[HOAKS atau FAKTA]: Seluruh Kartu ATM Ditarik
Tangkapan layar hoaks.
MerahPutih.com - Beredar informasi berupa sebuah video TikTok yang disebarluaskan ulang di Facebook memperlihatkan seorang pria memberikan informasi bahwa Bank akan menarik seluruh kartu ATM.
Diklaim, penarikan kartu ATM ini akan dilakukan karena Bank akan mengurangi transaksi tunai, dan menggantikannya dengan aplikasi digital.
Baca Juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Panglima TNI Turun Tangan Dalam Kasus Ferdy Sambo
NARASI
Kartu ATM akan ditarik?
FAKTA
Kabar penarikan seluruh kartu ATM agar masyarakat segera beralih ke perbankan digital sudah dibantah oleh Bank Indonesia.
"Emang yang bilang siapa? dari pihak Bank? Digitalisasi jangka Panjang akan mengurangi kebutuhan uang kertas seperti yang sudah terjadi di banyak tempat, tetapi kebutuhan uang kertas akan tetap ada," kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono.
KESIMPULAN
Kabar bahwa akan ada penarikan seluruh kartu ATM untuk digantikan ke layanan perbankan digital tidaklah benar. Informasi ini masuk dalam kategori informasi sesat. (Asp)
Baca Juga:
[HOAKS atau FAKTA]: BPJS Kesehatan Bagikan Dana Bantuan Rp 75 Juta
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Sekolah Libur Ramadan 16-23 Februari, Lebaran 16-29 Maret
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Naikkan Jumlah Uang Pensiunan sebesar 12 Persen
[HOAKS atau FAKTA]: PSI Usung Gibran-Kaesang Duet Capres-Cawapres Pilpres 2029
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
[HOAKS atau FAKTA]: Pilpres 2029, PDIP 'Colong Start' Usung Hasto Jadi Capres
[HOAKS atau FAKTA]: Siswa Dilarang Mengeluh Soal Rasa dan Kualitas Makan Begizi Gratis
[HOAKS atau FAKTA]: BGN Ancam Siswa Tak Komplain dan Viralkan Rasa Makan Bergizi Gratis
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Jual Laut dan Hutan di Sumatra ke Inggris Seharga Rp 90 Triliun
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Berwasiat Agar Gibran dan Kaesang Jadi Pasangan Capres-Cawapres di Pemilu 2029
[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Kezia Syifa Jadi Tentara AS karena Dapat Gaji Besar dan Merasa Dipersulit di Indonesa