[HOAKS atau FAKTA] : Palestina Telah Merdeka dan Masuk Anggota PBB
(Foto: tangkapan layar Instagram Jala Hoaks Pemprov DKI Jakarta)
MerahPutih.com - Beredar video di media sosial Facebook yang menyatakan bahwa Palestina telah merdeka. Video tersebut juga memperlihatkan Palestina resmi menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
NARASI
"Alhamdulilah. Palestina sudah merdeka. Resmi menjadi anggota PBB."
FAKTA
Menurut penelusuran Jala Hoaks DKI Jakarta, video tersebut merupakan rekaman rapat umum PBB yang membahas resolusi untuk memperluas hak-hak Palestina.
Resolusi yang digulirkan di Majelis Umum PBB tersebut didukung 143 negara dan hanya ditolak sembilan negara, sementara 25 negara abstain.
Baca juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Batalkan Program Makan Siang Gratis karena Beras Mahal
Hasil dalam rapat umum tersebut adalah Palestina diberikan hak dan keistimewaan berupa kursi di ruang sidang PBB mulai September 2024, namun tidak memiliki hak suara.
KESIMPULAN
Informasi pengakuan kemerdekaan Palestina dan telah resminya negara tersebut menjadi anggota PBB merupakan hoaks dengan jenis konten yang salah atau false context. (asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Menteri Bahlil Setujui Kenaikan Token Listrik
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Hapus Dana Desa, Diganti dengan Subsidi Listrik dan Sembako
[HOAKS atau FAKTA] : Setelah Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Terjerat Narkotika
[HOAKS atau FAKTA] : Rakyat Harus Bertahan Hidup! Listrik dan Layanan ATM di Indonesia bakal Mati Selama 7 Hari
[HOAKS atau FAKTA] : Bahlil Ngambek dan Ancam Mundur dari Jabatan Menteri ESDM jika Purbaya Turunkan Harga BBM
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Nyatakan Indonesia siap Berperang Melawan Israel
[HOAKS atau FAKTA] : Menkeu Purbaya Menolak Dijadikan Wapres, Pilih Fokus Turunkan Harga Bensin dan Sembako
[HOAKS atau FAKTA]: Garuda Indonesia Rekrut 'Pramugari Gadungan' yang Pakai Seragam Maskapai Batik Air
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Persiapkan Menkeu Purbaya Jadi Presiden di Periode Selanjutnya
[HOAKS atau FAKTA] : TNI Kini Bisa Audit Penggunaan Dana Desa karena Sering Digunakan Kades untuk Memperkaya Diri