JEFF Bezos memutuskan mengakhiri jabatannya sebagai CEO Amazon. Hal tersebut diumumkan oleh pihak perusahaan, Selasa (2/2). Ia mengundurkan diri setelah Amazon meraup pendapatan US$ 100 miliar pada tiga bulan terakhir 2020.
Namun, Bezos tidak sepenuhnya mundur dari Amazon. The Guardian memberitakan pria 57 tahun itu tetap menjabat sebagai ketua eksekutif. Sementara posisi CEO ia serahkan kepada Andy Jassy, Kepala Eksekutif Amazon Web Services (AWS).
Baca juga:
Bezos mendirikan Amazon pada 1994 dan membangunnya menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia. Ia mengumpulkan kekayaan US$ 185 miliar dari Amazon. Awalnya Amazon hanyalah sebuah toko buku online. Kini, perusahaan tersebut berkembang menjadi perusahaan cloud, bahan makanan, elektronik, dan hiburan. Sudah ada 1,1 juta orang bekerja di Amazon.
Menurut Bezos, ia membangun perusahannya dengan usaha keras. "Amazon adalah apa adanya karena penemuan," kata Bezos. Ia juga mengatakan, pendapatan perusahaan yang amat besar merupakan hasil jerih payah jangka panjang.
Bezos mengatakan tidak khawatir dengan masa depan perusahaannya. Menurutnya, meskipun ia tidak menjadi CEO, saat ini Amazon tengah berada dalam posisi puncak. Ia percaya penerusnya sanggup semakin memajukan perusahaan ke depannya.
Lalu apa alasan sebenarya Bezos berhenti jadi CEO? Rupanya ia memiliki minat lain yang membutuhkan banyak waktu. Ia ingin fokus dengan ketertarikannya terhadap penelitian luar angkasa. Ditambah pula dengan kesibukannya di Washington Post.
Baca juga:
Jeff Bezos dan Elon Musk Pecahkan Rekor Kekayaan Baru di Tengah Pandemi
Pengganti Bezos, Andy Jessy memang sudah lama dilirik untuk menggantikan Bezos. Pria 52 tahun itu bersaing dengan Jeff Wilke yang menjalankan bisnis ritel Amazon untuk mendapatkan posisi CEO. Namun, Wilke pensiun tahun lalu.
AWS menyediakan cloud dan penyimpanan untuk pemerintah dan perusahaan seperti McDonald's dan Netflix. AWS menjadi salah satu bisnis terpenting Amazon dengan menyumbang 10 persen dari penjualan pada kuartal terakhir dan 52 persen dari keuntungan perusahaan.
Sementara laba terus melonjak, Amazon menghadapi tekanan dari pekerja yang mengeluhkan perlakuan buruk selama pandemi, dan meningkatkan pengawasan politik terhadap ukuran dan kekuatan bisnisnya, tidak terkecuali di AWS. (ikh)
Baca Juga: