Jalankan Program Makan Siang Gratis dan Proyek IKN Bersamaan, Prabowo Dihadapkan Pilihan Sulit

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 22 Juli 2024
Jalankan Program Makan Siang Gratis dan Proyek IKN Bersamaan, Prabowo Dihadapkan Pilihan Sulit

Progres Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Senin (12/2/2024) (ANTARA/Bayu Saputra)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PEMERINTAHAN Presiden terpilih Prabowo Subianto di masa depan dihadapkan pada pilihan sulit, yakni antara makan siang gratis dan kelanjutan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan.

Pengamat kebijakan publik Achmad Nur Hidayat menilai Prabowo harus memilih antara kebutuhan dasar seperti makan siang bergizi bagi anak sekolah dan melanjutkan proyek besar seperti IKN yang penuh risiko dan ketidakpastian. “Karena menjalankan keduanya sekaligus kelihatannya tidak mungkin, sehingga pemerintah baru Prabowo harus memilih,” kata Achmad di Jakarta, Senin (22/7).

Achmad mengatakan, bila menjalankan program makan siang dan pembangunan IKN sekaligus, APBN berpotensi defisit lebih besar mencapai 3,45-4,50 persen PDB.

Dengan kondisi defisit tersebut, alokasi sebesar itu tanpa realokasi dari pos lain akan meningkatkan risiko fiskal. “Akibatnya akan memperburuk ketahanan ekonomi nasional dan mengurangi ruang fiskal untuk kebutuhan mendesak lainnya,” ungkap Achmad.

Di sisi lain, proyek IKN makin hari makin menghadapi tantangan besar, termasuk ketidakpastian investasi dari Emaar Properties. Meskipun telah ada kerja sama bilateral yang diteken Presiden Joko Widodo di Uni Emirat Arab (UEA), hingga saat ini belum ada memorandum of understanding (MoU) yang spesifik dengan Emaar Properties.

Hal itu mengisyaratkan bahwa kerja sama tersebut belum pasti dan masih sebatas keinginan investasi, sedangkan due diligence risk belum diukur dengan baik. Ketidakjelasan itu menunjukkan bahwa minat investor masih ragu, menimbulkan ketidakpastian mengenai keberlanjutan proyek IKN.

“Pilihan yang dihadapi pemerintahan baru tidaklah mudah,” ungkap Achmad yang juga pakar kebijakan publik dan Ekonom UPN Veteran Jakarta ini.

Dengan menimbang kepentingan yang lebih besar seperti kesejahteraan anak sekolah serta kebutuhan jangka panjang yang tidak mendesak seperti pembangunan IKN, pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah yang strategis dan bijaksana. “Memastikan kebutuhan dasar seperti makan siang bergizi bagi anak sekolah merupakan investasi dalam sumber daya manusia yang esensial,” tegas Achmad.

Sementara itu, proyek IKN, meskipun ambisius dan berpotensi besar untuk pembangunan jangka panjang, membutuhkan kejelasan dan kepastian investasi untuk memastikan keberlanjutannya. Reputasi janji makan siang gratis yang diusung Prabowo-Gibran Rakabuming Raka dalam pemerintahan 2025 akan menghadapi tantangan besar karena keterbatasan anggaran yang signifikan.

Jika janji makan siang gratis yang sangat dinantikan tidak bisa terpenuhi, skeptisisme publik terhadap janji-janji lain akan meningkat.

“Pilihan itu akan mengancam kepercayaan dan dukungan publik serta investor terhadap pemerintahan baru,” tutup Achmad. (knu)

#IKN Nusantara #Prabowo #Makan Siang Gratis
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Prabowo dan Mas Didit Unggah Foto Bersama Zinedine Zidane dan Putranya di Sela WEF
Presiden juga sempat bertukar obrolan bersama Zidane untuk menanyakan capaian karir Theo di usianya yang menginjak 23 sekarang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Januari 2026
 Presiden Prabowo dan Mas Didit Unggah Foto Bersama Zinedine Zidane dan Putranya di Sela WEF
Indonesia
Di World Economic Forum, Prabowo Pede Dengan Kondisi Ekonomi Indonesia
Optimisme Prabowo didasarkan pada bukti bahwa ekonomi Indonesia masih tetap tangguh di tengah ketidakpastian global.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Januari 2026
Di World Economic Forum, Prabowo Pede Dengan Kondisi Ekonomi Indonesia
Indonesia
Gabung di Dewan Perdamaian Ala Trump, Komisi I DPR Bakal Minta Penjelasan Pemerintah
Peran Indonesia dalam Dewan Perdamaian harus bersifat substantif, bermakna, dan independen, bukan simbolik, serta tidak bertentangan dengan sikap resmi Indonesia yang selama ini menolak segala bentuk penjajahan
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Januari 2026
Gabung di Dewan Perdamaian Ala Trump, Komisi I DPR Bakal Minta Penjelasan Pemerintah
Indonesia
Pidato Prabowo di World Economic Forum Diharapkan Bisa Bawa Investasi
Dengan kehadiran Presiden, Indonesia mendapatkan investasi yang bagus dan banyak supaya bisa berkembang bersama dalam segi sumber daya manusia.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Januari 2026
Pidato Prabowo di World Economic Forum Diharapkan Bisa Bawa Investasi
Indonesia
Presiden Bakal Kenalkan Prabowonomics di World Economic Forum
Dalam paparan tersebut, Presiden Prabowo juga akan membahas mengenai capaian-capaian yang telah diraih Pemerintah dalam satu tahun masa pemerintahan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Januari 2026
Presiden Bakal Kenalkan Prabowonomics di World Economic Forum
Indonesia
Presiden Prabowo Bakal Pidato Khusus di World Economic Forum
World Economic Forum merupakan pertemuan tingkat dunia yang rutin digelar tiap tahun sejak 1971 di Davos, Swiss.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Januari 2026
Presiden Prabowo Bakal Pidato Khusus di World Economic Forum
Indonesia
Prabowo Janji Bangun 10 Kampus Baru Gunakan Bahasa Inggris Jadi Pengantar
Kerja sama pendidikan dengan kampus terkemuka di Inggris ini, kata Teddy, diharapkan dapat meningkatkan peringkat universitas Indonesia di dunia.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Januari 2026
Prabowo Janji Bangun 10 Kampus Baru Gunakan Bahasa Inggris Jadi Pengantar
Indonesia
Kerja Sama Maritim Indonesia - Inggris Bakal Serap 600 Ribu Pekerja
Inggris menyepakati pembuatan kapal tangkap ikan untuk nelayan sebanyak 1.582 unit.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Januari 2026
Kerja Sama Maritim Indonesia - Inggris Bakal Serap 600 Ribu Pekerja
Indonesia
Ditemani Jajaran Konglomerat Indonesia, Presiden Prabowo Bertemu Pengusaha Inggris
Sesi working lunch itu berlangsung selama lebih dari sejam. Seluruh pertemuan dan pembicaraan di dalam ruangan berlangsung tertutup untuk wartawan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Januari 2026
Ditemani Jajaran Konglomerat Indonesia, Presiden Prabowo Bertemu Pengusaha Inggris
Indonesia
Prabowo Senang Dialog Pendidikan Dengan Russell Group Yang Menaungi 24 Universitas Riset Produktif
Selain menyoroti kerja sama pendidikan, Prabowo juga menilai sejumlah pertemuan di bidang ekonomi berlangsung positif.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Januari 2026
Prabowo Senang Dialog Pendidikan Dengan Russell Group Yang Menaungi 24 Universitas Riset Produktif
Bagikan