MERAHPUTIH.COM — “KALI ini, tak perlu sampai dompet jebol untuk beli baju rancangan saya,” canda Hartono Gan saat memperkenalkan lini koleksi terkini ready to wear miliknya di LAKON Store, Summarecon Mall Kelapa Gading, Sabtu (25/4). Koleksi ini menandai langkah penting Hartono Gan yang beralih dari format made-to-order menuju ready-to-wear ritel.
Sebanyak 16 item dikenalkan Hartono dalam koleksi ready to wear perdana ini. Perancang busana dengan pengalaman selama 17 tahun ini konsisten membawa pendekatan gender neutral dalam koleksinya kali ini. Desain-desainnya tidak terikat pada batasan maskulin maupun feminin, tapi bertumpu pada siluet androgynous, garis tajam dan bersih, serta karakter yang melampaui tren. Pendekatan ini menjadikan karya Hartono Gan relevan lintas waktu dan terbuka bagi siapa pun yang mengenakannya.
DNA tersebut diterjemahkan ke dalam lini ready-to-wear yang tetap menjaga karakter utama brand, tapi hadir dalam format yang lebih terbuka terhadap pasar yang lebih luas. Salah satunya dalam hal keterjangkauan pasar dalam membeli koleksinya. “Jadi koleksi ini bermula dari teman yang kasi masukan bahwa untuk beli koleksi saya, dia mesti membobol tabungan dalam jumlah cukup besar. Nah, sekarang saya hadirkan koleksi yang lebih affordable, tapi enggak mengorbankan kualitas,” jelasnya.
Dengan riset yang panjang demi tetap menghadirkan kenyamanan dalam gaya, Hartono mempersembahkan kemeja, celana panjang, serta blazer dalam koleksi ini. “Dengan iklim Indonesia, banyak yang enggak yakin apakah mengenakan blazer merupakan keputusan bagus untuk kenyamanan. Namun, lewat koleksi ini, saya membuat setiap item dengan bahan campuran wool yang nyaman, tidak panas, dan tahan lama. Semuanya saya capai dengan riset dalam waktu yang cukup lama,” jelasnya.
Setiap item dihadirkan dalam warna-warna basic, seperti hitam dan sand, yang sangat mudah dipadupadankan. “Aturannya di sini, ini bukan cross dressing, melainkan gaya yang gender neutral. Kamu cuma butuh a good blazer, shirt, dan pants untuk tampil dalam banyak gaya. Pakai blazer di atas kaus lalu lipat lengannya, padukan dengan celana panjang berpotongan loose, kamu terlihat sangat gaya,” jelasnya.
Dengan tiga fashion item tersebut, Hartono Gan membuat koleksinya versatile. Ia menampilkan koleksi ini dalam gaya semiformal, formal, bahkan casual sekali pun. “You don’t need much to look great. Gaya dengan blazer seperti ini mulai diminati di Indonesia. Cuma nih, orang enggak tahu di mana cari yang bagus dan tahan lama. Dan koleksi inilah jawabannya,” katanya.
Baca juga:
Hartono Gan Persembahkan Koleksi 'Gender Nihilsm' Pada Gelaran JF3 2023
Kualitas, Kenyamanan, dan Ketahanan
Hartono Gan mendirikan label Hartono Gan Homme pada 2019 dan dikenal melalui pendekatan tailoring yang edgy, timeless, dan elegan. Selama lebih dari enam tahun, ia membangun reputasinya melalui format made-to-order, menghadirkan karya dengan presisi, proporsi terukur, dan pengalaman personal yang kuat bagi setiap pemakainya.
Peralihannya ke ranah ready to wear ini bukan sekadar perluasan lini produk, melainkan penanda kesiapan brand untuk bergerak ke sistem yang lebih terstruktur, lebih terukur, dan lebih dekat dengan pasar. Ia bahkan melakukan riset untuk menemukan bahan yang tepat untuk koleksi ini sehingga setiap item yang dihadirkan terasa nyaman di kulit. “Bisa dirasakan sendiri ya, bahan yang menempel di kulit rasanya adem. Setiap detail jahitan tidak membuat rasa gatal ketika dipakai,” katanya seraya mengusapkan sehelai celana panjang yang terasa halus dan nyaman ke tangan Merahputih.com.
Peluncuran ini juga sejalan dengan tema JF3 2026 RECRAFTED: Shaping the Future ke dalam langkah yang nyata. Bagi JF3, masa depan fesyen tidak dibentuk hanya melalui ide dan presentasi di runway, tetapi melalui proses yang memperkuat fondasi brand, mulai dari kapasitas produksi, sistem operasional, hingga kesiapan memasuki pasar ritel profesional.
“Ketika kreativitas dipertemukan dengan kesiapan bisnis yang terstruktur, hasilnya dapat melampaui sebuah koleksi. Hal yang terbentuk ialah fondasi brand yang lebih kuat, lebih relevan, dan lebih siap untuk tumbuh,” ujar Advisor JF3 sekaligus Founder LAKON Indonesia Thresia Mareta, yang juga hadir dalam acara peluncuran tersebut.
Dalam koleksi ini, Hartono Gan tak hanya membawa gaya versatile, tapi juga menerapkan gagasan building a capsule wardrobe. Ia menghadirkan potongan esensial seperti blazer, jaket kasual rapi, celana tailored, dan kemeja, dengan fleksibilitas padu padan yang tinggi serta workmanship yang tetap terjaga.
“Saya ingin lebih banyak orang dapat menikmati kualitas yang selama ini menjadi ciri khas Hartono Gan Homme. Ready-to-wear ini bukan kompromi, melainkan pengembangan bahasa desain saya ke konteks yang lebih luas, tanpa kehilangan esensinya,” tutup Hartono Gan.(dwi)
Baca juga:
Lakon Store Hadirkan Momen Ikonik Dalam Bentuk Fashion Menawan