Inggris Juarai Turnamen Sepak Bola Putri Setelah Puluhan Tahun Kecewa

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Agustus 2022
Inggris Juarai Turnamen Sepak Bola Putri Setelah Puluhan Tahun Kecewa

Inggris mengalahkan Jerman dalam final Euro Puti 2022 di Stadion Wembley, London, Inggris, 31 Juli 2022. (REUTERS/MOLLY DARLINGTON)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Inggris akhirnya menjuarai turnamen sepak bola putri untuk pertama kalinya setelah puluhan tahun dilanda dilanda kekecewaan.

Gol babak perpanjangan waktu yang dibuat Chloe Kelly memastikan Inggris menang 2-1 atas Jerman dalam final Piala Eropa Putri di Wembley pada Minggu (31/7) waktu setempat.

Baca Juga:

Teleskop Terbesar di Inggris Tayangkan Gambar Angkasa Luar

Di hadapan 87.192 penonton yang menjadi rekor jumlah penonton terbanyak sepanjang masa dalam sebuah Piala Eropa, Kelly mencetak gol dari tendangan jarak dekat untuk mengakhiri 56 tahun penantian Inggris dalam menjuarai Piala Dunia atau Euro.

Kelly berhasil pulih dari cedera ligamen anterior pada waktunya untuk bisa bermain dalam turnamen ini. Dia juga mengubah dirinya menjadi pahlawan untuk bangsanya setelah berada di tempat yang tepat untuk menerkam bola ketika Jerman gagal menyapu sebuah tendangan sudut pada menit ke-110.

Pemain sayap Manchester City itu melepas kostumnya saat selebrasi gol yang mengingatkan orang kepada aksi serupa yang dilakukan Brandi Chastain saat mencetak gol penalti kemenangan Amerika Serikat dalam final Piala Dunia 1999.

"Sungguh mimpi yang terwujud ketika seorang gadis cilik menyaksikan sepak bola putri," kata Kelly, yang sejenak menghentikan wawancara pasca-pertandingan untuk ikut menyanyikan lagu "Sweet Caroline" bersama penonton dan rekan-rekan satu timnya.

Inggris sudah bersiap menyambut kemenangan pada menit ke-90 ketika sontekan pemain pengganti pengganti Ella Toone menaklukkan kiper Jerman Merle Frohms sekaligus membawa tuan rumah unggul.

Jerman tampil dengan daya tahan yang luar biasa untuk bangkit kembali saat Lina Magull menyamakan kedudukan 11 menit menjelang pertandingan usai.

Keberuntungan tidak memihak Jerman yang kehilangan kapten dan pencetak gol terbanyak Alexandra Popp karena cedera otot saat pemanasan.

Sebaliknya Inggris diselimuti keberuntungan setelah 12 bulan tim putranya kalah adu penalti dari Italia dalam final Euro 2020.

Manajer timnas Inggris Sarina Wiegman kini menjadi pelatih yang meraih dua gelar juara Euro Putri setelah juga memimpin Belanda juara lima tahun lalu.

"Pertandingan yang sangat ketat, memang ada sedikit pertarungan di sana, tapi siapa peduli, kami menang 2-1," kata Wiegman.

Di bawah asuhan Wiegman, Inggris tidak terkalahkan dalam 20 pertandingan tetapi harus berjuang sampai akhir oleh juara Euro Putri delapan kali kendati kehilangan Popp.

Striker Wolfsburg yang melewatkan Euro Putri 2013 dan 2017 karena cedera itu mencetak enam gol dalam lima pertandingan sebelum final.

Meskipun kehilangan pencetak gol utamanya dan menghadapi atmosfer tidak bersahabat di Wembley, Jerman tetap menjadi ancaman dan nyaris membuka skor pada awal babak kedua ketika tendangan Magull melebar dari gawang Inggris.

Selain mengakhiri penantian 56 tahun menjuarai sebuah turnamen besar sepak bola setelah tim putranya menjuarai Piala Dunia 1966, timnas putri Inggris juga menjadi negara kelima yang menjuarai Piala Eropa putri. Jerman menjadi negara yang paling sering menjuarai turnamen yang diadakan sejak 1984 itu.

Baca Juga:

Pabrikan Otomotif Inggris dan Korea Kolaborasi dalam Dunia Penerbangan

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More
Bagikan