Merahputih.com - Inter Milan berhasil mencatatkan rekor gemilang dari segi finansial yakni dengan meraup pendapatan sebesar 450 juta Euro atau sekitar Rp 8,6 Triliun pada Maret 2026, yang memicu optimisme manajemen untuk mencatatkan saldo positif pada laporan keuangan penutup buku Juni mendatang.
Lonjakan pendapatan ini dipicu oleh performa impresif tim asuhan Cristian Chivu di kompetisi domestik dan Eropa, serta strategi pemasaran yang efektif di San Siro.
Baca juga:
Pencapaian luar biasa ini menunjukkan stabilitas ekonomi yang menjadi prioritas utama bagi para pemegang saham Nerazzurri.
Selain pemasukan dari tiket pertandingan, kesepakatan sponsor baru memberikan kontribusi besar yang memperkuat posisi tawar klub di pasar internasional.
"Stabilitas ekonomi menjadi prioritas utama bagi pemilik saham. Angka 450 juta Euro ini mencerminkan strategi pemasaran yang sangat efektif dari seluruh elemen manajemen," ujar Presiden Inter Milan dalam keterangan resminya.
Target utama manajemen saat ini adalah memastikan laporan keuangan pada Juni 2026 berakhir dengan saldo positif. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya krusial agar juara bertahan Serie A tersebut terhindar dari sanksi Financial Fair Play (FFP).
Baca juga:
Hasil Semifinal Coppa Italia: Inter Milan Imbang 0-0 di Kandang Como
Dengan struktur utang yang mulai berkurang, manajemen kini memiliki ruang gerak lebih luas dalam menyusun anggaran tim.
Keberhasilan finansial ini menjadi fondasi kuat bagi masa depan klub yang identik dengan warna biru-hitam tersebut.
Kondisi keuangan yang sehat memberikan kepercayaan diri bagi manajemen untuk berburu pemain bintang pada bursa transfer musim panas mendatang demi menjaga daya saing di level tertinggi.