).

Indah melanjutkan, hak untuk memilih merupakan hak dasar warga negara yang merupakan bagian dari hak untuk turut serta dalam penyelenggaran negara, sekaligus sebagai hak untuk menentukan pilihan sebagai representasi kepentingan seluruh warga negara, melalui pemilu dan jajak pendapat.

"Dalam pelaksanaanya KPU dan Bawaslu dibantu oleh pemerintah, dalam melaksanakan amanat untuk melakukan pendaftaran pemilih, mengalami berbagai kendala untuk dapat memastikan sestiap pemili terdaftar dalam daftar pemilih, yang terus mengalami pemutakhiran menjelang hari pemungutan suara," jelas dia.

Ilustrasi DPT Pemilu

Indah menilai, banyak warga negara Indonesia yang berhak memilih namun masih mengalami kendala administrasi untuk melaksanakan hak pilihnya. Misalnya bagi mereka yang bekerja di luar alamat domisili yang tertera dalam e-KTP nya, dan sampai saat ini belum mendapat kepastian untuk mendapatkan hak pilihnya.

"Karena sesuai dengan putusan MK dalam PUU No 20 tahun 2019, tidak masuk dalam kategori sedang melaksanakan tugas, sebuah kondisi yang sebenarnya harus terfasilitasi untuk dapat menggunakan hak pilihnya," imbuh dia.

Khusus untuk Pekerja Rumah tangga (PRT), yang sebagian besar berada di perkotaan dan tak bisa pulang ke alamat asal, karena pertimbangan sosial ekonomi, perlu mendapat perhatian dan perlindungan hak pilih, yang sebagian besar adalah perempuan.

Ia menyebut, seyogyanya KPU memperhatikan putusan MK tahun 2009 tentang hak pilih warga negara Indonesia yang pada intinya menyetakan bahwa hak pilih merupakan hak dasar konstitusional yang tidak boleh dihilangkan oleh karena alasan administrative.

"Dengan demikian maka diharapkan KPU bersama Bawaslu melakukan upaya maksimal agar taka da halangan administrtif untuk memenuhi hak pilih tadi," tandas Indah. (Knu)

#DPT Pemilu 2019 #Pemilu 2019
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Bagikan