Hendropriyono Tepis Kemungkinan Presiden 2019 dari Kalangan Militer
AM Hendropriyono (MP/Asropih)
MerahPutih.com - Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) A.M Hendropriyono memprediksi kriteria presiden yang akan menang pada Pilpres 2019 mendatang.
Ketika ditanya wartawan apakah presiden akan datang dari kalangan purnawirawan militer? Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ini menganulirnya.
"Tadi saya sudah sebutkan kriterianya, muda, sipil, dan memiliki pengalaman panjang dari tataran demi tataran, elektabilitasnya akan datang dari parpol berbasis massa nasionalis," kata Hendropriyono saat menggelar syukuran PKPI di Gedung Wijayakusuma, Jakarta Timur, Jumat (29/12).
Hendropriyono memaparkan capres dan cawapres yang akan menjadi pilihan rakyat pada pesta demokrasi lima tahunan itu adalah sosok yang memiliki kriteria pengalaman yang panjang, agamis, dan memiliki latar belakang ekonomi bisnis.
Hendro menambahkan, kriteria capres pilihan rakyat nanti berasal dari partai dengan basis massa nasionalis.
"Untuk Presiden, orang ini sarat dengan pengalaman memimpin masyarakat dari tataran demi tataran bukan ujug-ujug dari comberan, darinya diharapkan mampu membawa RI dengan piawai dalam administrasi publik yang bersifat makro, elektabilitasnya datang dari partai yang berbasis massa nasionalis," katanya.
Sedangkan wakil presiden akan datang, Hendro melanjutkan, dari partai berbasis massa Islam dan sarat pengalaman di bidang ekonomi bisnis.
"Wakil presiden, seorang muda yang dinilai publik sebagai internasionalis yang sarat dengan pengalaman dan keberhasilan di bidang ekonomi perdagangan. Darinya diharapkan mampu membawa Indonesia dalam kebijakan mikro dan sektor riil ekonomi dan bisnis. Elektabilitasnya akan datang di 2019 dari partai berbasis massa Islam," imbuhnya.
"Pada 2019 nanti seluruh partai politik akan bersatu padu untuk menjawab keinginan rakyat. Keduanya mempunyai nilai tertinggi rata-rata, sebagai perpaduan nasionalis, agama, dan ekonomi bisnis (nasaeb)," tegas Heddropriyono.
Sebelumnya, ormas Islam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) mendorong mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2019. Juru Bicara GNPF-MUI Kapitra Ampera mengatakan Jenderal Gatot layak menjadi pesaing Jokowi di Pilpres 2019. Alasannya, Gatot dinilai selama ini dekat dengan ulama. (Fdi)
Bagikan
Berita Terkait
Istana Bantah Isu Pemilihan Presiden Lewat MPR, Pastikan Tetap Dipilih Rakyat
[HOAKS atau FAKTA]: Puan Maharani Gandeng Anies Baswedan di Pilpres 2029, Pede Bisa Raih 68 Persen Suara
Prabowo Bantah Takut dengan Jokowi, Minta Rakyat Hormati Mantan Presiden
[HOAKS atau FAKTA]: Ketua Harian PSI Usulkan Duet Gibran-Jokowi di Pilpres 2029
Jokowi Jadi Dewan Penasihat Bloomberg, Pengamat Pertanyakan Kualitas Bahasa Inggris dan Prestasinya
Jenazah Istri ke-7 Presiden ke-1 RI Soekarno Akan Dipulangkan ke Indonesia
KPU Batalkan Aturan Kerahasiaan 16 Dokumen Syarat Capres-Cawapres, Termasuk Soal Ijazah
Truk Berisi Alat Bakar dam Petasan Ditemukan di Lokasi Kerusuhan, Prabowo: ini Tindakan Terencana Membuat Kekacauan
Penerima MBG Tembus 20 Juta Jiwa, PKB Optimistis Target Akhir Tahun Tercapai
Legislator Gerindra: Pidato Presiden Perekat Kebangsaan untuk Indonesia Maju