MerahPutih.com - Gelandang Inter Milan, Nicolo Barella mengakui bahwa Bodo/Glimt pantas lolos ke babak 16 besar Liga Champions,
Setelah timnya kalah agregat 5-2, Barella mengungkapkan bahwa target Inter selanjutnya adalah meraih Scudetto. Ambisi itu merupakan tujuan Nerazzurri sejak awal.
Nerazzurri tahu mereka membutuhkan sesuatu yang istimewa untuk membalikkan kekalahan 3-1 di leg pertama di Norwegia. Namun, mereka merasa bahwa hal itu sepenuhnya berada dalam kemampuannya untuk melakukan comeback di San Siro.
Baca juga:
Kejutan di Liga Champions, Inter Milan Gagal Lolos 16 Besar usai Disingkirkan Bodo/Glimt
Meskipun mendominasi penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang, Inter tumpul dalam serangan dan melakukan kesalahan fatal dalam pertahanan. Apalagi, ketika Manuel Akanji yang memberikan gol pembuka kepada Jens-Petter Hauge.
Hakon Evjen menambahkan gol kedua, kemudian Alessandro Bastoni hanya mencetak gol hiburan dari sepak pojok, sehingga Inter harus tersingkir dengan agregat 5-2.
Nicolo Barella Akui Inter Milan Tampil Buruk saat Lawan Bodo/Glimt
“Kami kebobolan gol karena kesalahan individu, itu terjadi dalam sepak bola, tetapi hal tersulit adalah memecah kebuntuan dan kami tidak melakukannya. Bodo pantas mendapatkan ucapan selamat, mereka mengalahkan kami di kandang dan tandang, jadi jelas mereka pantas lolos,” kata Barella.
Inter telah menjadi perwakilan terbaik Italia di Eropa dalam beberapa tahun terakhir. Mereka juga mencapai final Liga Champions sebanyak dua kali dalam tiga musim terakhir di bawah asuhan Simone Inzaghi.
Namun, mereka belum pernah tersingkir sedini ini sejak Antonio Conte gagal melewati babak penyisihan grup pada musim 2020/21. Namun, saat itu mereka mendapat akses ke Liga Europa, sementara ini adalah akhir dari kampanye kontinental mereka.
Baca juga:
Insiden Suar di Liga Champions, Barcelona Kena Denda Rp 605 Juta dari UEFA
“Ada kekecewaan karena kami tidak pernah menyembunyikan keinginan kami untuk bersaing di setiap turnamen. Kami berusaha, mereka bermain lebih baik, tetapi inilah perbedaannya ketika Anda tidak lolos dengan selisih satu poin karena mereka memberikan penalti pada menit ke-90. Tanpa itu, kami akan menghindari dua pertandingan dan perjalanan ke Norwegia, tetapi inilah Liga Champions yang baru," ujarnya.
Kini, mereka harus fokus pada Serie A, karena sedang unggul 10 poin di puncak klasemen. Lalu, Inter juga akan menjalani semifinal Coppa Italia melawan Como.
“Pikiran kami adalah untuk melaju hingga final di setiap kompetisi, yang telah kami lakukan secara konsisten selama bertahun-tahun,” tambah Barella. (sof)