MerahPutih.com - Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu mengatakan, bahwa dia sudah tercatat dalam buku sejarah klub sebagai pemain yang meraih Treble.
Lalu, ia mencoba mengambil pelajaran dari pengalaman itu bersama Inter sebagai pelatih.
Chivu memenangkan Treble bersama Inter saat masih menjadi pemain pada 2010 silam. Ia memulai karier kepelatihannya di akademi muda klub, yakni tempat ia bekerja dengan Francesco Pio Esposito.
Namun, Chivu bukanlah pilihan pertama untuk pekerjaan itu. Menurut laporan, mereka pertama kali mendekati Cesc Fabregas. Namun, pelatih asal Rumania itu kini berhasil mengamankan Scudetto ke-21 mereka.
Baca juga:
Cristian Chivu Tercatat dalam Sejarah Inter Milan
Ketika diberitahu bahwa namanya telah tercatat dalam buku sejarah Inter, ia menjawab dengan humor yang biasa.
“Saya rasa saya sudah pernah tercatat sebelumnya,” kata Chivu sambil tersenyum di DAZN Italia.
“Saya telah melakukan beberapa hal sebagai pemain. Tapi saya senang untuk para pemain ini, untuk klub ini, untuk para penggemar luar biasa yang mendukung kami sejak awal."
Ia juga bercerita, bahwa para pemainnya sudah bekerja keras meskipun mendapat ejekan dan penghinaan dari para suporter.
“Saya tidak akan menceritakan seluruh narasi dari musim lalu, ejekan dan penghinaan terhadap kelompok ini, tetapi para pemain telah melakukan yang terbaik untuk bekerja keras, bangkit kembali, dan menemukan apa yang dibutuhkan untuk musim kompetitif yang baru," tambahnya.
Baca juga:
Robert Lewandowski Mau Cabut dari Barcelona, Juventus dan AC Milan Siap Bergerak
Inter mengakhiri musim lalu tanpa gelar dan menyaksikan Simone Inzaghi pergi sebelum Piala Dunia Antarklub 2025. Lalu, mereka mendatangkan Chivu setelah hanya beberapa minggu melatih Parma.
Sedikit yang memperkirakan ia berhasil mengunci gelar Serie A dengan tiga pertandingan tersisa dan berpotensi meraih gelar ganda. Hal itu mengingat mereka akan menghadapi Lazio di Final Coppa Italia pada 13 Mei 2026.
“Untuk apa yang diwakili klub ini, adalah tugas kami untuk bersaing. Ada pasang surut, musim ini adalah maraton, dan kami adalah tim yang paling konsisten secara keseluruhan, bahkan setelah kalah beberapa pertandingan, karena kami selalu berhasil bereaksi dan bangkit kembali,” tambah Chivu.
Hasil imbang melawan Parma sebenarnya sudah cukup, tetapi Inter tampil lebih baik dengan kemenangan 2-0 berkat gol Marcus Thuram dan Henrikh Mkhitaryan yang memanfaatkan assist Lautaro Martinez.
Baca juga:
Juventus Siapkan Mega Transfer! Robert Lewandowski dan Bernardo Silva Masuk Daftar Belanja
Cristian Chivu Pilih Merokok saat Inter Milan Rayakan Scudetto
Namun, Chivu tampak menghilang ke terowongan stadion setelah peluit akhir berbunyi.
“Saya pergi merokok, saya punya beberapa kebiasaan buruk, maaf soal itu. Tapi ya, mereka pantas mendapatkannya, begitu juga klub, yang selalu berusaha menghibur dan mendukung kami di saat-saat sulit," jelasnya.
“Saya orang yang tidak biasa, saya harus berbicara pada diri sendiri di saat-saat antara hidup dan mati, jadi saya kehilangan ego saya saat itu. Saya tidak merasa perlu berbicara tentang diri saya sendiri,” jawab Chivu.
Chivu kini berhasil memenangkan Scudetto sekaligus melawan pelatih senior di Serie A, seperti Antonio Conte, Massimiliamo Allegri, dan Luciano Spalletti.
“Mereka adalah pelatih hebat dan saya hanya bisa belajar dari mereka. Saya akan terus belajar dari mereka, para pelatih muda seperti saya hanya bisa terus belajar,” pungkas Chivu. (sof)