MERAHPUTIH.COM - MASYARAKAT mengeluhkan adanya kenaikan harga barang yang terbuat dari plastik, khususnya kantong plastik. Kenaikan harga ini dipicu gangguan arus perdagangan global akibat konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran yang berdampak pada terhambatnya impor bahan baku plastik.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan kenaikan tarif plastik masih batas wajar. Pemerintah DKI masih terus akan memantau kenaikan harga-harga barang di Ibu Kota. Meskipun terjadi gejolak pada harga produk berbahan plastik, ia memastikan kondisi inflasi di Jakarta secara keseluruhan masih berada dalam kategori terkendali dan stabil.
"Kemudian mengenai beberapa apa ada kenaikan, tapi di Jakarta sampai dengan hari ini kami memantau harian, inflasinya masih terjaga dengan baik," kata Pramono di Jakarta, Senin (6/4).
Baca juga:
26 Ton Sampah Mayoritas Plastik Hasil Reuni 212 Diangkut 600 Pasukan Oranye, Bikin Petugas Lembur
Pramono mengimbau warga Jakarta agar tidak melakukan aksi borong atau panic buying akibat tren kenaikan harga produk plastik di pasaran.
Mantan Sekretaris Kabinet itu meminta masyarakat tetap tenang dalam berbelanja kebutuhan sehari-hari karena pemerintah menjamin ketersediaan pasokan tetap terjaga meski situasi geopolitik dunia sedang memanas.
"Dengan demikian, enggak perlu panic buying karena semua kebutuhan utama itu stoknya lebih daripada cukup," tutupnya.(Asp)
Baca juga:
Kurangi Polusi Mikroplastik, Pemprov DKI Bangun RDF Plant dan PSEL