Indonesian Dance Festival 2026 Tinggalkan Jejak bagi Ekosistem Tari Kontemporer Indonesia

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 03 November 2026
Indonesian Dance Festival 2026 Tinggalkan Jejak bagi Ekosistem Tari Kontemporer Indonesia

Indonesian Dance Festival (IDF) 2026. (Foto: IDF)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Indonesian Dance Festival (IDF) 2026 tidak sekadar menjadi panggung pertunjukan seni, tetapi juga menghadirkan ruang perjumpaan, pertukaran gagasan, dan pengembangan ekosistem tari kontemporer Indonesia. Melalui tema Underlying Drift – Yang Bergeser di Kedalaman, festival ini mengajak publik merawat budaya dan ingatan melalui tubuh sebagai medium bercerita.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada 1992, IDF konsisten menjadi ruang bagi seniman lintas generasi untuk mengembangkan praktik artistik sekaligus mempertemukan berbagai perspektif budaya. Perjalanan panjang tersebut tidak terlepas dari kerja kolektif tim kuratorial, produksi, teknis, serta dukungan mitra lokal maupun internasional.

Salah satu pendiri IDF sekaligus Yayasan Loka Tari Nusantara (YLTN), Nungki Kusumastuti, menegaskan bahwa keberlangsungan festival membutuhkan konsistensi dan kerja bersama.

Menjaga keberlangsungan festival bukan hanya tentang memastikan IDF terus hadir setiap dua tahun, tetapi juga merawat ruang bagi seniman untuk berkarya, bertemu, dan mengembangkan praktiknya. Semoga IDF dapat terus mendukung pertumbuhan ekosistem tari kontemporer Indonesia bagi generasi berikutnya,

Salah satu pendiri IDF sekaligus Yayasan Loka Tari Nusantara (YLTN), Nungki Kusumastuti.

IDF 2026 Hadir dengan Tema Underlying Drift

Penyelenggaraan tahun ini menjadi gelaran IDF ke-18. Melalui tema Underlying Drift – Yang Bergeser di Kedalaman, festival tersebut menghadirkan beragam perspektif artistik yang berangkat dari pengalaman personal, ingatan, identitas, hubungan manusia dengan lingkungan, hingga dinamika sosial dan budaya.

Berbagai gagasan tersebut dihadirkan melalui program KAMPANA dan BENTANG yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan festival.

Sebagai agenda kebudayaan dua tahunan, IDF 2026 tidak hanya menyuguhkan pertunjukan tari. Festival ini juga menghadirkan lokakarya, bincang tari, serta program artistik yang mempertemukan seniman, koreografer, kurator, dan publik dari Indonesia maupun mancanegara.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperluas dialog sekaligus mendorong pertukaran pengetahuan di antara para pelaku seni.

Baca juga:

'Night Shift for Cuties' Hadirkan Kolaborasi Indonesia-Korea, dari Musik hingga Koreografi

Deretan Karya Koreografi Seniman Lokal dan Internasional

Rangkaian pertunjukan IDF 2026 dibuka dengan karya Hartati berjudul Waktu Paruh. Selama festival berlangsung, panggung IDF diisi berbagai karya koreografi dari seniman lokal maupun internasional dengan pendekatan artistik yang beragam.

Sejumlah karya yang ditampilkan dalam festival ini meliputi:

  • Reality oleh Soy Chanborey.
  • Tetuha Halimawong oleh Ahmad Susantri.
  • Menstruation Sumo Dance oleh tim chiipro.
  • New Fieldwork oleh Yuka Uchida.
  • Sea-Ghosts oleh Natalie Quan Yau Tso.
  • KONJO: Becoming Otherwise oleh Densiel Lebang.

Selain pertunjukan, IDF 2026 juga menyediakan ruang diskusi untuk membahas berbagai persoalan dalam praktik seni dan kehidupan para seniman.

Salah satu sesi utama yang dihadirkan adalah Making, in Her Own Rhythm: Art, Work, Care, and a Life in Practice. Diskusi ini menghadirkan Hartati, Densiel Lebang, dan Nanako Matsumoto, dengan Keni Soeriaatmadja sebagai moderator.

Pembahasan dalam sesi tersebut menyoroti dinamika praktik artistik perempuan, termasuk perubahan tubuh, beban pekerjaan, serta berbagai tantangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Baca juga:

Mengenal Keindahan Tari Jepin, Identitas Budaya Masyarakat Tidung di Bumi Kaltara

IDF Menjadi Ruang Pertemuan Berbagai Perspektif

Direktur IDF 2026, Ratri Anindyajati, menjelaskan bahwa festival ini dirancang bukan hanya untuk menghadirkan pertunjukan, tetapi juga menciptakan ruang pertemuan bagi orang-orang dengan latar belakang dan pengalaman hidup yang berbeda.

Bagi kami, Indonesian Dance Festival bukan hanya tentang menghadirkan pertunjukan, tetapi juga menciptakan ruang bagi orang-orang dengan pengalaman dan perspektif yang berbeda untuk bertemu melalui tari. Kami berharap pengalaman yang dibawa pulang oleh para seniman, penonton, dan seluruh pihak dapat terus berkembang menjadi kolaborasi setelah festival berakhir,

Direktur IDF 2026, Ratri Anindyajati.

Pandangan tersebut sejalan dengan gagasan yang diusung melalui tema Underlying Drift. Co-Curator IDF 2026, River Lin, menambahkan bahwa tema tersebut mengajak publik untuk lebih peka terhadap perubahan yang berlangsung secara perlahan di bawah permukaan.

Dalam konteks festival, pertemuan berbagai perspektif menjadi salah satu fondasi penting pengalaman artistik. Melalui karya, diskusi, dan interaksi antarpelaku seni, IDF 2026 berupaya menghadirkan pemahaman yang lebih luas mengenai perubahan dalam kehidupan sosial dan budaya. (Tka)

#Seni Tari #Indonesia Dance Festival #Koreografi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Fun
Indonesian Dance Festival 2026 Tinggalkan Jejak bagi Ekosistem Tari Kontemporer Indonesia
Indonesian Dance Festival 2026 mengusung tema Underlying Drift. Menghadirkan pertunjukan, diskusi, dan ruang kolaborasi untuk merawat ekosistem tari Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 November 2026
Indonesian Dance Festival 2026 Tinggalkan Jejak bagi Ekosistem Tari Kontemporer Indonesia
Fun
Guru di Pulau Tidung Belajar Metode Tari Kreatif, Dorong Anak Lebih Bebas Bereksplorasi
Sebanyak 16 guru pendidikan dasar di Pulau Tidung mengikuti pelatihan tari kreatif dari Program Studi Pendidikan Tari Universitas Negeri Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 18 Agustus 2026
Guru di Pulau Tidung Belajar Metode Tari Kreatif, Dorong Anak Lebih Bebas Bereksplorasi
ShowBiz
Berkiprah di Korea, Miyu Pranoto Harumkan Nama Indonesia Lewat Dunia Tari
Miyu Pranoto mencuri perhatian lewat aksinya dalam program kompetisi tari ternama asal Korea Selatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 19 Juni 2025
Berkiprah di Korea, Miyu Pranoto Harumkan Nama Indonesia Lewat Dunia Tari
Berita Foto
Wajah Gahar Koreografi Gatot Kaca Dukung Laga Timnas Indonesia Lawan China di Stadion GBK
Koreografi Gatot Kaca membentang di tribun mendukung laga Timnas Indonesia melawan China di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (5/6/2025).
Didik Setiawan - Jumat, 06 Juni 2025
Wajah Gahar Koreografi Gatot Kaca Dukung Laga Timnas Indonesia Lawan China di Stadion GBK
Tradisi
Festival Solo Menari 2025: Angkat Tema Alam Lewat Ratusan Penari Daun
Kota Solo merayakan hari tari dunia dengan penuh semangat dan kebanggaan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 April 2025
Festival Solo Menari 2025: Angkat Tema Alam Lewat Ratusan Penari Daun
Indonesia
Selama 24 Jam 1.500 Orang Menari di Solo, Ada Perwakilan Dari Thailand dan Malaysia
Penari dari luar negeri yang ambil bagian pada event ini ada 10 orang. Mereka berasal dari Thailand dan sembilan penari dari Malaysia.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 April 2025
Selama 24 Jam 1.500 Orang Menari di Solo, Ada Perwakilan Dari Thailand dan Malaysia
Berita Foto
Gahar Koreografi Garuda Raksasa Dukung Laga Timnas Indonesia Lawan Bahrain di Stadion Utama GBK
Koreografi Garuda 45 membentang di Tribun utara mendukung Timnas Indonesia melawan Bahrain dalam laga Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (25/3/2025).
Didik Setiawan - Rabu, 26 Maret 2025
Gahar Koreografi Garuda Raksasa Dukung Laga Timnas Indonesia Lawan Bahrain di Stadion Utama GBK
Tradisi
Tari Ma'randing dari Sulawesi Selatan, Prosesi Pengantar Menuju Pemulasaraan
Pertunjukan tari Ma'randing hanya untuk pemakaman para tokoh tingkat tinggi atau penting.
Frengky Aruan - Senin, 25 November 2024
Tari Ma'randing dari Sulawesi Selatan, Prosesi Pengantar Menuju Pemulasaraan
ShowBiz
Etoile Dnace Center Persembahkan 'Full Length Ballet - Le Corsaire Jakarta' Karya Lisa Macuja Elizalde, Pertunjukan Digelar 2 Hari
‘Full Length Ballet - Le Corsaire Jakarta’ akan dipentaskan selama dua hari pada 16 November 2024 pukul 19.30 WIB dan 17 November 2024 pukul 17.00 WIB di Graha Bhakti Budaya, Jakarta.
Dwi Astarini - Sabtu, 16 November 2024
Etoile Dnace Center Persembahkan 'Full Length Ballet - Le Corsaire Jakarta' Karya Lisa Macuja Elizalde, Pertunjukan Digelar 2 Hari
Lifestyle
Padepokan Seni Alang-Alang Kumitir Unjuk Gigi di Galeri Indonesia Kaya
Mereka membutuhkan kekuatan fisik, kemauan, dan iman yang kuat
Angga Yudha Pratama - Minggu, 10 November 2024
Padepokan Seni Alang-Alang Kumitir Unjuk Gigi di Galeri Indonesia Kaya
Bagikan