Musik

Hari Ketiga Synchronize Fest 2024, Bugerkill Ganas dalam Format Orkestra

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 07 Oktober 2024
Hari Ketiga Synchronize Fest 2024, Bugerkill Ganas dalam Format Orkestra

Burgerkill tampil dengan format orkestra. (foto: Merahputih.com/Febrian adi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM -SAAT langit mulai gelap di atas Synchonize Fest 2024, Minggu (6/10), warga-wargi berkaus hitam mendekat ke District Stage. Hari terakhir Synchonize Fest 2024 diguncang penampilan Burgerkill.

Aren Gambir JIExpo telah sesak oleh warga-wargi yang menunggu kehadiran unit metal asal Bandung tersebut. Kali ini, mereka tampil sedikit berbeda dengan format orkestra bertajuk 'Killchestra'.

Saat akhirnya pertunjukan dimulai, vokalis Burgerkill Ronald Alexander Radja Haba menyapa warga-wargi dengan amunisi Roar of Chaos. "Selamat malam Synchronize Fest! Kita berjumpa kembali," teriaknya.

Penyajian orkestra yang melibatkan 30 pemain benar-benar membuat para Begundal, sebutan untuk penggemar Burgerkill, langsung menggila dengan membuat circle of pit.

Baca juga:

Pertama Kalinya, Museum Nike Ardilla Hadir di Synchronize Fest 2024


Burgerkill lanjut menembakkan amunisi lainnya yaitu Penjara Batin dan Anjing Tanah yang diambil dari album Berkarat dan Beyond Coma and Despair. Dua lagu tersebut menjadi pemantik penampilan nan lebih ganas dan semakin membuat para Begundal memanas di area moshpit. Beberapa terlihat melakukan headbang, adapula yang membentuk moshpit lebih luas.

"Kita turunin dulu tensi lagunya ya. Lagu selanjutnya ini kami buat sebagai penghormatan untuk teman baik, idola, dan juga kerabat dekat kami yaitu mendiang Megatruh Benz atau Ebenz," jelas Ronald.

Bunyi gesekan biola nanmenyanyat telinga terdengar syahdu, tak ada bunyi efek distorsi ataupun teknik vokal growl menghiasi lagu berjudul Hollow. Hanya vokal bersih dan bunyi instrumen klasik.

Penampilanpun dilanjutkan dengan tamu istimewa yaitu Che yang merupakan vokalis Cupumanik. Bersama Che, Burgerkill membawakan lagu berjudul An Elegy dari album Venomous.

"Terima kasih karena selalu diberi kesempatan bermain dengan Burgerkill. Saya juga diajak langsung oleh mendiang Ebenz untuk mengisi vokal di lagu ini," terang Che menceritakan keterlibatan dalam lagu An Elegy.

Lebih dari 30 menit Burgerkill tampil di District Stage. Mereka menutup penampilan malam itu dengan Angkuh dan Only The Strong.(far)

Baca juga:

Synchronize Fest 2024 Bawa Warga Wargi ke Masa Kecil dalam 'Lagu Anak Masa ke Masa'

#Musik #Synchronize Fest
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
'Feather Lungs' Laura Gibson, Lagu Tenang yang Mengajak Pendengar Menyelami Sisi Paling Rapuh
'Feather Lungs' Laura Gibson menghadirkan nuansa folk yang lembut dan puitis, mengeksplorasi kerentanan, kerinduan, hubungan, serta perubahan hidup.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 25 Agustus 2026
'Feather Lungs' Laura Gibson, Lagu Tenang yang Mengajak Pendengar Menyelami Sisi Paling Rapuh
ShowBiz
'BISA GAK SIH?' Jadi Ruang Quinn Salman untuk Bicara soal Jeda
Lirik 'BISA GAK SIH?' mengajak pendengarnya untuk sesekali berhenti, mengambil napas, dan memberikan kesempatan beristirahat.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'BISA GAK SIH?' Jadi Ruang Quinn Salman untuk Bicara soal Jeda
ShowBiz
'Head Over Heels' JD McPherson, Lagu yang Menghidupkan Kembali Nuansa Musik Era Klasik
'Head Over Heels' menjadi salah satu lagu JD McPherson dalam album Let The Good Times Roll yang memadukan rock and roll, rhythm and blues, dan nuansa retro.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
'Head Over Heels' JD McPherson, Lagu yang Menghidupkan Kembali Nuansa Musik Era Klasik
ShowBiz
'Kasih (IBU) tak Sampai', Cara Pink Tomiyang Merawat Rindu kepada sang Ibu
Lagu ini lahir dari pengalaman personal Tomiyang setelah kehilangan sang ibu.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'Kasih (IBU) tak Sampai', Cara Pink Tomiyang Merawat Rindu kepada sang Ibu
ShowBiz
Keluar dari Atmosfer Klub, Barry Can't Swim Bawa Eksplorasi Baru Lewat 'Dance Dance Dance!'
Barry Can't Swim merilis single terbaru 'Dance Dance Dance!' yang terpengaruh French touch, dengan synth berkilau, keytar, dan vokal berbahasa Prancis.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Keluar dari Atmosfer Klub, Barry Can't Swim Bawa Eksplorasi Baru Lewat 'Dance Dance Dance!'
ShowBiz
Petra Sihombing Rilis 'Bangga', Lagu tentang Kagum Melihat Seseorang Meraih Impian
Petra Sihombing kembali dengan single 'Bangga', lagu yang bercerita tentang rasa kagum dan bangga melihat seseorang yang dikenal lama akhirnya meraih impian.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Petra Sihombing Rilis 'Bangga', Lagu tentang Kagum Melihat Seseorang Meraih Impian
ShowBiz
'Cinta Diri Sendiri', Lagu Terbaru Budi Doremi tentang Cinta yang tak Seimbang
Budi Doremi mengangkat kisah seseorang yang mulai menyadari bahwa perasaan yang ia berikan tidak mendapatkan balasan yang setara.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'Cinta Diri Sendiri', Lagu Terbaru Budi Doremi tentang Cinta yang tak Seimbang
ShowBiz
510 Buka Babak Baru lewat 'Heavy Lies The Crown', Padukan Musik Agresif dan Pergulatan Spiritual
510 kembali dengan 'Heavy Lies The Crown'. Single ini mengangkat tema spiritual dan pergulatan batin.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
510 Buka Babak Baru lewat 'Heavy Lies The Crown', Padukan Musik Agresif dan Pergulatan Spiritual
ShowBiz
NiMBY Lanjutkan Kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' Bersama Ombags NTRL
NiMBY melanjutkan kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' bersama Ombags NTRL. Lagu ini mengajak pendengar berani bangkit dan mengejar mimpi.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
NiMBY Lanjutkan Kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' Bersama Ombags NTRL
ShowBiz
Bukan Sekadar Album Electro-pop, 'Ritual' Jadi Cara Icona Pop Merayakan Luka, Cinta, dan Perubahan
Icona Pop kembali dengan album 'Ritual' dan single 'Hurt'. Album electro-pop ini mengangkat persahabatan, motherhood, patah hati, penyembuhan, dan transformasi.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
Bukan Sekadar Album Electro-pop, 'Ritual' Jadi Cara Icona Pop Merayakan Luka, Cinta, dan Perubahan
Bagikan