[HOAKS atau FAKTA]: Pimpinan IKN Berbondong-bondong Mundur Massal
Tangkapan layar soal hoaks pimpinan IKN berbondong-bondong mundur massal. (Foto: Kominfo.go.id)
MerahPutih.com - Beredar video di sebuah kanal YouTube dengan narasi yang menyebut bahwa para pimpinan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara mengundurkan diri secara massal.
Di konten tersebut dituliskan mereka mundur karena takut dipenjara hingga membuat Presiden Joko Widodo panik.
Baca Juga:
[HOAKS atau FAKTA]: PT TransJakarta Buka Lowongan Pekerjaan
FAKTA:
Berdasarkan penelusuran, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait para pimpinan IKN Nusantara yang mengundurkan diri secara massal.
Hingga saat ini tidak ada berita kredibel yang menyatakan hal tersebut.
Selain itu, Wakil Kepala Otorita IKN Dhony Rahajoe secara tegas juga telah membantah kabar yang menyatakan para pimpinan IKN Nusantara mengundurkan diri.
Baca Juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Ganjar Akhirnya Bersama Ahok Maju di Pilpres 2024
KESIMPULAN:
Informasi yang beredar tersebut dipastikan hoaks. Sebab, tak ada informasi resmi yang menyebut pimpinan otorita IKN mundur. (Knu)
Baca Juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Pasukan TNI Dikerahkan untuk Menangkap Geng Ferdy Sambo
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Minum Air Putih Sambil Berdiri Bisa Picu Penyakit Batu Ginjal
[HOAKS atau FAKTA] : Aturan Baru, ASN Wajib Pakai Baju Biru Muda Khas Prabowo saat Kampanye Pilpres 2024
[HOAKS atau FAKTA]: Sekolah Libur Ramadan 16-23 Februari, Lebaran 16-29 Maret
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Naikkan Jumlah Uang Pensiunan sebesar 12 Persen
[HOAKS atau FAKTA]: PSI Usung Gibran-Kaesang Duet Capres-Cawapres Pilpres 2029
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
[HOAKS atau FAKTA]: Pilpres 2029, PDIP 'Colong Start' Usung Hasto Jadi Capres
[HOAKS atau FAKTA]: Siswa Dilarang Mengeluh Soal Rasa dan Kualitas Makan Begizi Gratis
[HOAKS atau FAKTA]: BGN Ancam Siswa Tak Komplain dan Viralkan Rasa Makan Bergizi Gratis
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Jual Laut dan Hutan di Sumatra ke Inggris Seharga Rp 90 Triliun