MerahPutih.com - Gelaran pameran Biofach diikuti 2.550 perusahaan dari 94 negara dan dikunjungi 35.000 buyer dari 128 negara. Selain Eropa, peserta dan pengunjung Pameran Biofach datang dari berbagai wilayah seperti Amerika Serikat, Asia, Afrika, Australia, dan Timur Tengah.
Pada 2023, permintaan produk organik di seluruh dunia tercatat USD 231,52 miliar. Permintaan produk ini diproyeksikan meningkat dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 13,9 persen per tahun pada 2024–2030. Saat ini, konsumen organik global terbesar berpusat di Eropa dan Amerika Utara.
Baca Juga:
Pupuk Organik Dukung Prinsip Berkelanjutan
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan Indonesia berhasil membukukan transaksi produk organik sebesar USD 6,02 juta pada Pameran Biofach Jerman, yang merupakan pameran produk organik terbesar kedua di dunia.
"Capaian transaksi pada Biofach 2024 itu masih akan bertambah, mengingat terdapat kontrak dagang yang masih ditidaklanjuti. Biofach digadang-gadang menjadi pintu gerbang produk-produk Indonesia untuk merambah dan mengekspansi pasar organik global," ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi.
Peluang ekspor di pasar organik tersebut menjadi ajang memperkuat posisi pasar Indonesia sebagai penghasil produk organik berkualitas.
Tahun ini merupakan partisipasi Paviliun Indonesia ke-7 pada Pameran Biofach di Jerman. Pada ajang ini, Paviliun Indonesia menempati lokasi strategis di antara dua pintu masuk arena Pameran Biofach dengan area seluas 84 meter persegi di Aula 3A-310.
Partisipasi Paviliun Indonesia pada Biofach merupakan buah kerja sama antara Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg, dan Import Promotion Desk (IPD) Jerman.
Paviliun Indonesia memfasilitasi 11 pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang menampilkan produk unggulan pangan organik seperti rempah-rempah, kacang olahan, buah kering, olahan kelapa, pemanis, cuka, bumbu masakan, vanila, dan teh.
"Kami menilai, 11 perusahaan yang tampil di Biofach ini memiliki kemampuan mumpuni untuk memasok pangan-pangan organik ke pasar internasional," kata Didi.
Fasilitasi yang diberikan pemerintah kepada pelaku usaha Indonesia pada pameran ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekspor produk organik Indonesia ke dunia. (*)
Baca Juga:
7 Metode Komposter Olah Sampah Organik yang Bisa Dilakukan di Rumah