[Hoaks atau Fakta]: Sinar X TV Tabung Bisa Membunuh Virus

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Juli 2021
[Hoaks atau Fakta]: Sinar X TV Tabung Bisa Membunuh Virus

Virus. (Foto: PIRO4D dari Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Beredar sebuah narasi yang diunggah oleh akun Twitter @haro_arnold yang mengatakan bahwa sinar X dalam TV tabung dapat membunuh virus.

Unggahan tersebut juga mengatakan bahwa untuk membunuh virus menggunakan sinar X dari TV tabung dapat dilakukan dengan cara membiarkan TV tabung menyala selama delapan jam.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Bumbu Mie Goreng Mengandung Babi

“Sinar X dari TV tabung (TV CRT) membunuh virus dalam 8 Jam. Hidupkan (on) TV tabung 8 jam dan istirahat/tidur/nonton didepannya 8 jam. Virus binasa. Boleh ke wc boleh makan boleh main game. Yg penting 8 jam didepan TV tabung (CRT/TV jadul) yg hidup/on – SEBARKAN DEMI NYAWA SESAMA”

Twitter https://archive.ph/Q9NaP


FAKTA

Sinar X merupakan radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang 0,001 hingga 10 nanometer yang biasa digunakan untuk melihat benda-benda yang tidak dapat dilihat secara langsung oleh mata manusia.

Dalam dunia kesehatan, sinar X memiliki fungsi untuk mengidentifikasi hal-hal yang ada di dalam tubuh manusia, seperti mengidentifikasi keberadaan kanker dan tumor, penyumbatan pembuluh darah, patah tulang, kerusakan gigi, peradangan sendi, penciteraan organ dalam dan identifikasi benda asing dalam tubuh.

Selain memiliki manfaat dalam dunia medis, penggunaan sinar X yang berlebihan dan dilakukan dalam jangka waktu yang panjang juga dapat menyebabkan masalah-masalah kesehatan seperti kemerahan pada kulit, rambut rontok, katarak pada mata, serta mengembangkan kanker dan tumor dalam jangka waktu yang panjang.

Sehingga penggunaan sinar X haruslah sesuai dosis yang tepat agar manfaatnya bisa dirasakan dengan sesuai tujuan dan mengurangi resiko yang ada.

Sinar X sendiri dihasilkan melalui suatu tabung yang memiliki mekanisme bertemunya elektron dan anoda. Elektron sendiri dihasilkan melalui katoda yang dipanaskan.

Untuk membuat elektron dan anoda bertemu, dibutuhkan generator yang dinyalakan untuk membentuk suatu beda potensial yang tinggi antara katoda dan anoda.

Hoaks pembunuh virus. (Foto:  Mafindo)
Hoaks pembunuh virus. (Foto: Mafindo)

Beda potensial tersebut nantinya akan membuat laju percepatan elektron menjadi tinggi dan menumbuk anoda. Tumbukan antara elektron dan anoda inilah yang menghasilkan sinar x.

Dengan demikian, dibutuhkan voltase yang tinggi untuk menghasilkan sinar X. Sedangkan pada TV, untuk menampilkan suatu tampilan pada layar TV membutuhkan voltase yang rendah, sehingga TV tidak dapat menghasilkan sinar X.

KESIMPULAN

Narasi yang diunggah oleh akun Twitter @haro_arnold tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Parasetamol Mengandung Virus Paling Berbahaya di Dunia

#Kesehatan #Teknologi #Vaksinasi ##HOAKS/FAKTA #Penyebar Hoaks #COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Tekno
HyperOS 4 Dikabarkan Cuma Hadir di HP Xiaomi Android 17, Bagaimana Nasib Android 16?
HyperOS 4 kabarnya tidak hadir di HP Xiaomi dengan Android 16. Jadi, software tersebut hanya bisa update di Android 17.
Soffi Amira - 58 menit lalu
HyperOS 4 Dikabarkan Cuma Hadir di HP Xiaomi Android 17, Bagaimana Nasib Android 16?
Tekno
Xiaomi 18 Fold Ungkap Desain 'Mid-Fold', Usung Layar 7,58 Inci dan Kamera Leica
Xiaomi 18 Fold mengungkap desain Mid-Fold. HP ini mengusung layar 7,58 inci dan kamera Leica.
Soffi Amira - Rabu, 02 September 2026
Xiaomi 18 Fold Ungkap Desain 'Mid-Fold', Usung Layar 7,58 Inci dan Kamera Leica
Tekno
OPPO Find X10 Pro Max Bocor, Bawa Desain Lebih Segar dan 3 Kamera 200MP
OPPO Find X10 Pro Max siap mendarat September 2026. HP ini akan membawa tiga kamera 200MP.
Soffi Amira - Rabu, 02 September 2026
OPPO Find X10 Pro Max Bocor, Bawa Desain Lebih Segar dan 3 Kamera 200MP
Tekno
Samsung Galaxy S27 Kantongi Sertifikasi 3C, Pertanda Meluncur Lebih Awal Januari 2027
Samsung Galaxy S27 sudah mengantongi sertifikasi 3C. HP ini kemungkinan meluncur pada Januari 2027.
Soffi Amira - Rabu, 02 September 2026
Samsung Galaxy S27 Kantongi Sertifikasi 3C, Pertanda Meluncur Lebih Awal Januari 2027
Tekno
Xiaomi 18 Fold dan Pad 9 Pro Max Resmi Meluncur 7 September 2026, Jadi Debut Xring O3 AI
Xiaomi 18 Fold dan Pad 9 Pro Max dipastikan meluncur 7 September 2026. Peluncuran itu menjadi debut Xring O3 AI.
Soffi Amira - Rabu, 02 September 2026
Xiaomi 18 Fold dan Pad 9 Pro Max Resmi Meluncur 7 September 2026, Jadi Debut Xring O3 AI
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Gunung Lewotobi Langsung Erupsi setelah Gempa Flores
Rekaman yang ditampilkan erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada 17 Juni 2025 bukan pascagempa Agustus 2026.
Dwi Astarini - Rabu, 02 September 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Gunung Lewotobi Langsung Erupsi setelah Gempa Flores
Tekno
POCO X8 Meluncur dengan Baterai 8.340 mAh dan Snapdragon 6s Gen 4, Berapa Harganya?
POCO X8 resmi debut global. HP ini membawa baterai 8.340 mAh dan Snapdragon 6s Gen 4.
Soffi Amira - Rabu, 02 September 2026
POCO X8 Meluncur dengan Baterai 8.340 mAh dan Snapdragon 6s Gen 4, Berapa Harganya?
Tekno
POCO F9 Pro Resmi Meluncur Global, Bawa Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Baterai 6.330 mAh
POCO F9 Pro akhirnya meluncur global. HP ini membawa Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan baterai 6.330 mAh.
Soffi Amira - Selasa, 01 September 2026
POCO F9 Pro Resmi Meluncur Global, Bawa Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Baterai 6.330 mAh
Tekno
Daftar HP yang Rilis September 2026: iPhone 18 Pro, Xiaomi 18 Fold, hingga OPPO Find X10
Daftar HP yang rilis September 2026 akan segera terjadi. Ada iPhone 18 Pro hingga OPPO Find X10.
Soffi Amira - Selasa, 01 September 2026
Daftar HP yang Rilis September 2026: iPhone 18 Pro, Xiaomi 18 Fold, hingga OPPO Find X10
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Gubernur Pramono Anung Larang Warga Non-DKI Kerja di Jakarta
Ketentuan KTP DKI Jakarta tersebut berlaku khusus bagi pendaftar program padat karya, bukan larangan untuk seluruh warga KTP non-DKI untuk bekerja di Jakarta.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Gubernur Pramono Anung Larang Warga Non-DKI Kerja di Jakarta
Bagikan