Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Musik

HIVI! Gandeng Gerald Situmorang dan Ify Alyssa di Single 'Mengapa Baru Sekarang?'

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Jumat, 08 April 2022
HIVI! Gandeng Gerald Situmorang dan Ify Alyssa di Single 'Mengapa Baru Sekarang?'

Kolaborasi apik dari beragam musisi. (Foto: dok. HIVI!)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

GRUP musik HIVI! menggandeng musisi Gerald Situmorang dan Ify Alyssa lewat single terbaru Mengapa Baru Sekarang?. Single ini menjadi pelengkap rangkaian rilisan sebelumnya, Memori dan Rintik Hujan, guna menyambut album kolaborasi mereka, Bermain Rintik di Musim Hujan yang direncanakan rilis tahun ini.

Mengapa Baru Sekarang? merupakan ciptaan Ify Alyssa, Febrian Nindyo, dan Neida Aleida, serta diproduseri oleh Gerald Situmorang. Single ini mengusung konsep pop akustik ringan dan bertemakan 'right person, wrong time', menceritakan tentang perasaan seseorang yang datang di saat tiidak tepat. Sebuah topik yang sebenarnya bisa mewakili kisah banyak orang karena mengalami cerita yang serupa.

"Lirik yang ada di lagu ini sebenarnya terinspirasi dari mini series Bermain Rintik di Musim Hujan, serta kisah tokoh Bumi dan Mentari di series itu," kata Ify, dalam keterangan resminya, Jumat (8/4).

Lagu ini juga cocok bagi seseorang yang sedang transisi dari hubungan lama dan siap memulai hubungan yang baru. Siap juga untuk memikirkan kembali apakah hubungan yang baru akan menjadi awal baik atau menjadi penyesalan.

Baca juga:

HIVI! Dukung Penyebaran Konten Positif di Media Sosial lewat Lagu Baru

Meski liriknya banyak bercerita mengenai konflik batikn yang terjadi akibat waktu, karya kolaborasi kali ini mencoba menghadirkan kemasan lagu yang manis, ringan, dan lugas.

"Instrumen lagu Mengapa Baru Sekarang? cukup simpel, dengan gitar, piano, bass, dan pianika. Tetapi berusaha ringan dengan lirik yang manis dan fun. Selain itu berfokus dengan permainan gitar dari gua dan Ezra Mandira. Nah uniknya mengenai lagu ini adalah bagaimana Ify kali ini memberikan sentuhan piano, yang biasanya diberikan oleh Sri Hanuraga," ujar Gerald yang bercerita mengenai peran unik dari Ify Alyssa.

Baca juga:

'Rintik Hujan', Single Kolaborasi HIVI! bersama Gerald Situmorang

HIVI! Gandeng Gerald Situmorang dan Ify Alyssa di Single 'Mengapa Baru Sekarang?'
Lirik lagunya terinspirasi dari mini series Bermain Rintik di Musim Hujan. (Foto: dok. HIVI!)

Selain itu ada juga hal menarik, seperti voktal yang di take Ilham Aditama harus diulang karena take pertama sudah larut malam dan butuh mood yang lebih ceria. Ada juga ide-ide spontan yang muncul ketika proses rekaman vokal di studio. Contohnya seperti adanya bagian reff tambahan dan lirik "izinkanku untuk tetap di sini" sebagai kalimat penutup yang dinyanyikan oleh Ilham dan menjadi tamabahn cerita lengkap.

Single Mengapa Baru Sekarang? dirilis secara digital dan bisa dinikmati di berbagai platform. Mini series Bermain Rintik di Musim Hujan yang menjadi pembuka dari projek kolaborasi juga bisa disaksikan di kanal Youtube Ify Alyssa (episode pertama), Gerald Situmorang (episode kedua), dan HIVI! (episode tiga). (and)

Baca juga:

'La Victoire', Kolaborasi Lintas Seni dari HIVI! x Tenue De Attire

#Musik #Musisi Indonesia #Musik Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

ShowBiz
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
Liriknya mengisahkan tentang mimpi, harapan, persatuan, dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik, selaras dengan semangat yang mewarnai ajang Piala Dunia.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
ShowBiz
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
Lebih dari 20 tahun tersimpan sebagai rekaman legendaris, penampilan bersejarah Discus di ProgSol Festival Swiss akhirnya resmi dirilis dalam format CD.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
ShowBiz
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
Lagu yang dirilis pada 1998 sebagai bagian dari album Vuelve ini memadukan unsur Latin pop, samba, dan musik dansa dengan irama yang penuh energi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
ShowBiz
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
for Revenge resmi dipercaya membawakan lagu original versi Indonesia untuk film Spider-Man: Brand New Day.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
ShowBiz
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
The Odyssey hanya menghadirkan satu lagu sebagai soundtrack utama, yakni When I'm Home (2026).
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
ShowBiz
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
EP yang diproduksi secara independen ini menghadirkan lima lagu yang disusun sebagai sebuah narasi utuh.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
ShowBiz
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
Dirilis sejak 1979, 'Mayonaka no Door~stay with me' Miki Matsubara kembali mencetak sejarah. Lagu City Pop Jepang ini kini telah melampaui 500 juta streaming Spotify.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
ShowBiz
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Supple membuka fase baru lewat album Nothing Can Explain. Delapan lagu dalam rilisan ini membawa pendengar menyusuri penyangkalan, obsesi, tekanan sosial, hingga survivor's guilt.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Indonesia
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Mulai 1 Agustus 2026, pencatatan hak cipta lagu dan musik resmi digratiskan. DJKI berharap kebijakan ini mendorong lebih banyak musisi mendaftarkan karya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
ShowBiz
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
The Jansen resmi memperkenalkan album kelima, Romantisasi Impulsif, sebagai penutup trilogi setelah Banal Semakin Binal dan Durja Bersahaja.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
Bagikan