SAAT mengalami keluhan pada rekening, kita biasanya langsung menghubungi customer service lewat telepon, pesan pribadi, atau langsung datang ke kantor. Di saat seperti ini, pasti kita diminta menyebutkan beberapa identitas pribadi dan terkadang mengisi formulir, kan?
Nah, melalui inovasi layanan perbankan Model Branch, maka hal itu jadi tidak perlu lagi dilakukan. Model Branch adalah sebuah konsep pelayanan paperless. Setiap nasabah yang datang ke kantor cabang perbankan hanya perlu membawa kartu ATM serta ponsel mereka. Cara ini merupakan langkah untuk mendukung kampanye ramah lingkungan yang kini banyak disosialisasikan.
Baca Juga:
Semua Makin Bisa Bertransaksi Mobile Banking melalui 6 Fitur Ini
Lalu, apa bedanya inovasi konsep Model Branch dengan pelayanan perbankan secara daring? Model Branch tetap menghadirkan banker atau customer service secara fisik di kantor. Sisi personal dan humanisme ini dianggap penting. Sebab, tidak semua pelanggan atau pengguna senang berinteraksi hanya dengan robot atau mesin. Kehadiran banker juga memberikan rasa mengayomi pada customer karena mereka bisa langsung membantu ketika terjadi kendala saat customer tadi datang ke kantor.
Karena menggabungkan antara konsep digital dan fisik, konsep Model Branch memiliki beberapa keunggulan utama yang memudahkan pengguna dalam bertransaksi atau melakukan urusan finansial.
Pertama, ada cash withdrawal atau penarikan uang tunai. Pada banyak kantor bank, penarikan uang tunai biasanya disertakan dengan pengisian formulir kertas lebih dulu dan membawa sejumlah persyaratan lain. Model Branch hanya mewajibkan nasabah untuk datang dengan kartu ATM untuk bisa menarik uang hingga Rp 100 juta rupiah. Nasabah hanya perlu melakukan konfirmasi kepada bank lebih dulu.
"Nanti akan keluar identifikasi nomor telepon yang terdaftar di dalam sistem (saat ATM digesekkan)," ungkap Regional Head PermataBank Verry Setiawan, Kamis (22/9).
Baca Juga:
Mobile Banking, Jawaban Transaksi Keuangan Aman saat Pandemi
Setiap kartu ATM nasabah sudah terdata secara sistem beserta nomor ponsel mereka. Oleh sebab itu, saat nasabah datang ke bank, mereka hanya perlu menggesek kartu seperti di mesin EDC atau melakukan scan dari aplikasi mobile banking. Banker akan langsung mengenali nasabah tersebut dan mengirimkan nomor antreannya melalui pesan di WhatsApp. Jika nomor yang digunakan tidak lagi aktif atau tidak tehubung dengan WhatsApp, nasabah bisa melakukan identifikasi identitas dan konfirmasi kepada customer service.
Lalu, ada call center. Meski namanya terdengar umum, tetapi call center di konsep Model Branch ini menggunakan sistem pengenalan individu dengan bantuan teknologi artificial inteligence (AI). Teknologi AI membantu sistem bank untuk mengetahui siapa yang menelepon dan seperti apa latar belakangnya. Dengan cara ini, banker akan bisa memproses keinginan nasabah tanpa bertanya lebih jauh mengenai identitas sang nasabah.
Kemudahan teknologi ini juga didukung dengan sistem data terpusat dan VPN. Maksudnya, setiap banker hanya bisa mengakses data pusat bank dan nasabah menggunakan sistem jaringan tertutup di dalam kantor. Jika memang pegawai harus bekerja di luar kantor, mereka akan diberikan fasilitas VPN personal yang menjaga agar data bank dan nasabah tetap aman meski di ruang publik. Hal ini memungkinkan banker untuk bisa melayani nasabah dengan baik kapan pun dan di mana pun.
"Iya jadi semua sistem dan pelayanan itu sudah bisa diakses dengan VPN saat berada di luar kantor," jelas Verry kepada Merahputih.com.
Berbicara tentang pelayanan dan user experience, konsep Model Branch ini juga menyatukan seluruh tampilan (user interface) dari aplikasi-aplikasi perbankan. Meski setiap aplikasi yang dihadirkan itu berbeda, tetapi dasar, tema, font, dan tata letaknya tetap sama. Hal ini memudahkan setiap pengguna dari berbagai generasi bisa mendapatkan pengalaman yang sama meski membuka aplikasi yang berbeda. (mcl)
Baca Juga:
Nina Zatulini Pilih Mobile Banking untuk Penuhi Kebutuhan Harian