Huawei Dukung Perempuan untuk Berkembang di Era Digital
Perempuan akan menjadi landasan industri teknologi. (Foto: Unsplash/Adam Winger)
PERUSAHAAN teknologi Huawei mendorong sinergi segenap ekosistem dalam aksi nyata untuk mengurangi kesenjangan gender digital dan memberdayakan perempuan Indonesia lewat seminar Women in Tech: Tech for Her, Tech with Her, Tech by Her.
Ini merupakan kerja sama Huawei dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kementerian PP-PA), Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia (BSSN), dan Telkom University.
"Huawei percaya bahwa di era digital, perempuan akan menjadi landasan industri teknologi. Peningkatan partisipasi dan pemberdayaan perempuan akan membuka seluruh dunia kemungkinan baru dan membawa kemajuan teknologi serta bisnis baru ke dunia," kata Director of Government Affairs Huawei Indonesia Yenty Joman, dikutip ANTARA, Minggu (25/9).
Baca juga:
Upaya ini diharapkan mendorong penyediaan teknologi bagi perempuan dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan, mendorong partisipasi dalam industri teknologi, dan peningkatan kapasitas perempuan. Selain itu juga menyiapkan pemimpin-pemimpin perempuan yang bisa tampil di berbagai institusi dan organisasi berbasis teknologi.
"Huawei berkomitmen untuk membantu wanita berbakat terlibat dalam teknologi serta memberikan lebih banyak peluang dan platform bagi wanita untuk mengeluarkan potensi mereka dan membawa kita ke masa depan yang lebih sejahtera dan adil," imbuhnya.
Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA Lenny N. Rosalin mengeaskan pentingnya kolaborasi multi-stakeholder dalam mewujudkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, isu sentral yang diusung dalam Presidensi Indonesia pada G20 Ministerial Conferene on Women's Empowerment, yakni care economy, pasca-pandemi, menutup kesenjangan gender digital, dan kewirausahaan perempuan.
Baca juga:
Saat ini menurut data Pemerintah Indonesia, perempuan turut peran menopang ekonomi Indonesia melalui kewirausahaan. Lebih dari 50 persen pemilik kewirausahaan adalah perempuan. Sedangkan, sektor UMKM saat ini berkontribusi hingga 60 persen bagi PDB di Indonesia.
Koordinator Kelompok Kebijakan Standarisasi dan Pemantauan SDM Keamanan BSSN, Asri Setyowati menegaskan adanya peluang besar bagi para perempuan untuk terjun di bidang ICT teknologi. Bidang tersebut adalah keamanan siber, mengingat terbukanya 3,5 juta pekerjaan baru di bidang ini hingga 2021, naik 3,5 kali lipat dari satu juta posisi baru secara global.
"Ini kesempatan emas untuk sekaligus menegakkan kesetaraan gender serta meningkatkan kontribusi perempuan terhadap ekonomi digital melalui peningkatan kompetensi dan kemampuan perempuan di ranah siber selain penguasaan teknis operasional dan profesional di bidang siber," tutupnya. (and)
Baca juga:
Kemenparekraf Gandeng Huawei untuk Kembangkan Industri Parekraf
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Bocoran OPPO Find X9 Ultra, Bawa Teleconverter Baru dan Kamera Zoom 300mm
Redmi Note 15 Pro dan Note 15 Pro+ Siap Meluncur, Usung Kamera 200MP dan Baterai Jumbo
Xiaomi 17 Ultra Leica Edition Siap Meluncur Global, Sudah Muncul di NBTC Thailand
OPPO A6 5G Debut di India, Dibanderol Rp 3 Jutaan dengan Baterai Jumbo
Samsung Galaxy A57 Sudah Lolos Sertifikasi TENAA, Berikut Spesifikasi Lengkapnya
iPhone 18 Pro hingga iPhone Fold Siap Meluncur September 2026, tak Bawa Dynamic Island?
Spesifikasi Samsung Galaxy S26 dan S26 Plus Bocor, Baterai dan Kamera Jadi Sorotan
Harga iPhone 18 Pro Max Diprediksi Bakal Meroket Buntut Kelangkaan Komponen RAM
Bocoran Xiaomi 18, Dikabarkan Bawa Kamera Periskop hingga Fingerprint Ultrasonik
OPPO Find X9 Ultra dan Vivo X300 Ultra Dirumorkan Pakai Kamera Ganda 200MP