[HOAKS atau FAKTA]: Peserta BPJS Kesehatan Wajib Isi Riwayat Kesehatan
Tangkapan layar hoaks.
MerahPutih.com - Beredar sebuah pesan berantai di media sosial WhatsApp berisi informasi terkait skrining kesehatan BPJS Kesehatan yang diklaim bersifat wajib. Mulai 17 Juli 2022, peserta BPJS yang hendak memeriksakan kesehatan wajib atau harus sudah melakukan skrining kesehatan.
Selain itu, disampaikan pula bahwa keluarga, putra, putri yang berusia 15 tahun ke atas mengisi formulir pendaftaran dengan mengarahkan ke sebuah tautan pengisian riwayat kesehatan.
Baca Juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Jadi Pemimpin Satgas Penanganan Krisis Global
FAKTA
Faktanya, dikutip dari cekfakta.tempo.co, pesan berantai bahwa skrining kesehatan wajib dilakukan peserta BPJS Kesehatan yang hendak memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan per 17 Juli 2022 adalah keliru.
Pesan berantai tersebut bukan berasal dari BPJS Kesehatan. Selain itu, skrining kesehatan hanya bersifat imbauan yang dilakukan minimal satu kali setahun.
Skrining kesehatan tersebut tidak menjadi prasyarat bagi peserta yang hendak memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan
KESIMPULAN
Informasi tersebut dipastikan hoaks. (Knu)
Baca Juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Resmi Keluar dari AFF, Indonesia Gabung di EAFF
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Sekolah Libur Ramadan 16-23 Februari, Lebaran 16-29 Maret
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Naikkan Jumlah Uang Pensiunan sebesar 12 Persen
[HOAKS atau FAKTA]: PSI Usung Gibran-Kaesang Duet Capres-Cawapres Pilpres 2029
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
[HOAKS atau FAKTA]: Pilpres 2029, PDIP 'Colong Start' Usung Hasto Jadi Capres
[HOAKS atau FAKTA]: Siswa Dilarang Mengeluh Soal Rasa dan Kualitas Makan Begizi Gratis
[HOAKS atau FAKTA]: BGN Ancam Siswa Tak Komplain dan Viralkan Rasa Makan Bergizi Gratis
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Jual Laut dan Hutan di Sumatra ke Inggris Seharga Rp 90 Triliun
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Berwasiat Agar Gibran dan Kaesang Jadi Pasangan Capres-Cawapres di Pemilu 2029
[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Kezia Syifa Jadi Tentara AS karena Dapat Gaji Besar dan Merasa Dipersulit di Indonesa