MerahPutih.com - Pengguna Twitter bernama @sekteseblak membagikan tangkapan layar yang memperlihatkan percakapannya dengan akun @recruitmentkai melalui direct message Instagram.
Dalam percakapan tersebut, akun PT KAI meminta agar pelamar merekam bagian pundak dan perut pelamar.
Baca Juga:
[Hoaks atau Fakta]: Mantan Kuasa Hukum Prabowo Siap Dampingi Gugatan Donald Trump
NARASI:
Interview @recruitmentkai:
“Sebelumnya kaka apakah punya luka di pundak kanan kiri dan perut ka.
Bisa dibuatkan video berdurasi 30 detik bila kaka sedang tidak sibuk
Makannya saya tanya dulu ka”.
Jawaban @sekteseblak:
“Interview nya online?
Tidak ada luka dibagian yg kaka sebutkan
kaya gmn ya ka videonya?”.
Interview @recruitmentkai:
“Iya ka durasi 30 detik saja kaka pakai tanktop aja relax ka yang penting memperlihatkan pundak kanan kiri dan perut ka
Kaka lagi sibuk tidak tapinya ka”.
Jawaban @sekteseblak:
“Wkwk serius begitu?”
FAKTA:
Setelah ditelusuri, unggahan tersebut langsung dijawab oleh akun Twitter PT KAI @KAI121, “Selamat sore. Mohon maaf, PT KAI hanya memiliki akun resmi Instagram @KAI121_dan@keretaapikita. Informasi seputar rekrutmen tersedia pada website http://recruitment.kai.id atau layanan Contact Center 121/021-121, email [email protected], sosial media Twitter dan Facebook @KAI121. Trims.”
Menanggapi hal itu, VP Public Relation KAI Joni Martinus mengingatkan, proses rekrutmen PT KAI hanya diumumkan melalui website resmi KAI di recruitment.kai.id.
Baca Juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin dari Tiongkok Memakan Korban di Zimbabwe
Terkait adanya dugaan aksi penipuan dengan modus rekrutmen KAI ini Joni mengimbau supaya masyarakat lebih jeli dan teliti apabila mendapatkan pesan berupa pengumuman rekrutmen.
"Diimbau kepada masyarakat untuk melaporkan kepada pihak kepolisian dan tidak menyebarkan pesan tentang pengumuman rekrutmen KAI yang terindikasi palsu untuk menghindari semakin banyaknya orang yang tertipu oleh oknum pembuat rekrutmen palsu tersebut," terang dia.
KESIMPULAN:
Informasi proses rekrutmen PT KAI dengan sistem online dan memperlihatkan bagian tubuh merupakan hoaks dengan kategori konten palsu. (Asp)
Baca Juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Makam Teroris Imam Samudera Dipindah Terkena Proyek Jalan