Indonesia Pindahkan Ibu Kota, Ini Saran Pakar dari Harvard

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 16 Maret 2018
Indonesia Pindahkan Ibu Kota, Ini Saran Pakar dari Harvard

Seoul, Korea Selatan. (Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Peneliti tata kota dari Universitas Harvard Prof Richard B Peiser mengatakan banyak negara, termasuk Indonesia, bisa belajar dari Korea Selatan dalam membangun kota dan ibu kota baru.

Masukan dari Peiser itu juga dapat dikaitkan dengan rencana pemerintah Indonesia yang berniat memindahkan ibu kota dari Jakarta ke kota lain. Sementara Jakarta tetap menjadi pusat bisnis. Korsel saat ini memiliki kota Sejong yang ikut mengurangi kepadatan dan kemacetan di ibu kota Seoul.

"Ada dua hal penting yang perlu diperhatikan jika ingin membangun kota baru yaitu biaya pembebasan lahan dan pembiayaan infrastruktur," kata Peiser di sela acara diskusi The Economics of New Towns: Why They So Often Fail" di Jakarta, Kamis (15/3), dilansir Antara.

Dia mengatakan pembebasan lahan cukup menghabiskan banyak biaya termasuk untuk infrastruktur. Banyak negara-negara di dunia yang gagal membangun kota baru karena tidak bisa konsisten dalam membangun setidaknya selama 10 tahun pertama. Sebaliknya, jika sudah bisa ajeg membangun selama satu dasarwarsa awal maka prosentase kesuksesan dapat meningkat.

Peiser mengingatkan para pemangku kepentingan juga harus mempertimbangkan sejumlah populasi penting apabila membangun kota baru, yaitu kalangan orang kaya dan berkemampuan. Saat ada orang yang kerkemampuan tinggal di kota baru tersebut maka dapat memicu pertumbuhan ekonomi suatu wilayah.

Orang kaya, kata dia, menjadi penunjang pertumbuhan positif kota baru. Hal sebaliknya yaitu kota baru tanpa orang kaya justru tidak berkembang dengan baik seperti di kawasan relokasi perang dunia dengan populasi orang tidak kuat secara ekonomi.

"Ada jumlah dana besar dari orang-orang kaya sehingga bisa membangun fasilitas. Mereka menunjang proses pembangunan setidaknya untuk tujuh tahun pertama. Mereka dapat menjadi penentu naik turunnya perekonomian. Kalau bisa bertahan maka kota baru bisa tumbuh," kata dia.

Di tempat yang sama, Rektor Universitas Tarumanegara Prof Agustinus Purna Irawan mengatakan orang kaya atau orang hebat memang bisa menjadi magnet pertumbuhan ekonomi kota baru.

"Ketika dalam komplek itu ada orang hebat kalangan menengah itu bisa memancing daya tarik. Memang harus ada pengerak orang hebat dan ada sistem perekonomian yang berjalan secara mandiri," kata dia.

Di Indonesia, kata dia, bisa diterapkan suatu komplek terdapat kluster milik orang kaya kemudian di sisi lain berisi kalangan menengah ke bawah sehingga semua kalangan memiliki kesempatan yang sama tinggal di kota baru.

Menurut Agustinus, sejumlah pemikiran dari Peiser soal pembangunan kota baru itu berasal dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Harvard itu terhadap sejumlah kota di dunia. Ide-ide dari Peiser bisa diserap oleh para pemangku kepentingan di Indonesia dengan mengkombinasikan kearifan lokal.

"Di Barat itu jadi referensi tapi tetap nilai lokal harus digabung. Karena kalau kita modern sepenuhnya seperti mereka juga mungkin tidak akan berhasil juga. Kita harus juga memasukkan budaya kita. Kita gali potensi lokal juga kombinasikan yang dimiliki peneliti luar, bukan sekonyong-konyong diterapkan di Indonesia," kata dia. (*)

#Pemindahan Ibu Kota #Korea Selatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Pulang ke Korea, Son Heung-min Minta Maaf atas Hasil Buruk di Piala Dunia
Ia mengakui kata-kata maafnya tidak akan mampu menggambarkan besarnya kekecewaan dan kepedihan yang dirasakan para pendukung timnas Korea.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Juli 2026
Pulang ke Korea, Son Heung-min Minta Maaf atas Hasil Buruk di Piala Dunia
Olahraga
Gagal Bawa Korsel Bersinar di Piala Dunia 2026, Pelatih Hong Myung-bo Mundur
Satu-satunya kemenangan Korea Selatan diraih saat mengalahkan Republik Ceko dengan skor 2-1.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Juni 2026
Gagal Bawa Korsel Bersinar di Piala Dunia 2026, Pelatih Hong Myung-bo Mundur
Dunia
2 WNI Hilang dalam Kecelakaan Kapal Nelayan di Lepas Pantai Busan
Kapal nelayan berbobot 79 ton tersebut tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal pengangkut LPG seberat 992 ton.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
  2 WNI Hilang dalam Kecelakaan Kapal Nelayan di Lepas Pantai Busan
Indonesia
Kapal LPG Tabrak Nelayan, 2 ABK WNI Hilang di Lepas Pantai Busan Korsel
Kapal nelayan asal Indonesia bertabrakan dengan kapal LPG di perairan Busan, Korea Selatan. Dua ABK WNI hilang, enam awak diselamatkan. Presiden Korsel perintahkan pencarian besar-besaran.
Wisnu Cipto - Kamis, 25 Juni 2026
Kapal LPG Tabrak Nelayan, 2 ABK WNI Hilang di Lepas Pantai Busan Korsel
Olahraga
Link Streaming Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026, Duel Hidup-Mati di Grup A
Link live streaming Afrika Selatan vs Korea Selatan akan dimulai Kamis (25/6) pukul 08.00 WIB. Keduanya berusaha mengamankan babak 32 besar.
Soffi Amira - Kamis, 25 Juni 2026
Link Streaming Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026, Duel Hidup-Mati di Grup A
Olahraga
Jadwal Piala Dunia 2026 Pekan Ini: Inggris, Brasil dan Jerman Main, Catat Tanggalnya
Simak jadwal piala dunia 2026 malam ini18-21 Juni 2026. Ada laga Inggris vs Kroasia, Brasil vs Haiti, Jerman vs Pantai Gading hingga Spanyol vs Arab Saudi
ImanK - Kamis, 18 Juni 2026
Jadwal Piala Dunia 2026 Pekan Ini: Inggris, Brasil dan Jerman Main, Catat Tanggalnya
Olahraga
Meksiko vs Korea Selatan: Tuan Rumah Percaya Diri Lumat Habis Taeguk Warriors
Pelatih Hong Myung-Bo menginstruksikan anak asuhnya tampil menekan sejak menit awal guna meredam agresivitas penyerang sayap Meksiko, Julian Quinones
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Juni 2026
Meksiko vs Korea Selatan: Tuan Rumah Percaya Diri Lumat Habis Taeguk Warriors
Dunia
Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol Dijatuhi Hukuman 30 Tahun Penjara, Terbukti Kirim Drone ke Korut
Ia memerintahkan infiltrasi drone ke Korut demi meningkatkan ketegangan lintas perbatasan dan menciptakan alasan pemberlakuan darurat militer di Desember 2024.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol Dijatuhi Hukuman 30 Tahun Penjara, Terbukti Kirim Drone ke Korut
Olahraga
Klasemen Terbaru dan Jadwal Grup A Piala Dunia 2026: Meksiko dan Korsel Berjaya
Meksiko mengemas tiga poin penuh berkat keunggulan selisih gol
Angga Yudha Pratama - Jumat, 12 Juni 2026
Klasemen Terbaru dan Jadwal Grup A Piala Dunia 2026: Meksiko dan Korsel Berjaya
Olahraga
Kick-of 09.00 WIB, Ini Line Up Final Korsel Vs Ceko di Laga Pembuka Grup A Piala Dunia
Susunan pemain resmi Korea Selatan vs Ceko di laga pembuka Grup A Piala Dunia 2026. Son Heungmin pimpin Korsel, Patrik Schick jadi andalan Ceko.
Wisnu Cipto - Jumat, 12 Juni 2026
Kick-of 09.00 WIB, Ini Line Up Final Korsel Vs Ceko di Laga Pembuka Grup A Piala Dunia
Bagikan