[HOAKS atau FAKTA]: Karena Jokowi, Malaysia Menyerah dan Tunduk

Mula AkmalMula Akmal - Selasa, 07 Februari 2023
[HOAKS atau FAKTA]: Karena Jokowi, Malaysia Menyerah dan Tunduk

Tangkap layar konten hoaks. (Foto: mafindo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com- Akun Youtube JENDERAL mengunggah video yang berjudul “KABAR HARI INI PERJUANGAN PAK JOKOWI TERBAYARKAN…” dengan narasi bahwa negera Jiran, Malaysia menyerah dan siap tunduk pada aturan soal PMI (Pekerja Migran Indonesia).

Dalam video juga disebutkan bahwa Malaysia akhirnya mematuhi perjanjian yang dibuat dengan pemerintah Indonesia terkait pekerja migran, Malaysia sebelumnya juga dibuat pusing karena adanya pemberhentian sementara pengiriman pekerja migran Indonesia.

Baca Juga:

Heru Budi Instruksikan Jajarannya Jalankan Program Intervensi Kemiskinan Terpadu

NARASI

KABAR HARI INI PERJUANGAN PAK JOKOWI TERBAYARKAN…”Malaysia menyerah dan siap tunduk pada aturan soal PMI”

FAKTA

Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut merupakan kumpulan video yang diedit dengan narasi yang tidak sesuai.

Salah satu video yang ditampilkan adalah video pidato Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah yang sebenarnya sedang menjadi keynote speaker dalam kegiatan webinar Kompas Talks – KAGAMA dengan tema “Strategi Ketenagakerjaan Menghadapi Bonus Demografi & Perkembangan Industri” yang diselenggarakan pada 28 November 2020.

Video persidangan Dewan Rakyat Malaysia yang ditampilkan dalam video diunggah pada akun UbahTV 1 Desember 2020. Dalam sidang yang disiarkan secara langsung tersebut tidak ada pembahasan yang berkaitan dengan PMI atau Pekerja Migran Indonesia.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Hadiri Deklarasi Tambah Satu Periode Lagi

Video lainnya yang ditampilkan adalah cuplikan Talkshow Di Balik Aksi 22 Mei – ROSI di Kompas TV pada 23 Mei 2019 yang mengulas tentang aksi massa yang memprotes hasil pemilu di Gedung Bawaslu.

Selain video tersebut, terdapat juga cuplikan pertemuan antara Anwar Ibrahim dan Joko Widodo pada kunjungan ke Istana Bogor pada 30 Agustus 2018 yang diunggah oleh akun Kementerian Sekretariat Negara RI.

KESIMPULAN

Konten yang dimanipulasi. Video yang diunggah merupakan video sambutan Menteri Ketenagakerjaan saat webinar Kompas Talks – KAGAMA dengan tema “Strategi Ketenagakerjaan Menghadapi Bonus Demografi & Perkembangan Industri”, kunjungan kenegaraan dan rapat dewan yang tidak ada kaitannya dengan masalah Pekerja Migran Indonesia di Malaysia. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Penculikan Anak SD di Cakung

##HOAKS/FAKTA
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Sekolah Libur Ramadan 16-23 Februari, Lebaran 16-29 Maret
Informasi viral di Facebook tentang surat edaran libur sekolah selama Ramadan 2026 terbukti hoaks.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Sekolah Libur Ramadan 16-23 Februari, Lebaran 16-29 Maret
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Naikkan Jumlah Uang Pensiunan sebesar 12 Persen
Beredar informasi yang menyebut Menkeu Purbaya akan menaikkan uang pensiun PNS sampai 12 persen. Cek kebenaran informasinya!
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 05 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Naikkan Jumlah Uang Pensiunan sebesar 12 Persen
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: PSI Usung Gibran-Kaesang Duet Capres-Cawapres Pilpres 2029
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dikabarkan sudah menyiapkan sosok untuk menjadi calon Presiden dan Cawapres di Pemilu 2029.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: PSI Usung Gibran-Kaesang Duet Capres-Cawapres Pilpres 2029
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Penggunaan ponsel secara berlebihan dalam kondisi minim cahaya memang dapat menimbulkan gangguan kesehatan mata, seperti computer vision syndrome dengan gejala mata lelah, penglihatan kabur, mata merah, mata kering, hingga sakit kepala.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pilpres 2029, PDIP 'Colong Start' Usung Hasto Jadi Capres
Beredar kabar yang menyebut PDIP usung sekjen mereka, Hasto Kristiyanto, maju di Pilpres 2029. Cek kebenaran informasnya!
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pilpres 2029, PDIP 'Colong Start' Usung Hasto Jadi Capres
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Siswa Dilarang Mengeluh Soal Rasa dan Kualitas Makan Begizi Gratis
BGN menerima keluhan dengan meminta masyarakat untuk melaporkan masalah melalui hotline MBG
Angga Yudha Pratama - Senin, 02 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Siswa Dilarang Mengeluh Soal Rasa dan Kualitas Makan Begizi Gratis
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: BGN Ancam Siswa Tak Komplain dan Viralkan Rasa Makan Bergizi Gratis
Beredar informasi yang menyebut BGN melarang penerima MBG komplain dan viralkan makanan yang diberikan, simak kebenaran beritanya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 30 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: BGN Ancam Siswa Tak Komplain dan Viralkan Rasa Makan Bergizi Gratis
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Jual Laut dan Hutan di Sumatra ke Inggris Seharga Rp 90 Triliun
Beredar informasi yang menyebut tujuan kunjungan Prabowo ke Inggris adalah untuk menjual laut dan hutan Sumatra, cek faktanya!
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Jual Laut dan Hutan di Sumatra ke Inggris Seharga Rp 90 Triliun
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Berwasiat Agar Gibran dan Kaesang Jadi Pasangan Capres-Cawapres di Pemilu 2029
Beredar informasi yang menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo akan menduetkan Gibran-Kaesang di Pilpres 2029. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Berwasiat Agar Gibran dan Kaesang Jadi Pasangan Capres-Cawapres di Pemilu 2029
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Kezia Syifa Jadi Tentara AS karena Dapat Gaji Besar dan Merasa Dipersulit di Indonesa
Beredar unggahan yang berisi informasi WNI bernama Kezia Syifa bergabung dengan Temtara AS karena gaji besar. Cek kebenaran faktanya!
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Kezia Syifa Jadi Tentara AS karena Dapat Gaji Besar dan Merasa Dipersulit di Indonesa
Bagikan