Jay Z Tarik Katalognya dari Spotify
Jay-Z menghadiri "2017 Roc Nation Pre-Grammy Brunch", Sabtu (11/2), di Owlwood, Los Angeles, California. (Foto: forbes.com)
Apakah Sahabat Merahputih termasuk "anak streaming" Spotify? Entahkah Anda menyadarinya atau tidak, beberapa hari terakhir ini ada yang 'hilang' dari aplikasi streaming terpopuler dunia tersebut. Hal itu dirasakan khususnya bagi para fans Jay Z, karena ternyata sang rapper telah menarik banyak lagu dari katalognya di Spotify—padahal selama ini diskografinya selalu tersedia secara luas di platform tersebut.
Jay Z hanya menyisakan beberapa koleksi lagu, seperti pada album kolaborasinya dengan Kanye West, "Watch The Throne". Begitu pula dengan dua album kerja samanya dengan R. Kelly, "The Best of Both Worlds" dan "Unfinished Business", serta album extended play (EP) "Collision Course" bersama Linkin Park. Sementara album kolaborasinya masih dapat didengarkan, album-album studio solo miliknya yang merupakan top-charter telah lenyap.
Jika tujuannya adalah untuk membuat para penggemar merindukan lagu-lagunya, faktanya, album-album studio yang dirilis di awal-awal kemunculannya tidak ia cabut. Album kompilasi "The Hits Collection Volume One" (2010) yang memunculkan lagu-lagu populer—seperti Run This Town, Encore, Izzo (H.O.VA), 99 Problems, dan banyak lagu lainnya yang mungkin akan dirindukan para pendukung setianya—pun masih dapat diputar.
Keengganan terhadap Spotify ini baru untuk Jay, meskipun ia juga memiliki dan menjalankan perusahaan kompetitor raksasa streaming asal Swedia ini. Namun hal ini bisa jadi menunjukkan bahwa legenda hip-hop tersebut mencoba untuk memberikan alasan kepada jutaan penggemarnya untuk setidaknya mengecek aplikasi Tidal milik Jay Z—di mana musik-musiknya masih tersedia. Perusahaan ini telah berjuang sejak peluncurannya beberapa tahun lalu. Mereka hanya memiliki 3 juta pengguna berbayar yang mendaftar, yang tidak ada artinya dibandingkan dengan 50 juta pengguna berbayar di Spotify.
Selain itu, penghapusan sejumlah kontennya juga menjadi cara Jay untuk protes atas skema deretan lagu gratis dan diiklankan di Spotify, yang juga dikomplain oleh sejumlah nama besar di perindustrian musik. Spotify baru-baru ini mengungkapkan bahwa mereka akan mulai windowing beberapa album baru dalam waktu dekat, yang hanya mengizinkan pelanggan berbayar untuk mendengarkannya selama 2 minggu pertama. Namun, Jay Z menganggap itu semua tidak cukup dan ia tidak ingin semua orang dapat mendengarkan karyanya secara gratis.
Dengan menarik banyak karya musiknya dari Spotify, Jay Z seakan mencoba mengatakan kepada dunia bahwa jika mereka ingin mendengarkan lagu-lagu top chart miliknya, mereka harus membayar untuk mendapatkan 'kesenangan' itu.
Anda dapat juga membaca artikel musik dalam negeri di Gita Gutawa Memaknai 'Memang Kenapa Bila Aku Perempuan'.
Bagikan
Berita Terkait
Tak Hadir saat Pemakaman Lucky Widja, Didi Riyadi Ungkap Rasa Kehilangan Mendalam
Fakta Lagu 'Garden (Say It Like Dat)' SZA, Simak Makna Lirik Lengkapnya
Makna Lirik Lagu 'bad enough' Madison Beer, Angkat Kisah Cinta Melankolis
Stereowall Rilis Single 'Sisa Asa': tentang Bertahan, Kehilangan, dan Keteguhan Paling Sederhana
Calvin Jeremy Kembali dengan 'Kita Sama-sama', Kolaborasi Spesial bersama Rio Febrian
Padi Reborn Rilis Single 'To The Sky' sebagai Perayaan 28 Tahun, ini Lirik Lengkapnya
Menilik Kembali Makna Perpisahan dalam Lirik Lagu 'Maaf Ku Salah' Budi Doremi
Viral di TikTok, Lagu 'Kira Kira Dong' Vety Vera Kembali Jadi Sorotan
Makna Rindu dan Perpisahan dalam Lagu “Mendengar Kabar” Milik The Rain, Begini Liriknya
Zeke and The Popo Rilis 'Ghost Circuit', Penanda Album Baru Setelah 10 Tahun Lebih