MerahPutih.com - Kehadiran Iran di Piala Dunia 2026 kini masih belum pasti. Ajang yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada itu, hanya menyisakan 100 hari lagi sebelum dimulai.
Namun, partai bergengsi ini harus dinodai oleh konflik militer yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan beberapa negara di Teluk Persia.
Iran sendiri sudah memastikan kualifikasi dan menjadi salah satu dari 42 tim yang lolos ke Piala Dunia 2026. Iran tergabung dalam Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.
Namun, partisipasi Iran di Piala Dunia 2026 menimbulkan sejumlah pertanyaan. Jika tetap ikut berpartisipasi, maka tim tersebut dijadwalkan memainkan dua pertandingan di Los Angeles dan satu pertandingan di Seattle.
Dampak jika Iran Mundur dari Piala Dunia 2026
Menurut peraturan FIFA di Piala Dunia 2026, khususnya Pasal 6 di bawah judul “Pengunduran diri, pertandingan tidak dimainkan, pertandingan dibatalkan dan penggantian,” tim nasional mana pun yang mengundurkan diri dari kompetisi akan menghadapi hukuman finansial dan sanksi olahraga tambahan.
Pasal 6.2 dari peraturan tersebut menyatakan: “Jika sebuah asosiasi peserta mengundurkan diri dari Piala Dunia FIFA 2026 selambat-lambatnya 30 hari sebelum pertandingan pertama kompetisi final, Komite Disiplin FIFA akan menjatuhkan denda minimum sebesar 275.000 euro (Rp 5,4 miliar).” Jika pengunduran diri terjadi dalam 30 hari terakhir sebelum turnamen dimulai, hukumannya meningkat: “Jika sebuah asosiasi peserta mengundurkan diri dalam 30 hari sebelum pertandingan pertama kompetisi final, Komite Disiplin FIFA akan menjatuhkan denda minimum sebesar 550.000 euro (Rp 10,8 miliar).”
Sanksi finansial bukanlah satu-satunya konsekuensi bagi Iran jika menarik diri. Peraturan tersebut menambahkan, bahwa peserta yang menarik diri pada tahap apa pun dari Piala Dunia 2026 wajib mengembalikan semua dana yang diterima dari FIFA untuk persiapan timnas serta kontribusi terkait kompetisi yang diterima dari FIFA.
Jika sebuah asosiasi peserta tidak diterima di Piala Dunia 2026, dikeluarkan, atau menarik diri setelah kompetisi dimulai, maka Komite Disiplin FIFA dapat menjatuhkan tindakan disiplin tambahan.
Mereka bisa mempertimbangkan waktu penarikan atau pengeluaran, keseriusan pelanggaran yang menyebabkan ketidakikutsertaan atau pengeluaran, faktor-faktor yang meringankan, hingga keadaan relevan lainnya.
Siapa yang Bisa Gantikan Iran di Piala Dunia 2026?
Delapan tim Asia sudah memastikan lolos ke Piala Dunia 2026. Negara-negara yang telah mengamankan tempatnya adalah Arab Saudi, Australia, Qatar, Korea Selatan, Uzbekistan, Jepang, dan Yordania, bersama Iran.
Jika Iran pada akhirnya tidak ikut, maka penggantinya hampir pasti akan berasal dari konfederasi yang sama.
Irak merupakan tim Asia yang saat ini berada di Playoff Interkontinental B, yang menawarkan satu tempat tambahan di Piala Dunia 2026.
Irak akan menghadapi pemenang pertandingan Bolivia vs Suriname dalam pertandingan playoff untuk memperebutkan tempat di turnamen musim panas ini.
Secara logis, jika Irak gagal lolos melewati jalur tersebut, maka mereka akan menjadi kandidat terkuat untuk menggantikan Iran. Sebab, Irak adalah tim AFC yang melaju paling jauh di babak kualifikasi tanpa mengamankan tempat.
Kandidat potensial lainnya adalah Uni Emirat Arab (UEA), yang kalah dari Irak di babak final play-off.
Skenario lain yang mungkin terjadi adalah jika penarikan Iran terjadi sebelum play-off antarbenua. Dalam hal ini, Irak dapat langsung masuk ke Piala Dunia 2026, sementara UEA mungkin menggantikan posisi Irak di play-off. Namun, jangka waktu untuk solusi seperti itu mungkin sangat singkat.
Saat ini, partisipasi Iran dalam Piala Dunia 2026 masih belum pasti. Pendukung Iran bahkan sulit bepergian untuk menyaksikan timnasnya.
Pendukung asal Iran juga dilarang masuk ke Amerika Serikat saat Piala Dunia 2026, setelah negara tersebut termasuk di antara 19 negara yang terkena dampak pembatasan perjalanan yang diumumkan oleh pemerintahan Trump pada Juni 2026 lalu. (sof)