Indonesia Diprediksi Jadi Kekuatan Teknologi Blockchain Terbesar di Asia Tenggara

Soffi AmiraSoffi Amira - Senin, 01 April 2024
Indonesia Diprediksi Jadi Kekuatan Teknologi Blockchain Terbesar di Asia Tenggara

Ilustrasi teknologi blockchain. Foto: Unsplash/Shubham Dhage

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Indonesia diklaim akan menjadi kekuatan teknologi blockchain terbesar di Asia Tenggara. Salah satu alasannya karena populasi penduduknya yang besar.

Menurut CEO of Confiction Labs Arief Widhiyasa, Indonesia merupakan pasar yang signifikan untuk teknologi blockchain.

“Ini (Indonesia) memberikan landasan yang subur bagi startup blockchain, peluang investasi, dan adopsi solusi blockchain inovatif,” kata Arif di Jakarta, Senin (1/4).

Baca juga:

Upbit Dukung Upaya Pemerintah Bangun Ekosistem Blockchain

Arif mengatakan, posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam ASEAN semakin memperkuat potensi itu. Dia menambahkan, pengaruh dan pentingnya posisi strategis Indonesia di wilayah ini menarik sejumlah pihak untuk melakukan kolaborasi regional dan pertukaran pengetahuan soal blockchain.

“Dukungan pemerintah Indonesia terhadap teknologi blockchain dan aset digital juga menjadi faktor kunci,” jelas Arif.

Otoritas keuangan Indonesia (OJK) saat ini sedang membahas tindak lanjut terhadap Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, termasuk kegiatan terkait keuangan digital dan aset digital.

Rencana Indonesia untuk meluncurkan Mata Uang Digital Bank Sentralnya (CBDC) oleh Bank Indonesia (BI) mencerminkan pendekatan yang progresif terhadap mata uang digital.

Hal ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk merangkul teknologi blockchain dan potensinya untuk mengubah lanskap keuangan.

Baca juga:

Kehadiran Teknologi AI Kini Mudahkan Para Pencari Kerja

Indonesia berencana untuk meluncurkan mata uang digital
Indonesia berencana untuk meluncurkan mata uang digital. Foto: Unsplash/Shubham Dhage

Kesadaran dan adopsi yang signifikan terhadap aset digital juga membuat Indonesia menjadi lokasi yang ideal untuk diskusi dan eksplorasi topik terkait blockchain dan digital.

Bahkan, Indonesia dipercaya menggelar Indonesia Blockchain Week (IBW) 2024 sebagai konferensi utama yang bertujuan untuk mempercepat ekosistem blockchain di Asia Tenggara.

Konferensi ini untuk menjadikan IBW 2024 sebagai acara regional terkemuka untuk jaringan profesional dan wawasan industri.

"IBW 2024 adalah titik balik penting bagi ekosistem blockchain di Asia Tenggara," kata CEO D3 Labs Chung Ying.

Ia pun berharap, ke depannya para pelaku industri blockchain, baik dari dalam maupun luar negeri berkolaborasi untuk membangun industri blockchain menjadi makin pesat.

“Khususnya berbagi pengetahuan, dan membangun masa depan yang lebih baik untuk teknologi blockchain di wilayah ini," tutup Chung.

Sekadar informasi, teknologi blockchain adalah mekanisme basis data lanjutan yang memungkinkan pengguna berbagi informasi secara transparan dalam jaringan bisnis.

Basis data blockchain menyimpan data dalam blok yang dihubungkan bersama dalam sebuah rantai. Data ini bersifat konsisten secara kronologis karena pengguna tidak dapat menghapus atau mengubah rantai tanpa konsensus dari jaringan.

Keuntungannya, pengguna dapat menggunakan teknologi blockchain untuk membuat buku besar untuk melacak pesanan, pembayaran, akun, dan transaksi lainnya.

Sistem ini memiliki mekanisme bawaan untuk mencegah entri transaksi yang tidak sah dan menciptakan konsistensi dalam tampilan bersama dari transaksi ini. (knu)

Baca juga:

Indonesia Crypto Outlook 2024 Bahas Perkembangan Kripto dan Blockchain

#Blockchain #Teknologi #Mata Uang Digital
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Tekno
Infinix XBOOK 14 NEO Hadir di Indonesia, Laptop 1.2 Kg dengan Sertifikasi US Military-Grade
Infinix XBOOK 14 NEO hadir di Indonesia dengan bobot 1,2 kg, Intel Core, Folax AI, baterai hingga 13 jam, dan sertifikasi US Military-grade.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Infinix XBOOK 14 NEO Hadir di Indonesia, Laptop 1.2 Kg dengan Sertifikasi US Military-Grade
Tekno
iPad Mini 8 Dikabarkan Meluncur Oktober 2026, Bawa Layar OLED dan Chip A20 Pro
iPad Mini 8 akan meluncur Oktober 2026. Perangkat ini bakal hadir dengan upgrade besar-besaran.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
iPad Mini 8 Dikabarkan Meluncur Oktober 2026, Bawa Layar OLED dan Chip A20 Pro
Tekno
Vivo S2 FE Segera Meluncur 6 Oktober 2026, Jadi Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh?
Vivo S2 FE kabarnya segera meluncur 6 Oktober 2026. HP ini kemungkinan membawa baterai 10.000 mAh.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Vivo S2 FE Segera Meluncur 6 Oktober 2026, Jadi Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh?
Tekno
Xiaomi 18 Pro Kini Bisa Terhubung ke Apple Watch, ini Fitur yang Didukung
Xiaomi 18 Pro kini bisa terhubung ke Apple Watch. Pengguna dapat menerima panggilan hingga notifikasi.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Xiaomi 18 Pro Kini Bisa Terhubung ke Apple Watch, ini Fitur yang Didukung
Tekno
OBSBOT Meet Flip, Webcam 4K Ringkas dengan Desain Lipat dan Fitur AI Mumpuni untuk Meeting
OBSBOT Meet Flip mengusung desain fold-to-protect, memungkinkan pengguna menutup lensa secara fisik hanya dengan melipat perangkat.
Dwi Astarini - Jumat, 25 September 2026
OBSBOT Meet Flip, Webcam 4K Ringkas dengan Desain Lipat dan Fitur AI Mumpuni untuk Meeting
Tekno
Kejutan, Meta Kenalkan Perangkat AI Portabel Muse Charm
Meta menyebut Charm akan siap dikirimkan untuk liburan Desember mendatang.
Dwi Astarini - Jumat, 25 September 2026
 Kejutan, Meta Kenalkan Perangkat AI Portabel Muse Charm
Tekno
Vivo S2 FE Kembali Bocor, Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh dan Chipset Dimensity 7300e
Vivo S2 FE kini kembali bocor di internet. HP itu akan membawa baterai 10.000 mAh dan chipset Dimensity terbaru.
Soffi Amira - Jumat, 25 September 2026
Vivo S2 FE Kembali Bocor, Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh dan Chipset Dimensity 7300e
Tekno
Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max Global Punya Baterai Lebih Kecil, Beda dengan Versi China
Baterai Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max global lebih kecil dari versi China. Lalu, apa alasannya?
Soffi Amira - Jumat, 25 September 2026
Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max Global Punya Baterai Lebih Kecil, Beda dengan Versi China
Tekno
Huawei Smartwatch GT Series Diklaim Bisa Tahan hingga 21 Hari, Cocok untuk Aktivitas Olahraga
Huawei GT Series diklaim mampu bertahan hingga 21 hari untuk penggunaan ringan. Simak daya tahan HUAWEI WATCH GT 6 dan GT Runner.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Huawei Smartwatch GT Series Diklaim Bisa Tahan hingga 21 Hari, Cocok untuk Aktivitas Olahraga
Tekno
Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max Dipastikan Meluncur Global, ini Spesifikasi dan Fitur Unggulannya
Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max bakal meluncur global. Hal itu diungkapkan langsung oleh Xiaomi lewat akun X resminya.
Soffi Amira - Kamis, 24 September 2026
Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max Dipastikan Meluncur Global, ini Spesifikasi dan Fitur Unggulannya
Bagikan