MerahPutih.com - Pemain diaspora Timnas Indonesia atau yang berkarier di luar, terutama Eropa akan menuju Indonesia dengan transit di Singapura. Hal ini seperti disampaikan oleh Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga.
PSSI tidak mau mengambil risiko dan memilih menerbangkan para pemain Timnas Indonesia lewat Singapura, setelah penutupan wilayah udara di Timur Tengah, menyusul perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
Para pemain diaspora biasanya menuju Indonesia dengan transit di Dubai. Belakangan, menurut kabar sejumlah media internasional, sejak empat hari lalu, Bandara International Dubai dan Al Maktoum sudah dibuka kembali untuk melayani penerbangan.
"Penerbangan (pemain diaspora) nanti lewat Singapura. Itu yang paling dekat ya. Karena kalau lewat yang lain, Jepang kan kejauhan dia. Singapura paling dekat ya. Gitu. Kalau yang lewat Timur Tengah udah susah ya," kata Arya Sinulingga.
Baca juga:
Sebanyak 41 pemain dipanggil mengisi skuad sementara Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026 akhir bulan ini.
Ada 16 pemain yang berstatus diaspora, di mana 14 di antaranya bermain di Eropa dan Amerika Serikat.
Mereka di antaranya Emil Audero (Cremonese, Italia), Maarten Paes (Ajax Amsterdam, Belanda), Jay Idzes (Sassuolo, Italia), Kevin Diks (Borussia Gladbach, Jerman), Justin Hubner (Fortuna Sittard, Belanda), Dean James (Go Ahead Eagles, Belanda), Elkan Baggott (Ipswich Town, Inggris).
Lalu ada Nathan Tjoe A-On (Willem II, Belanda), Calvin Verdonk (LOSC Lille, Perancis), Joey Pelupessy (Lommel SK, Belgia), Tim Geypens (FC Emmen, Belanda), Miliano Jonathans (Excelsior, Belanda), Ole Romeny (Oxford United, Inggris), Ragnar Oratmangoen (FCV Dender, Belgia), dan Adrian Wibowo (Los Angeles FC, Amerika Serikat).
Hanya Sandy Walsh (Buriram, Thailand) dan Ramadhan Sananta (DPMM, Brunei) yang tidak terbang dari Eropa atau Amerika Serikat.
"Mudah-mudahan, sesuai dengan ini, kami upayakan datang semua," ujar Arya. (*)