[HOAKS atau FAKTA] Tiongkok Kirim 250 Juta Tentara Merah ke Indonesia

Andika PratamaAndika Pratama - Senin, 01 Juni 2020
[HOAKS atau FAKTA] Tiongkok Kirim 250 Juta Tentara Merah ke Indonesia

Presiden Tiongkok, Xi Jinping. Foto: The Conversation

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Beredar sebuah artikel berita yang diberi narasi oleh akun Facebook bernama Dew yang memenyebut bahwa Tiongkok akan mengirim 250 juta tentara ke Indonesia. Artikel itu dibagikan ke grup GRESIK-SUMPEK.

Dalam narasinya ia mengatakan bahwa benar pernyataan Ketum Gerindra, Probawo Subianto tidak ada lagi negara Indonesia karena kehadiran tentara Tiongkok itu.

Berikut narasinya

“Ternyata benar kata pak prabowo. Tahun 2023 tidak akan ada lagi Indonesia.”

Cek fakta:

Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa ada artikel berjudul “Pemerintah China akan kirim 250 juta tentara Merah ke Indonesia” adalah klaim yang salah.

Judul berita itu diduga editan. Judul asli adalah “Peringatan Keras Xi Jinping pada Dunia, China Siap Perang!". Selain itu, tidak ditemukan informasi valid mengenai hal tersebut.

Artikel dengan foto identik, berjudul “Peringatan Keras Xi Jinping pada Dunia, China Siap Perang!”. Artikel ini dimuat di situs idtoday[dot]co pada 27 Mei 2020. Artikel ini merupakan salinan dari artikel yang berjudul sama yang tayang di situs viva.co.id pada hari yang sama.

Sepekan pasca mengumumkan kenaikan anggaran pertahanannya, China kembali menunjukkan sikap kerasnya di mata dunia. Presiden China, Xi Jinping, menegaskan akan terus meningkatkan kesiapan pasukan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), untuk pertempuran militer.

Reuters mengungkap sikap geram Xi Jinping atas tudingan sejumlah negara yang menyebut China sebagai dalang pandemi Virus Corona (COVID-19). Peningkatan kekuatan militer dipilih pria yang juga menjabat Sekjen Partai Komunis China itu. ]Jinping sepertinya ingin memberi peringatan mengerikan kepada dunia atas tuduhan-tuduhan itu.

Pernyataan tegas itu dilontarkan Jinping di sela-sela pertemuan tahunan parlemen dan delegasi Tentara Pembebasan Rakyat China. Apa yang diungkap Reuters adalah kelanjutan dari laporan yang sebelumnya diinformasikan oleh China Daily.

Mafinfo
Foto: Mafindo

Media tunggal China ini menjelaskan bahwa Xi Jinping mendesak Tentara Pembebasan Rakyat China untuk mematuhi semua aturan Partai Komunis China, terkait pembangunan militer, serta strategi dan kebijakan pertahanan.

Sikap Xi Jinping ini adalah fakta lain yang makin mengindikasikan bahwa China siap untuk perang dengan lawan-lawannya. Salah satu yang paling terlihat adalah bagaimana China menipiskan jarak kesenjangan kekuatan militer dengan Amerika Serikat (AS).

Seperti yang diketahui, Negeri Tirai Bambu tengah menghadapi konfrontasi dengan India di perbatasan kedua negara, saling unjuk kekuatan militer di Laut China Selatan dengan AS, pencaplokan Taiwan, hingga kontroversi RUU Ekstradisi dengan Hong Kong.

Pekan lalu, China secara resmi mengumumkan kenaikan anggaran pertahanannya. Dari yang sebelumnya sebesar $167 miliar (Rp2.471 triliun), saat ini China memiliki anggaran pertahanan mencapai $178,2 miliar, atau setara dengan Rp2.637 triliun per tahunnya.

Di sisi lain, Perdana Menteri China, Li Keqiang, juga memastikan akan menjadikan armada militer China sebagai yang terkuat di dunia. Meskipun, sejumlah pihak meragukannya terutama dengan AS.

Salah satu Juru Bicara Departemen Pertahanan AS (US Departement of Defense) yang bermarkas di Pentagon, John Supple, menyayangkan sikap China yang tak transparan terkait pengeluaran militernya.

“Perilaku China sangat memprihatinkan. Terutama dengan tidak adanya tranparansi yang lebih besar dalam hal pengeluaran militer dan maksud di balik tindakan itu,” ujar Supple dikutip Express.

Dalam berita sebelumnya, Times of India melaporkan bahwa India sudah menyiapkan ribuan pasukannya di Lembah Galwan, dekat perbatasan China. Hal ini dilakukan menyusul konfrontasi antara militer India dan China yang sudah terjadi sebulan terakhir.”

Kesimpulan:

Berdasarkan hasil penelusuran, informasi mengenai pemerintah china akan kirim 250 juta tentara merah ke Indonesia merupakan informasi tidak benar. Oleh sebab itu unggahan tersebut masuk dalam Misleading Content/Konten yang Menyesatkan. (Asp).

#Tiongkok ##HOAKS/FAKTA
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Minta Kaesang Jadi Kepala BGN untuk Awasi Program MBG
Beredar unggahan yang menyebut Wapres Gibran meminta adiknya, Kaesang, untuk menjadi ketua BGN. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Oktober 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Minta Kaesang Jadi Kepala BGN untuk Awasi Program MBG
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Unpad dan Undip Jadi Kampus yang Ikut Program Pendidikan Gratis Prabowo
Kampus Unpad dan Undip disebut setuju dan siap jadi PTN pertama Program Pendidikan Gratis Prabowo. Cek Kebenaran Informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Oktober 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Unpad dan Undip Jadi Kampus yang Ikut Program Pendidikan Gratis Prabowo
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Bekukan DPR karena Tunda Pengesahan RUU Perampasan Aset
Isi video terdapat cuplikan wawancara Mahfud MD yang membahas isi serta kelemahan RUU Perampasan Aset.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Bekukan DPR karena Tunda Pengesahan RUU Perampasan Aset
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : 18 Gubernur Berontak, Ancam Keluar NKRI
Setelah disimak, tidak benar ada 18 gubernur yang memberontak ingin keluar dari NKRI.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
[HOAKS atau FAKTA] : 18 Gubernur Berontak, Ancam Keluar NKRI
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kemendikbud Larang Guru Punya Barang Mewah karena Tak Pantas
Beredar informasi yang menyebut Kemendikbud akan melarang guru memiliki barang mewah. Cek Kebenaran informasinya!
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Kemendikbud Larang Guru Punya Barang Mewah karena Tak Pantas
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Minta MBG Dihentikan
Beredar informasi di media sosial yang menyebut Wapres Gibran Rakabuming Raka meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan.
Frengky Aruan - Senin, 28 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Minta MBG Dihentikan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pasca Tak Jadi Menkeu, Purbaya Kini Jabat Dirjen Bea Cukai
Beredar isu di media sosial, eks Menkeu Purbaya dilantik menjadi Dirjen Bea Cukai. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pasca Tak Jadi Menkeu, Purbaya Kini Jabat Dirjen Bea Cukai
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Aturan Baru, Tarif Parkir di Jakarta Rp 60 Ribu Per Jam
Beredar unggahan yang menyebut tarif parkir mobil di Jakarta kini menjadi Rp 60 ribu per jam. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Aturan Baru, Tarif Parkir di Jakarta Rp 60 Ribu Per Jam
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pembangunan IKN Dihentikan, Anggaran Dialihkan Buat MBG
Hasil pencarian hanya memberitakan jika pembangunan IKN hanya sekali dilaporkan berhenti sementara, yakni pada 10 Agustus 2024 lalu.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pembangunan IKN Dihentikan, Anggaran Dialihkan Buat MBG
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Toko Harian yang Dekat dengan Kopdes Merah Putih Dipaksa Ditutup
Video yang dibagikan merupakan video petugas penertiban PPKM yang bersitegang dengan pemilik warung kopi di Bandar Lampung pada Juli 2021.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Toko Harian yang Dekat dengan Kopdes Merah Putih Dipaksa Ditutup
Bagikan