Hendropriyono Tepis Kemungkinan Presiden 2019 dari Kalangan Militer

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Jumat, 29 Desember 2017
Hendropriyono Tepis Kemungkinan Presiden 2019 dari Kalangan Militer

AM Hendropriyono (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) A.M Hendropriyono memprediksi kriteria presiden yang akan menang pada Pilpres 2019 mendatang.

Ketika ditanya wartawan apakah presiden akan datang dari kalangan purnawirawan militer? Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ini menganulirnya.

"Tadi saya sudah sebutkan kriterianya, muda, sipil, dan memiliki pengalaman panjang dari tataran demi tataran, elektabilitasnya akan datang dari parpol berbasis massa nasionalis," kata Hendropriyono saat menggelar syukuran PKPI di Gedung Wijayakusuma, Jakarta Timur, Jumat (29/12).

Hendropriyono memaparkan capres dan cawapres yang akan menjadi pilihan rakyat pada pesta demokrasi lima tahunan itu adalah sosok yang memiliki kriteria pengalaman yang panjang, agamis, dan memiliki latar belakang ekonomi bisnis.

Hendro menambahkan, kriteria capres pilihan rakyat nanti berasal dari partai dengan basis massa nasionalis.

"Untuk Presiden, orang ini sarat dengan pengalaman memimpin masyarakat dari tataran demi tataran bukan ujug-ujug dari comberan, darinya diharapkan mampu membawa RI dengan piawai dalam administrasi publik yang bersifat makro, elektabilitasnya datang dari partai yang berbasis massa nasionalis," katanya.

Sedangkan wakil presiden akan datang, Hendro melanjutkan, dari partai berbasis massa Islam dan sarat pengalaman di bidang ekonomi bisnis.

"Wakil presiden, seorang muda yang dinilai publik sebagai internasionalis yang sarat dengan pengalaman dan keberhasilan di bidang ekonomi perdagangan. Darinya diharapkan mampu membawa Indonesia dalam kebijakan mikro dan sektor riil ekonomi dan bisnis. Elektabilitasnya akan datang di 2019 dari partai berbasis massa Islam," imbuhnya.

"Pada 2019 nanti seluruh partai politik akan bersatu padu untuk menjawab keinginan rakyat. Keduanya mempunyai nilai tertinggi rata-rata, sebagai perpaduan nasionalis, agama, dan ekonomi bisnis (nasaeb)," tegas Heddropriyono.

Sebelumnya, ormas Islam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) mendorong mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2019. Juru Bicara GNPF-MUI Kapitra Ampera mengatakan Jenderal Gatot layak menjadi pesaing Jokowi di Pilpres 2019. Alasannya, Gatot dinilai selama ini dekat dengan ulama. (Fdi)

#Presiden RI #Pileg #Pilpres
Bagikan
Ditulis Oleh

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.

Berita Terkait

Indonesia
KPK Usulkan Klausul Kaderisasi untuk Pencalonan Presiden hingga Kepala Daerah
KPK mengusulkan klausul kaderisasi dalam pencalonan presiden hingga kepala daerah. Langkah ini dinilai penting untuk mencetak pemimpin berkualitas.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 April 2026
KPK Usulkan Klausul Kaderisasi untuk Pencalonan Presiden hingga Kepala Daerah
Indonesia
Menko Yusril Usulkan Penggabungan Suara Partai di Akhir Pemilu
Suara yang telah diberikan pemilih kepada partai-partai tersebut tidak terbuang percuma karena tidak terkonversi menjadi kursi parlemen,
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 04 Maret 2026
Menko Yusril Usulkan Penggabungan Suara Partai di Akhir Pemilu
Indonesia
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Presiden Prabowo mengundang para mantan presiden dan wakil presiden RI ke Istana Kepresidenan, bahas situasi nasional dan geopolitik global.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Maret 2026
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Indonesia
IPI Rilis Survei Peta Capres 2029: Prabowo-Gibran Teratas, Sjafrie Sjamsoeddin Masuk 10 Besar
Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, masuk radar Capres 2029. Hal itu terungkap lewat survei Indonesian Public Institute (IPI) pada Rabu (11/2).
Soffi Amira - Kamis, 12 Februari 2026
IPI Rilis Survei Peta Capres 2029: Prabowo-Gibran Teratas, Sjafrie Sjamsoeddin Masuk 10 Besar
Indonesia
NasDem Wajarkan Usulan Prabowo 2 Periode, Warpresnya Urusan Setiap Partai
NasDem akan membahas strategi internal, tetapi prioritas utama adalah memastikan keberhasilan program dan agenda pemerintahan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 10 Februari 2026
 NasDem Wajarkan Usulan Prabowo 2 Periode, Warpresnya Urusan Setiap Partai
Indonesia
Zulhas Mau Dijadikan Cawapres Prabowo, PSI Doakan Tetap Sehat Sampai 2029
PSI mengingatkan Presiden Prabowo memiliki otoritas penuh dalam menentukan pasangan yang akan mendampinginya kelak di Pilpres 2029
Wisnu Cipto - Selasa, 10 Februari 2026
Zulhas Mau Dijadikan Cawapres Prabowo, PSI Doakan Tetap Sehat Sampai 2029
Indonesia
PAN Usung Zulhas Cawapres 2029 Prabowo, Sekjen PSI Ingatkan Penentunya Bos Kita
Sekjen PSI Raja Juli Antoni menilai wacana yang digagas PAN sebagai bagian dari dinamika politik yang wajar.
Wisnu Cipto - Selasa, 10 Februari 2026
PAN Usung Zulhas Cawapres 2029 Prabowo, Sekjen PSI Ingatkan Penentunya Bos Kita
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pilpres 2029, PDIP 'Colong Start' Usung Hasto Jadi Capres
Beredar kabar yang menyebut PDIP usung sekjen mereka, Hasto Kristiyanto, maju di Pilpres 2029. Cek kebenaran informasnya!
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pilpres 2029, PDIP 'Colong Start' Usung Hasto Jadi Capres
Indonesia
Jokowi Tegaskan Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode di Pilpres 2029
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, membantah isu Gibran maju di Pilpres 2029. Ia tetap mendukung Prabowo-Gibran dua periode.
Soffi Amira - Senin, 02 Februari 2026
Jokowi Tegaskan Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode di Pilpres 2029
Indonesia
Revisi UU Pemilu, PAN Minta Ambang Batas Pilpres dan Parlemen Dihapus
PAN mengusulkan agar ambang batas pilpres dan parlemen dihapus dalam revisi UU Pemilu.
Soffi Amira - Jumat, 30 Januari 2026
Revisi UU Pemilu, PAN Minta Ambang Batas Pilpres dan Parlemen Dihapus
Bagikan