[HOAKS atau FAKTA]: Kecelakaan Kapal Tewaskan 139 Orang pada 19 Juni 2022
Tangkapan layar hoaks.
MerahPutih.com - Beredar informasi di media sosial Facebook berupa tautan berita dengan gambar yang memperlihatkan kapal tenggelam.
Pada narasi tersebut tersematkan informasi bahwa terjadi insiden kapal tenggelam pada 19 Juni 2022 lalu yang menewaskan 139 korban jiwa.
Baca Juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Ilmuwan Pembuat Virus COVID-19 Asal AS Telah Ditangkap
NARASI
Innalillahi minggu berduka. Kapal tenggelam kembali terjadi memakan korban 139 penumpang belum diketahui identitasnya.
FAKTA
Beberapa akun Facebook terlihat membagikan informasi demikian yang menyebutkan terjadi insiden kapal tenggelam pada Minggu 19 Juni 2022, dengan mencatut lokasi yang berbede-beda.
Sementara itu, foto yang digunakan berasal dari peristiwa tenggelamnya KM Lestari Maju di Sulawesi Selatan pada 2018 lalu yang menewaskan 36 orang korban jiwa.
KESIMPULAN
Informasi bahwa adanya insiden kapal tenggelam tanggal 19 Juni 2022 lalu yang menewaskan ratusan orang tidaklah benar. Informasi ini masuk dalam kategori konteks yang salah. (Asp)
Baca Juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Polisi Terima Rp 10 Juta Jika Menindak Pemberi Suap Tilang
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Sekolah Libur Ramadan 16-23 Februari, Lebaran 16-29 Maret
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Naikkan Jumlah Uang Pensiunan sebesar 12 Persen
[HOAKS atau FAKTA]: PSI Usung Gibran-Kaesang Duet Capres-Cawapres Pilpres 2029
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
[HOAKS atau FAKTA]: Pilpres 2029, PDIP 'Colong Start' Usung Hasto Jadi Capres
[HOAKS atau FAKTA]: Siswa Dilarang Mengeluh Soal Rasa dan Kualitas Makan Begizi Gratis
[HOAKS atau FAKTA]: BGN Ancam Siswa Tak Komplain dan Viralkan Rasa Makan Bergizi Gratis
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Jual Laut dan Hutan di Sumatra ke Inggris Seharga Rp 90 Triliun
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Berwasiat Agar Gibran dan Kaesang Jadi Pasangan Capres-Cawapres di Pemilu 2029
[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Kezia Syifa Jadi Tentara AS karena Dapat Gaji Besar dan Merasa Dipersulit di Indonesa