Hari Pertama PPKM Darurat, Kondisi Jakarta Seperti Sedang 'Berobat'

Thomas KukuhThomas Kukuh - Sabtu, 03 Juli 2021
Hari Pertama PPKM Darurat, Kondisi Jakarta Seperti Sedang 'Berobat'

Kondisi di Jalanan Jakarta yang sangat sepi. (MP/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sejumlah titik menuju pusat kota Jakarta 'dikunci' untuk menghindari adanya pergerakan warga saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. Di Jakarta Pusat, ada sembilan titik penyekatan dan pembatasan aktivitas warga.

Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat AKP Sam Suharto mengatakan, titik-titik penyekatan di pusat kota antara lain perempatan Letjen Suprapto Cempaka Putih, Pegangsaan Menteng, Jalan Salemba Senen, Flyover Jatibaru Gambir, Benyamin Sueb Kemayoran, Pejompongan Tanah Abang, Jembatan Merah Sawah Besar, Bundaran HI dam Roxy Gambir.

"Adapula pembatasan dari depan Bundaran Senayan hingga Thamrin," jelas Sam kepada Merahputih.com di Jakarta, Sabtu (3/7).

Sam menuturkan, yang diperbolehkan melintas adalah warga yang berkepentingan bekerja di sektor esensial dan kritikal. "Kalau di luar itu atau cuma mau jalan-jalan saja, dilarang. Warga diminta kembali ke rumah jika tak ada yang mendesak atau berkepentingan," jelas Sam.

Sam memastikan, kegiatan berlangsung 1 x 24 jam penuh. "Nanti petugas dibagi didalam melaksanakan tugas dengan cara bergantian jaga," tutur Sam.

Kondisi jakarta
Kondisi Jakarta sangat lengang. (MP/Kanu)

Warga sendiri mengakui penyekatan dan pembatasan PPKM Darurat ini sangat ketat.

Yasir (28), salah satu pekerja media yang termasuk sektor esensial misalnya. Ia dicegat saat melintas di Bundaran Senayan oleh aparat gabungan.

"Saya ditanya mau kemana. Saya bilang mau liputan. Harus tunjukin id pers dan undangan liputannya," kata dia. Menurut Yasir, polisi akan memutarbalikkan orang yang tak berkepentingan.

'"Tadi ada pemuda-pemuda naik motor mau ke Monas, dia katanya mau jalan-jalan langsung diputar balik dan ditegur petugas," jelas Yasir.

Ia menyebut, bagi pekerja sektor esensial dan kritikal, tak sampai ditanya hasil Swab dan bukti vaksin. "Hanya ditanya kepentingan dan tujuannya aja," kata warga Depok ini.

Sama halnya dengan Yasir, Hayer (40) yang biasa bekerja di kawasan Monas ini mengaku disekat tiga kali saat melintas dari rumahnya di Cibinong. Jalanan pun sangat lenggang dan sepi. "Di Depok kena penyekatan, Lenteng Agung kena, dan di Bundaran HI juga kena," kata Hayer.

Saat disekat, Hayer mengaku mendapat undangan liputan kegiatan Kapolri di Senayan, Jakarta Pusat. "Saya tunjukin bukti undangan liputan dari Humas Polri, langsung diijinin. Pesan petugas yang penting hati-hati," jelas wartawan media online ini.

Pemeriksaan
Penyekatan oleh petugas di kawasan jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. (MP/Rizki Fitrianto)

Saat melintasi penyekatan di beberapa tempat sampai Bundaran HI, Hayer mengaku hanya ditanya kepentingannya saja. "Saya bilang mau liputan saja. Kalau gak ada kepentingan lain saya gak mau keluar rumah," imbuh warga asal NTT ini.

Penyekatan yang sangat ketat ini membuat kondisi jalanan kota Jakarta di sekitar HI, Jalan Thamrin, Senayan dan kawasan tengah lainnya terlihat sangat lengang dan sepi. Menanggapi sepinya jalanan Ibu Kota, beberapa warga di media sosial menyebut Jakarta seperti sedang "berobat". Berobat sejenak untuk kembali sehat.

Sekedar informasi, PPKM Darurat mulai diberlakukan di wilayah Jawa-Bali mulai Sabtu (3/7). Pembatasan mobilitas dilakukan di banyak wilayah.

Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Letjen TNI Ganip Warsito, menegaskan perjalanan dalam zona aglomerasi tak membutuhkan kartu vaksin.

"Untuk perjalanan darat, kendaraan-kendaraan pribadi atau umum dalam satu wilayah aglomerasi tidak diwajibkan menunjukkan kartu vaksin atau PCR atau rapid test antigen," ujar Ganip Warsito, Jumat (1/7).

Aturan itu tertuang dalam SE Satgas COVID-19 Nomor 14 Tahun 2021 tentang ketentuan perjalanan orang dalam negeri dalam masa pandemi COVID-19. Itu artinya kartu vaksin hanya dibutuhkan untuk perjalanan jarak jauh.

Wilayah aglomerasi adalah linkup area kabupaten/kota yang lokasinya berdekatan atau saling menyangga. Salah satu wilayah aglomerasi adalah Jabodetabek.

PPKM Darurat mulai diterapkan pada Sabtu (3/6) hari ini hingga 20 Juli mendatang. Aturan ini ditetapkan pemerintah untuk mengurangi mobilitas warga terkait makin tingginya angka penyebaran virus corona. (knu)

#PPKM Darurat #Breaking
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Malaysia Berduka, Istri Mahathir Mohamad dan Dokter Perempuan Pribumi Pertama Wafat di Usia 100 Tahun
Kabar duka menyelimuti Malaysia. Tun Siti Hasmah, istri mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad, meninggal dunia di usia 100 tahun di RS IJN Kuala Lumpur.
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Malaysia Berduka, Istri Mahathir Mohamad dan Dokter Perempuan Pribumi Pertama Wafat di Usia 100 Tahun
Olahraga
Klasemen Grup A Divisi I FIFA ASEAN Cup 2026 Setelah Timnas Indonesia Menang 2-0 atas Singapura, Ada di Bawah Malaysia
Timnas Indonesia sementara ada di posisi kedua klasemen Grup A Divisi I atau Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 2-0 atas Singapura
Frengky Aruan - Jumat, 25 September 2026
Klasemen Grup A Divisi I FIFA ASEAN Cup 2026 Setelah Timnas Indonesia Menang 2-0 atas Singapura, Ada di Bawah Malaysia
Olahraga
Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Start Positif Timnas Indonesia, Skuad Garuda Sikat Singapura 2-0
Timnas Indonesia membuka kiprah di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan hasil positif, yakni kemenangan 2-0 atas Singapura.
Frengky Aruan - Jumat, 25 September 2026
Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Start Positif Timnas Indonesia, Skuad Garuda Sikat Singapura 2-0
Indonesia
OTT di 3 Provinsi, KPK Sergap Bupati Bolmut Sirajudin Lasena di Jakarta
KPK menggelar OTT di 3 provinsi dan menangkap Bupati Bolmut Sirajudin Lasena di Jakarta bersama 13 orang lainnya terkait dugaan korupsi pemkab
Wisnu Cipto - Senin, 21 September 2026
OTT di 3 Provinsi, KPK Sergap Bupati Bolmut Sirajudin Lasena di Jakarta
Indonesia
KPK Gelar OTT, Tangkap Bupati Bolaang Mongondow Utara
Dalam operasi senyap itu, tim penindakan KPK menangkap Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena dan sejumlah pihak lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
KPK Gelar OTT, Tangkap Bupati Bolaang Mongondow Utara
Indonesia
Bupati Pati nonaktif Sudewa Dituntut 8,5 Tahun Penjara, Hak Politik Dicabut
Jaksa Penuntut Umum KPK menuntut Bupati Pati nonaktif Sudewa dengan hukuman 8,5 tahun penjara atas kasus suap proyek DJKA dan pemerasan perangkat desa.
Wisnu Cipto - Senin, 21 September 2026
Bupati Pati nonaktif Sudewa Dituntut 8,5 Tahun Penjara, Hak Politik Dicabut
Indonesia
17 Orang Diciduk KPK di OTT BPN Bogor, Ini Nama 8 Tersangka Termasuk Presdir Summarecon
KPK menetapkan 8 orang sebagai tersangka kasus OTT suap HGB Summarecon di BPN Bogor, termasuk Presdir Summarecon dan pejabat ATR/BPN. Cek daftar namanya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
17 Orang Diciduk KPK di OTT BPN Bogor, Ini Nama 8 Tersangka Termasuk Presdir Summarecon
Indonesia
Ketua KPK Benarkan OTT BPN Bogor, Operasi Masih Berlangsung!
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin sore, 14 September 2026.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Ketua KPK Benarkan OTT BPN Bogor, Operasi Masih Berlangsung!
Indonesia
Isi Garasi Menkeu Suahasil Nazara: Ada Sedan 13 Tahun di Balik Aset Ratusan Miliar
Penasaran dengan harta kekayaan Suahasil Nazara yang baru dilantik jadi Menteri Keuangan? Intip rincian LHKPN dan koleksi mobilnya di sini, ternyata ada mobil tua lho!
Angga Yudha Pratama - Senin, 14 September 2026
Isi Garasi Menkeu Suahasil Nazara: Ada Sedan 13 Tahun di Balik Aset Ratusan Miliar
Indonesia
Gempa Malang Hari Ini Magnitudo 5,2 Guncang Jawa Timur, Apakah Berpotensi Tsunami?
Gempa Malang hari ini dengan magnitudo 5.2 mengguncang wilayah Jawa Timur bagian selatan. Cek info resmi BMKG soal potensi tsunami dan daftar daerah terdampak guncangan!
Angga Yudha Pratama - Senin, 14 September 2026
Gempa Malang Hari Ini Magnitudo 5,2 Guncang Jawa Timur, Apakah Berpotensi Tsunami?
Bagikan