Investor Makin Bervariasi, Industri Film Indonesia Diharapkan Pulih
Perfliman Indonesia makin dilirik dunia. (Foto: Unsplash/Jon Tyson)
SEIRING berjalannya waktu, industri perfilman Indonesia mulai pulih dengan rilisnya beberapa film di bioskop. Tak hanya itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menilai investor pada film yang diproduksi anak bangsa semakin bervariasi dan diharap dapat mendorong pertumbuhan film Indonesia.
“Saat ini mulai banyak investor yang melakukan pool of fund. Dengan hal semacam itu bisa dilihat investor semakin bervariasi dan terlihat juga makin banyak yang ingin menjadikan film Indonesia sebagai alat untuk berinvestasi,” kata Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Fadjar Hutomo mengutip ANTARA.
Fadjar mengatakan variasi investor yang berkembang biak tidak hanya dari sektor swasta saja tapi juga berasal dari lembaga-lembaga pemerintahan. “Kami tentu berbesar hati karena dengan itu artinya dapat membawa film Indonesia ke arah yang lebih baik,” kata Fadjar.
Baca juga:
Tayang di IGTV, Film Pendek 'Crazy Fast Indonesian' Curi Perhatian Warganet
Ia memberikan contoh seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjadi investor sineas Indonesia agar bisa membantu mereka menyampaikan pesan bagi masyarakat menghindari kegiatan korupsi.
Selain itu ia juga mencontohkan pada 2019, Polri membuat festival untuk film-film bertema kepolisian. Film Indonesia tidak hanya menjanjikan sebagai produk investasi, tapi ada juga manfaat lain seperti menggali potensi dari para anggota kepolisian yang tertarik dengan karya sinematik.
Saat ini, investor masih cenderung tersentralisasi di Pulau Jawa dan diharapkan para investor juga bisa mulai melirik potensi di wilayah-wilayah lainnya di Indonesia.
“Diharapkan hal itu dapat terus berkembang, termasuk ke daerah-daerah lain selain di Jakarta. Karena potensi perfilman Indonesia di daerah perlu ditonjolkan. Maka dari itu tugas kita mendorong ekosistem perfilman yang merata hingga ke daerah,” tutur Fadjar.
Baca juga:
Kolaborasi antara pemerintah dengan para sineas di Indonesia diharapkan juga bisa mendorong semakin tertariknya investor baru untuk mendanai proyek yang menonjolkan kreativitas itu.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, juga mengapresiasi kerja keras pelaku ekonomi kreatif nasional, khususnya subsektor film yang tetap produktif dan kreatif berkarya meski di masa pandemi.
“Saya mengapresiasi bakal hadirnya film (animasi) ini. Saya yakin dengan kualitas yang terus ditingkatkan, suatu saat film-film berkualitas seperti Nussa ini akan membanggakan nama Indonesia di dunia,” tutup Sandiaga. (and)
Baca juga:
Kemenparekraf Gaungkan Kesadaran Akan Protokol Kesehatan Lewat Kampanye Indonesia Care
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
The RIP Netflix: Kisah Polisi dan Uang Haram
HBO Max Manajakan Penonton dengan Film Blockbuster dan K-Drama Eksklusif, Cek Daftarnya
Monster Pabrik Rambut Tayang Perdana di Berlin Film Festival, Intip Sinopsisnya
'Godzilla Minus Zero', Film Sekuel Pemenang Oscar Siap Guncang Bioskop November 2026
Netflix Garap Serial Live-Action 'Scooby-Doo', Hadir dengan Nuansa Lebih Gelap dan Dewasa
‘KPop Demon Hunters’ Sukses Dapat Sorotan di Golden Globe, Ahn Hyo-seop Kecipratan Ngetop di AS
Sukses Besar di Awal Tahun, Film Korea 'Once We Were Us' Kuasai Box Office
‘KPop Demon Hunters’ Menang 2 Golden Globes, Buka Peluang Besar untuk Berlaga di Oscar
Timothee Chalamet Kalahkan Leonardo DiCaprio di Golden Globes 2026, Bekal Positif ke Academy Awards
Daftar Pemenang Golden Globes 2026, Timothee Chalamet Raih Penghargaan Aktor Terbaik dan ‘KPop Demon Hunters’ Bawa Pulang 2 Piala